logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Prabowo Geram soal 1.000 Tambang Ilegal di Babel: “Masa Pejabat TNI dan Polri Nggak Tahu?”
Prabowo mengungkapkan kemarahannya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat. (Foto: setkab.go.id)
Prabowo Geram soal 1.000 Tambang Ilegal di Babel: “Masa Pejabat TNI dan Polri Nggak Tahu?”
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 14 Agustus 2026 | 16:27:23

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan nada keras saat menyoroti keberadaan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Prabowo mempertanyakan pengawasan aparat setelah pemerintah menutup tambang-tambang ilegal tersebut pada akhir tahun lalu.

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo secara khusus mempertanyakan bagaimana aktivitas pertambangan ilegal dalam jumlah besar bisa berlangsung tanpa diketahui pejabat TNI maupun Polri.

iklan-view

“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut, masa 1.000 tambang pejabat TNI dan pejabat Polri nggak tahu?” kata Prabowo dengan nada tegas.

Prabowo bahkan mempertanyakan fungsi jabatan dan kewenangan yang diberikan negara apabila aktivitas ilegal sebesar itu bisa berlangsung tanpa terdeteksi aparat.

“Kapolri dan Panglima TNI ya, usut, untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan, kepada mereka kalau gak bisa tertibkan ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling keras dalam pidato Prabowo. Ia tidak hanya meminta tambang ilegal ditutup, tetapi juga mendorong pengusutan untuk mengetahui bagaimana ribuan aktivitas tambang tersebut dapat beroperasi dan apakah terdapat pihak yang membiarkan atau terlibat.

Prabowo kemudian kembali menegaskan perintahnya kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar persoalan tersebut benar-benar diusut.

“Karena itu saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri usut!” ujar Prabowo. (*)

Home / News
Prabowo Geram soal 1.000 Tambang Ilegal di Babel: “Masa Pejabat TNI dan Polri Nggak Tahu?”
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 14 Agustus 2026 | 16:27:23
Prabowo Geram soal 1.000 Tambang Ilegal di Babel: “Masa Pejabat TNI dan Polri Nggak Tahu?”
Prabowo mengungkapkan kemarahannya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat. (Foto: setkab.go.id)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan nada keras saat menyoroti keberadaan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Prabowo mempertanyakan pengawasan aparat setelah pemerintah menutup tambang-tambang ilegal tersebut pada akhir tahun lalu.

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo secara khusus mempertanyakan bagaimana aktivitas pertambangan ilegal dalam jumlah besar bisa berlangsung tanpa diketahui pejabat TNI maupun Polri.

“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut, masa 1.000 tambang pejabat TNI dan pejabat Polri nggak tahu?” kata Prabowo dengan nada tegas.

Prabowo bahkan mempertanyakan fungsi jabatan dan kewenangan yang diberikan negara apabila aktivitas ilegal sebesar itu bisa berlangsung tanpa terdeteksi aparat.

“Kapolri dan Panglima TNI ya, usut, untuk apa negara kasih pangkat, kasih jabatan, kepada mereka kalau gak bisa tertibkan ini,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling keras dalam pidato Prabowo. Ia tidak hanya meminta tambang ilegal ditutup, tetapi juga mendorong pengusutan untuk mengetahui bagaimana ribuan aktivitas tambang tersebut dapat beroperasi dan apakah terdapat pihak yang membiarkan atau terlibat.

Prabowo kemudian kembali menegaskan perintahnya kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar persoalan tersebut benar-benar diusut.

“Karena itu saya minta benar-benar Panglima TNI dan Kapolri usut!” ujar Prabowo. (*)