logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / KEUANGAN
Rupiah Perkasa ke Rp17.820 Usai Pidato Prabowo, Pasar Respons Arah Ekonomi 2027
Rupiah menguat pasca-pidato Presiden Prabowo. (Foto: Istimewa)
Rupiah Perkasa ke Rp17.820 Usai Pidato Prabowo, Pasar Respons Arah Ekonomi 2027
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 14 Agustus 2026 | 17:20:46

JAKARTA - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda menguat setelah pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD, serta penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan.

Merujuk data Refinitiv, Jumat (14/8/2026), rupiah ditutup di level Rp17.820 per dolar AS, menguat 0,22% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp17.860-an. Penguatan tersebut menjadi kenaikan dua hari berturut-turut.

Pergerakan rupiah juga menunjukkan pembalikan yang cukup kuat. Pada awal perdagangan, rupiah sempat melemah 0,08% ke level Rp17.875 per dolar AS. Namun tekanan tersebut berbalik dan rupiah menguat sekitar 55 poin hingga perdagangan ditutup.

iklan-view

Dalam sepekan, rupiah mencatat apresiasi 0,36%. Pada penutupan Jumat pekan sebelumnya, rupiah masih berada di level Rp17.885 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Investor mencermati pesan politik-ekonomi yang disampaikan Presiden, terutama terkait arah pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal dan strategi pemerintah dalam RAPBN 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo mengusung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Pemerintah juga mematok defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Rancangan APBN 2027 tersebut sekaligus membawa sejumlah agenda strategis pemerintah, mulai dari penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, pengembangan industri dalam negeri hingga penguatan pendidikan dan berbagai program prioritas nasional.

Bagi pasar keuangan, arah kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam membaca prospek perekonomian Indonesia ke depan. Kejelasan target pertumbuhan, defisit, inflasi, nilai tukar serta strategi pembiayaan pemerintah menjadi perhatian investor karena berkaitan langsung dengan persepsi terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.

Sentimen dari dalam negeri tersebut kemudian bertemu dengan tekanan terhadap dolar AS di pasar global.

Pada pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,16% ke level 99,804. Pelemahan greenback memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih tinggi.

Tekanan terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang untuk menahan suku bunga.

Data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Juli tidak mengalami perubahan secara bulanan. Angka tersebut berada di bawah perkiraan ekonom yang sebelumnya memproyeksikan kenaikan 0,2%.

Data PPI tersebut melengkapi laporan inflasi konsumen AS sehari sebelumnya yang menunjukkan tekanan harga masih relatif terkendali. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed kembali berubah.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan eksternal tersebut, rupiah mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.

Penguatan rupiah pada Jumat ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian investor tidak hanya tertuju pada perkembangan ekonomi global, tetapi juga semakin kuat pada arah kebijakan pemerintah Indonesia setelah Presiden Prabowo menyampaikan gambaran besar ekonomi dan fiskal untuk 2027.

Pasar selanjutnya akan mencermati bagaimana berbagai target yang disampaikan pemerintah dalam RAPBN 2027 diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Konsistensi pelaksanaan kebijakan, kredibilitas fiskal dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi akan menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya. (cnbc)

Home / Ekonomi
Rupiah Perkasa ke Rp17.820 Usai Pidato Prabowo, Pasar Respons Arah Ekonomi 2027
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 14 Agustus 2026 | 17:20:46
Rupiah Perkasa ke Rp17.820 Usai Pidato Prabowo, Pasar Respons Arah Ekonomi 2027
Rupiah menguat pasca-pidato Presiden Prabowo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda menguat setelah pasar mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, Sidang Bersama DPR-DPD, serta penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan.

Merujuk data Refinitiv, Jumat (14/8/2026), rupiah ditutup di level Rp17.820 per dolar AS, menguat 0,22% dibandingkan posisi penutupan sehari sebelumnya Rp17.860-an. Penguatan tersebut menjadi kenaikan dua hari berturut-turut.

Pergerakan rupiah juga menunjukkan pembalikan yang cukup kuat. Pada awal perdagangan, rupiah sempat melemah 0,08% ke level Rp17.875 per dolar AS. Namun tekanan tersebut berbalik dan rupiah menguat sekitar 55 poin hingga perdagangan ditutup.

Dalam sepekan, rupiah mencatat apresiasi 0,36%. Pada penutupan Jumat pekan sebelumnya, rupiah masih berada di level Rp17.885 per dolar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah perhatian pelaku pasar tertuju pada pidato Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Investor mencermati pesan politik-ekonomi yang disampaikan Presiden, terutama terkait arah pembangunan nasional, pertumbuhan ekonomi, kebijakan fiskal dan strategi pemerintah dalam RAPBN 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo mengusung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Pemerintah juga mematok defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.

Rancangan APBN 2027 tersebut sekaligus membawa sejumlah agenda strategis pemerintah, mulai dari penguatan ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, pengembangan industri dalam negeri hingga penguatan pendidikan dan berbagai program prioritas nasional.

Bagi pasar keuangan, arah kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam membaca prospek perekonomian Indonesia ke depan. Kejelasan target pertumbuhan, defisit, inflasi, nilai tukar serta strategi pembiayaan pemerintah menjadi perhatian investor karena berkaitan langsung dengan persepsi terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.

Sentimen dari dalam negeri tersebut kemudian bertemu dengan tekanan terhadap dolar AS di pasar global.

Pada pukul 15.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,16% ke level 99,804. Pelemahan greenback memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih tinggi.

Tekanan terhadap dolar AS juga dipengaruhi oleh rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang untuk menahan suku bunga.

Data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Juli tidak mengalami perubahan secara bulanan. Angka tersebut berada di bawah perkiraan ekonom yang sebelumnya memproyeksikan kenaikan 0,2%.

Data PPI tersebut melengkapi laporan inflasi konsumen AS sehari sebelumnya yang menunjukkan tekanan harga masih relatif terkendali. Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed kembali berubah.

Dengan kombinasi sentimen domestik dan eksternal tersebut, rupiah mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.

Penguatan rupiah pada Jumat ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian investor tidak hanya tertuju pada perkembangan ekonomi global, tetapi juga semakin kuat pada arah kebijakan pemerintah Indonesia setelah Presiden Prabowo menyampaikan gambaran besar ekonomi dan fiskal untuk 2027.

Pasar selanjutnya akan mencermati bagaimana berbagai target yang disampaikan pemerintah dalam RAPBN 2027 diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Konsistensi pelaksanaan kebijakan, kredibilitas fiskal dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi akan menjadi faktor penting bagi pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya. (cnbc)