
BENGKALIS - Tiga orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih dinyatakan hilang setelah kapal yang mengangkut mereka menuju Malaysia melalui jalur ilegal terbalik diterjang cuaca buruk di perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kecelakaan laut itu terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kapal jenis speedboat yang berangkat dari Rupat menuju Malaysia sekitar pukul 19.00 WIB tersebut diduga membawa sejumlah penumpang dengan menggunakan dua mesin.
Namun, perjalanan menuju Malaysia berubah menjadi petaka setelah cuaca di perairan memburuk. Hujan lebat disertai angin kencang dan badai menerjang kapal hingga akhirnya terbalik.

Sejumlah penumpang dilaporkan hanyut dan berupaya menyelamatkan diri serta meminta pertolongan. Beberapa korban kemudian berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi ke Dumai untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Humas Basarnas Riau Kukuh Widodo mengatakan, pihaknya menerima laporan kecelakaan tersebut dari Kanit Polair Dumai.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kapal yang mengangkut PMI melalui jalur ilegal dengan rute Rupat-Malaysia dilaporkan terbalik setelah diterjang hujan, angin kencang dan badai,” kata Kukuh.
Dari informasi awal kepolisian, masih terdapat tiga orang yang diperkirakan hilang. Hingga Minggu (16/8/2026), ketiga korban tersebut belum ditemukan dan masih menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru mengerahkan Rescue Boat (RB) 218 Dumai bersama 11 personel Rescuer Unit Siaga SAR Dumai.
Tim bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir para korban terlihat. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut serta kemungkinan meluasnya area hanyut para korban.
Tim SAR juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperluas pencarian dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
Basarnas mengingatkan masyarakat yang turut membantu pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi perairan yang masih berpotensi membahayakan.
Hingga berita ini diterbitkan, tiga korban masih dinyatakan hilang. Operasi SAR gabungan terus berlangsung untuk menemukan mereka. (mcr)




BENGKALIS - Tiga orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih dinyatakan hilang setelah kapal yang mengangkut mereka menuju Malaysia melalui jalur ilegal terbalik diterjang cuaca buruk di perairan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kecelakaan laut itu terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Kapal jenis speedboat yang berangkat dari Rupat menuju Malaysia sekitar pukul 19.00 WIB tersebut diduga membawa sejumlah penumpang dengan menggunakan dua mesin.
Namun, perjalanan menuju Malaysia berubah menjadi petaka setelah cuaca di perairan memburuk. Hujan lebat disertai angin kencang dan badai menerjang kapal hingga akhirnya terbalik.
Sejumlah penumpang dilaporkan hanyut dan berupaya menyelamatkan diri serta meminta pertolongan. Beberapa korban kemudian berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi ke Dumai untuk mendapatkan penanganan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Humas Basarnas Riau Kukuh Widodo mengatakan, pihaknya menerima laporan kecelakaan tersebut dari Kanit Polair Dumai.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kapal yang mengangkut PMI melalui jalur ilegal dengan rute Rupat-Malaysia dilaporkan terbalik setelah diterjang hujan, angin kencang dan badai,” kata Kukuh.
Dari informasi awal kepolisian, masih terdapat tiga orang yang diperkirakan hilang. Hingga Minggu (16/8/2026), ketiga korban tersebut belum ditemukan dan masih menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru mengerahkan Rescue Boat (RB) 218 Dumai bersama 11 personel Rescuer Unit Siaga SAR Dumai.
Tim bergerak melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diperkirakan menjadi titik terakhir para korban terlihat. Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut serta kemungkinan meluasnya area hanyut para korban.
Tim SAR juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperluas pencarian dan memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
Basarnas mengingatkan masyarakat yang turut membantu pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan, mengingat kondisi perairan yang masih berpotensi membahayakan.
Hingga berita ini diterbitkan, tiga korban masih dinyatakan hilang. Operasi SAR gabungan terus berlangsung untuk menemukan mereka. (mcr)