logo
Dukung Arahan Presiden Prabowo, BSI Sediakan Tabungan Bebas Biaya Admin untuk Ma Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Sampai Kawasan Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pancing Paku Pakai Kaca Spion hingga Panjat Pisang, Semarak HUT RI  ke 81 di Pekanbaru
Pancing paku semarakkan HUT RI ke-81.(ft:Ferdi/pekanbarutv)
Pancing Paku Pakai Kaca Spion hingga Panjat Pisang, Semarak HUT RI ke 81 di Pekanbaru
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 17 Agustus 2026 | 21:52:14

PEKANBARU-Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di salah satu lingkungan warga di Pekanbaru berlangsung meriah, Senin (17/8/2026). Bukan sekadar lomba makan kerupuk dan balap karung, warga menghadirkan sejumlah permainan unik yang mengundang tawa dan membuat suasana semakin semarak.

Lapangan terbuka di kawasan permukiman dipadati warga yang datang menyaksikan sekaligus mengikuti berbagai perlombaan. Anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak terlihat antusias mengambil bagian dalam kegiatan yang dikemas sederhana namun penuh hiburan.

Salah satu perlombaan yang paling menyedot perhatian adalah panjat pisang. Jika biasanya peserta harus memanjat batang pohon yang berdiri tegak, kali ini panitia membuat konsep berbeda. Pohon pisang digantung dan ditempatkan di atas kolam.

Peserta harus berusaha meraih hadiah sambil menjaga keseimbangan. Setiap gerakan membuat batang pohon bergoyang, sehingga peserta tak jarang kehilangan pijakan dan tercebur ke dalam kolam.

iklan-view

“Lomba panjat pisang ini memang kita buat berbeda. Pohonnya digantung dan di bawahnya ada kolam. Pasti seru lihat mereka jatuh bangun, apalagi kalau bergoyang, pasti jatuh ke air,” kata Surapto, Ketua RT 01 sekaligus perwakilan panitia.

Selain panjat pisang, warga juga ditantang mengikuti lomba pancing paku. Uniknya, peserta tidak menggunakan alat pancing biasa. Paku harus diarahkan masuk ke dalam botol dengan bantuan kaca spion.

Permainan tersebut membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Peserta yang mengikuti lomba harus mampu mengendalikan gerakan secara perlahan agar paku tepat masuk ke sasaran.

Sejumlah perlombaan tradisional tetap dipertahankan untuk memeriahkan suasana, di antaranya makan kerupuk dan balap karung. Permainan tersebut menjadi hiburan tersendiri karena peserta dari berbagai usia ikut ambil bagian.

Menurut Surapto, persiapan kegiatan dilakukan sekitar satu pekan. Warga bergotong royong menyiapkan arena, perlengkapan lomba hingga hadiah bagi para pemenang.

Dukungan juga datang dari pelaku usaha dan sejumlah pihak di lingkungan sekitar. Panitia mendapatkan bantuan sponsor untuk mempercantik gapura serta dukungan dana yang digunakan membeli hadiah perlombaan.

“Kita dapat sponsor dari Honda untuk hias gapura di simpang. Alhamdulillah, kita dapat bantuan juga dari PT Jarum Super dalam bentuk uang untuk membeli hadiah. Pengusaha di wilayah kita juga kita libatkan dan minta partisipasinya,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta dan penonton yang mencapai ratusan orang. Panitia mencatat sekitar 40 bapak-bapak, 40 ibu-ibu serta hampir 100 anak-anak ikut meramaikan kegiatan.

Keseruan semakin bertambah dengan pembagian kupon doorprize yang rencananya diundi setelah salat Ashar. Hadiah tersebut menjadi salah satu yang paling ditunggu warga.

