logo
Musnahkan Narkoba Rp80 Miliar, Polres Bengkalis Selamatkan Ratusan Ribu Jiwa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dukung Arahan Presiden Prabowo, BSI Sediakan Tabungan Bebas Biaya Admin untuk Ma Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Sampai Kawasan Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Hotspot Riau Turun Jadi 74 Titik, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di 4 Wilayah
Tim Manggala masih berjibaku melakukan pemadaman karhutla dan penanganan lanjutan di sejumlah daerah di Riau. (Foto: Istimewa)
Hotspot Riau Turun Jadi 74 Titik, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di 4 Wilayah
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 16 Agustus 2026 | 18:26:08

PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau turun menjadi 74 titik pada Minggu (16/8/2026). Meski menurun 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 86 titik, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian karena titik panas masih tersebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, hotspot terbanyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan 22 titik, disusul Kampar 20 titik. Selanjutnya Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing sembilan titik, Kepulauan Meranti empat titik, Kuantan Singingi dan Rokan Hilir masing-masing tiga titik, serta Rokan Hulu dan Dumai masing-masing dua titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan secara keseluruhan terdapat 917 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 416 titik, disusul Jambi 109 titik, Lampung 95 titik, Bangka Belitung 94 titik dan Riau 74 titik.

Penurunan jumlah hotspot di Riau terjadi seiring meningkatnya potensi hujan di sebagian besar wilayah. Namun, kondisi tersebut belum membuat ancaman karhutla sepenuhnya mereda.

Di tengah masih terdeteksinya puluhan hotspot, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus melakukan operasi pemadaman dan penanganan lanjutan di sejumlah daerah.

Pada Minggu, operasi masih berlangsung di Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis dan Indragiri Hulu. Tim tidak hanya memburu api aktif, tetapi juga melakukan mopping up untuk memastikan bara dan sisa api benar-benar padam sehingga tidak kembali memicu kebakaran.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kekuatan personel terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Tim Manggala Agni hari ini masih melakukan pemadaman dan penanganan lanjutan di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang sudah dalam tahap mopping up, personel memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” kata Ferdian, Minggu (16/8/2026) seperti dikutip dari mediacenter riau.

Di wilayah Daops Pekanbaru, satu regu dikerahkan menangani karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari kedua.

Satu regu lainnya masih bekerja di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, yang telah memasuki hari kelima penanganan.

Sementara itu, Daops Dumai menangani beberapa titik karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis. Di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Palika, Rokan Hilir, penanganan memasuki hari kedelapan dan telah berada pada tahap mopping up.

Kondisi serupa dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Setelah tujuh hari penanganan, tim kini memastikan tidak ada bara yang tersisa dan api tidak kembali muncul.

Selain itu, satu regu Manggala Agni dikerahkan ke Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari ketiga.

Penanganan terlama berlangsung di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Karhutla di lokasi tersebut telah memasuki hari ke-14.

Sebanyak empat regu ditempatkan di sejumlah sektor untuk mempercepat pemadaman sekaligus melakukan pemantauan berkelanjutan.

Ferdian mengatakan strategi pembagian personel dilakukan agar penanganan di lapangan tetap efektif, terutama pada lokasi yang membutuhkan pengawasan intensif setelah api berhasil dipadamkan.

“Kami terus menyesuaikan kekuatan personel dengan kebutuhan di lapangan. Regu yang berada di lokasi melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali,” ujarnya.

Dukungan personel dari Daops Lahat dan Daops Siak sebelumnya telah didemobilisasi setelah kondisi lapangan dinilai tidak lagi membutuhkan tambahan kekuatan. Meski demikian, penanganan karhutla tetap dilanjutkan oleh personel di masing-masing daerah operasi.

Manggala Agni juga terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Tahap mopping up menjadi bagian penting untuk mencegah bara yang masih tersisa kembali memicu kebakaran.

“Pemantauan setelah api berhasil dipadamkan tetap kami kedepankan. Tahap mopping up penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali muncul,” kata Ferdian.

