logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / DUMAI
UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat dan Tiga Lainnya Dalam Pencarian
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang di Perairan Rupat, Dumai. (Foto: Ist/MCR)
UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat dan Tiga Lainnya Dalam Pencarian
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Agustus 2026 | 11:01:35

DUMAI - Simpang siur jumlah penumpang kapal pengangkut pekerja migran indonesia (PMI) yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai, Riau, akhirnya terjawab. Sebanyak 15 orang berada di dalam kapal tersebut saat kecelakaan terjadi. Dari jumlah itu, 12 orang telah ditemukan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang dan dalam pencarian Tim SAR gabungan.

Kapal jenis speedboat bermesin ganda itu dilaporkan berangkat dari wilayah Rupat menuju Malaysia pada Jumat (14/8/2026) malam. Dalam perjalanan sekitar pukul 20.30 WIB, kapal diterjang cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang dan badai hingga akhirnya terbalik.

Sejumlah penumpang kemudian hanyut dan berupaya menyelamatkan diri. Beberapa kapal yang melintas di sekitar lokasi menemukan para korban dan membawa mereka ke Dumai. Kepolisian selanjutnya melakukan pendataan untuk memastikan jumlah serta identitas penumpang.

iklan-view

Berdasarkan data sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, total 15 orang berada di dalam kapal. Sebanyak 12 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan tiga penumpang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang kembali dilanjutkan pada Minggu (16/8/2026), memasuki hari kedua operasi SAR.

Untuk operasi tersebut, tim mengerahkan kapal RB 218 dengan dukungan 11 personel Rescuer Unit Siaga SAR Dumai. Tim bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan penyisiran berdasarkan pola pencarian yang telah ditetapkan.

Pada hari pertama pencarian, area operasi mencapai sekitar 122 nautical mile persegi. Penyisiran dihentikan sementara sekitar pukul 18.00 WIB setelah tim melakukan debriefing dan evaluasi pelaksanaan operasi.

"Memasuki hari kedua operasi SAR, Minggu (16/8/2026), tim gabungan menggelar briefing pada pukul 07.00 WIB sebelum kembali menyisir perairan untuk menemukan tiga korban yang masih hilang," kata Budi, Minggu (16/8/2026).

Area pencarian tetap mencakup sekitar 122 nautical mile persegi dengan jarak antarjalur pencarian atau track spacing 0,5 nautical mile.

Budi menegaskan, seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan selama operasi, terutama dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.

"Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan," ujarnya.

Hingga Minggu pagi, tiga dari total 15 penumpang kapal masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan terus dilakukan dan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta cuaca dan gelombang di perairan Pulau Rupat. (mcr)

Home / News
UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat dan Tiga Lainnya Dalam Pencarian
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 16 Agustus 2026 | 11:01:35
UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat dan Tiga Lainnya Dalam Pencarian
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang di Perairan Rupat, Dumai. (Foto: Ist/MCR)

DUMAI - Simpang siur jumlah penumpang kapal pengangkut pekerja migran indonesia (PMI) yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai, Riau, akhirnya terjawab. Sebanyak 15 orang berada di dalam kapal tersebut saat kecelakaan terjadi. Dari jumlah itu, 12 orang telah ditemukan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang dan dalam pencarian Tim SAR gabungan.

Kapal jenis speedboat bermesin ganda itu dilaporkan berangkat dari wilayah Rupat menuju Malaysia pada Jumat (14/8/2026) malam. Dalam perjalanan sekitar pukul 20.30 WIB, kapal diterjang cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang dan badai hingga akhirnya terbalik.

Sejumlah penumpang kemudian hanyut dan berupaya menyelamatkan diri. Beberapa kapal yang melintas di sekitar lokasi menemukan para korban dan membawa mereka ke Dumai. Kepolisian selanjutnya melakukan pendataan untuk memastikan jumlah serta identitas penumpang.

Berdasarkan data sementara Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, total 15 orang berada di dalam kapal. Sebanyak 12 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan tiga penumpang lainnya hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang kembali dilanjutkan pada Minggu (16/8/2026), memasuki hari kedua operasi SAR.

Untuk operasi tersebut, tim mengerahkan kapal RB 218 dengan dukungan 11 personel Rescuer Unit Siaga SAR Dumai. Tim bergerak menuju lokasi kejadian dan melakukan penyisiran berdasarkan pola pencarian yang telah ditetapkan.

Pada hari pertama pencarian, area operasi mencapai sekitar 122 nautical mile persegi. Penyisiran dihentikan sementara sekitar pukul 18.00 WIB setelah tim melakukan debriefing dan evaluasi pelaksanaan operasi.

"Memasuki hari kedua operasi SAR, Minggu (16/8/2026), tim gabungan menggelar briefing pada pukul 07.00 WIB sebelum kembali menyisir perairan untuk menemukan tiga korban yang masih hilang," kata Budi, Minggu (16/8/2026).

Area pencarian tetap mencakup sekitar 122 nautical mile persegi dengan jarak antarjalur pencarian atau track spacing 0,5 nautical mile.

Budi menegaskan, seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan selama operasi, terutama dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi laut yang dapat berubah sewaktu-waktu.

"Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan," ujarnya.

Hingga Minggu pagi, tiga dari total 15 penumpang kapal masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan terus dilakukan dan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta cuaca dan gelombang di perairan Pulau Rupat. (mcr)