Bagi masyarakat setempat, perlombaan bukan hanya soal menang atau mendapatkan hadiah. Kegiatan ini menjadi ruang berkumpul, bersenda gurau sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Semangat gotong royong dan keceriaan yang tercipta membuat perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan tersebut terasa lebih hidup. Kemerdekaan dirayakan dengan cara sederhana, tetapi mampu menghadirkan kebersamaan yang dirasakan seluruh warga.(*)

Home / News
Pancing Paku Pakai Kaca Spion hingga Panjat Pisang, Semarak HUT RI ke 81 di Pekanbaru
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: news | 17 Agustus 2026 | 21:52:14
Pancing Paku Pakai Kaca Spion hingga Panjat Pisang, Semarak HUT RI  ke 81 di Pekanbaru
Pancing paku semarakkan HUT RI ke-81.(ft:Ferdi/pekanbarutv)

PEKANBARU-Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di salah satu lingkungan warga di Pekanbaru berlangsung meriah, Senin (17/8/2026). Bukan sekadar lomba makan kerupuk dan balap karung, warga menghadirkan sejumlah permainan unik yang mengundang tawa dan membuat suasana semakin semarak.

Lapangan terbuka di kawasan permukiman dipadati warga yang datang menyaksikan sekaligus mengikuti berbagai perlombaan. Anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak terlihat antusias mengambil bagian dalam kegiatan yang dikemas sederhana namun penuh hiburan.

Salah satu perlombaan yang paling menyedot perhatian adalah panjat pisang. Jika biasanya peserta harus memanjat batang pohon yang berdiri tegak, kali ini panitia membuat konsep berbeda. Pohon pisang digantung dan ditempatkan di atas kolam.

Peserta harus berusaha meraih hadiah sambil menjaga keseimbangan. Setiap gerakan membuat batang pohon bergoyang, sehingga peserta tak jarang kehilangan pijakan dan tercebur ke dalam kolam.

“Lomba panjat pisang ini memang kita buat berbeda. Pohonnya digantung dan di bawahnya ada kolam. Pasti seru lihat mereka jatuh bangun, apalagi kalau bergoyang, pasti jatuh ke air,” kata Surapto, Ketua RT 01 sekaligus perwakilan panitia.

Selain panjat pisang, warga juga ditantang mengikuti lomba pancing paku. Uniknya, peserta tidak menggunakan alat pancing biasa. Paku harus diarahkan masuk ke dalam botol dengan bantuan kaca spion.

Permainan tersebut membutuhkan konsentrasi dan ketepatan. Peserta yang mengikuti lomba harus mampu mengendalikan gerakan secara perlahan agar paku tepat masuk ke sasaran.

Sejumlah perlombaan tradisional tetap dipertahankan untuk memeriahkan suasana, di antaranya makan kerupuk dan balap karung. Permainan tersebut menjadi hiburan tersendiri karena peserta dari berbagai usia ikut ambil bagian.

Menurut Surapto, persiapan kegiatan dilakukan sekitar satu pekan. Warga bergotong royong menyiapkan arena, perlengkapan lomba hingga hadiah bagi para pemenang.

Dukungan juga datang dari pelaku usaha dan sejumlah pihak di lingkungan sekitar. Panitia mendapatkan bantuan sponsor untuk mempercantik gapura serta dukungan dana yang digunakan membeli hadiah perlombaan.

“Kita dapat sponsor dari Honda untuk hias gapura di simpang. Alhamdulillah, kita dapat bantuan juga dari PT Jarum Super dalam bentuk uang untuk membeli hadiah. Pengusaha di wilayah kita juga kita libatkan dan minta partisipasinya,” ujarnya.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta dan penonton yang mencapai ratusan orang. Panitia mencatat sekitar 40 bapak-bapak, 40 ibu-ibu serta hampir 100 anak-anak ikut meramaikan kegiatan.

Keseruan semakin bertambah dengan pembagian kupon doorprize yang rencananya diundi setelah salat Ashar. Hadiah tersebut menjadi salah satu yang paling ditunggu warga.

Bagi masyarakat setempat, perlombaan bukan hanya soal menang atau mendapatkan hadiah. Kegiatan ini menjadi ruang berkumpul, bersenda gurau sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Semangat gotong royong dan keceriaan yang tercipta membuat perayaan HUT ke-81 RI di lingkungan tersebut terasa lebih hidup. Kemerdekaan dirayakan dengan cara sederhana, tetapi mampu menghadirkan kebersamaan yang dirasakan seluruh warga.(*)