Dengan 74 hotspot yang masih terpantau dan operasi pemadaman yang masih berlangsung di sejumlah kabupaten, kewaspadaan terhadap karhutla di Riau masih harus dipertahankan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran. (*)

Hotspot Riau Turun Jadi 74 Titik, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di 4 Wilayah
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 16 Agustus 2026 | 18:26:08
Hotspot Riau Turun Jadi 74 Titik, Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di 4 Wilayah
Tim Manggala masih berjibaku melakukan pemadaman karhutla dan penanganan lanjutan di sejumlah daerah di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau turun menjadi 74 titik pada Minggu (16/8/2026). Meski menurun 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 86 titik, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian karena titik panas masih tersebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, hotspot terbanyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dengan 22 titik, disusul Kampar 20 titik. Selanjutnya Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing sembilan titik, Kepulauan Meranti empat titik, Kuantan Singingi dan Rokan Hilir masing-masing tiga titik, serta Rokan Hulu dan Dumai masing-masing dua titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan secara keseluruhan terdapat 917 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 416 titik, disusul Jambi 109 titik, Lampung 95 titik, Bangka Belitung 94 titik dan Riau 74 titik.

Penurunan jumlah hotspot di Riau terjadi seiring meningkatnya potensi hujan di sebagian besar wilayah. Namun, kondisi tersebut belum membuat ancaman karhutla sepenuhnya mereda.

Di tengah masih terdeteksinya puluhan hotspot, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera terus melakukan operasi pemadaman dan penanganan lanjutan di sejumlah daerah.

Pada Minggu, operasi masih berlangsung di Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis dan Indragiri Hulu. Tim tidak hanya memburu api aktif, tetapi juga melakukan mopping up untuk memastikan bara dan sisa api benar-benar padam sehingga tidak kembali memicu kebakaran.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kekuatan personel terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Tim Manggala Agni hari ini masih melakukan pemadaman dan penanganan lanjutan di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang sudah dalam tahap mopping up, personel memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” kata Ferdian, Minggu (16/8/2026) seperti dikutip dari mediacenter riau.

Di wilayah Daops Pekanbaru, satu regu dikerahkan menangani karhutla di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari kedua.

Satu regu lainnya masih bekerja di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, yang telah memasuki hari kelima penanganan.

Sementara itu, Daops Dumai menangani beberapa titik karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan Bengkalis. Di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Palika, Rokan Hilir, penanganan memasuki hari kedelapan dan telah berada pada tahap mopping up.

Kondisi serupa dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Setelah tujuh hari penanganan, tim kini memastikan tidak ada bara yang tersisa dan api tidak kembali muncul.

Selain itu, satu regu Manggala Agni dikerahkan ke Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Penanganan di lokasi tersebut memasuki hari ketiga.

Penanganan terlama berlangsung di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Karhutla di lokasi tersebut telah memasuki hari ke-14.

Sebanyak empat regu ditempatkan di sejumlah sektor untuk mempercepat pemadaman sekaligus melakukan pemantauan berkelanjutan.

Ferdian mengatakan strategi pembagian personel dilakukan agar penanganan di lapangan tetap efektif, terutama pada lokasi yang membutuhkan pengawasan intensif setelah api berhasil dipadamkan.

“Kami terus menyesuaikan kekuatan personel dengan kebutuhan di lapangan. Regu yang berada di lokasi melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali,” ujarnya.

Dukungan personel dari Daops Lahat dan Daops Siak sebelumnya telah didemobilisasi setelah kondisi lapangan dinilai tidak lagi membutuhkan tambahan kekuatan. Meski demikian, penanganan karhutla tetap dilanjutkan oleh personel di masing-masing daerah operasi.

Manggala Agni juga terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Tahap mopping up menjadi bagian penting untuk mencegah bara yang masih tersisa kembali memicu kebakaran.

“Pemantauan setelah api berhasil dipadamkan tetap kami kedepankan. Tahap mopping up penting untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan mencegah api kembali muncul,” kata Ferdian.

Dengan 74 hotspot yang masih terpantau dan operasi pemadaman yang masih berlangsung di sejumlah kabupaten, kewaspadaan terhadap karhutla di Riau masih harus dipertahankan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran. (*)