logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Hotspot Riau Capai 75 Titik, Pelalawan Tertinggi dengan 38 Titik
BMKG hari ini memantau kemunculan 75 hotspot di Riau. (Foto: Istimewa)
Hotspot Riau Capai 75 Titik, Pelalawan Tertinggi dengan 38 Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 18 Agustus 2026 | 10:27:48

PEKANBARU-Sebanyak 75 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di Riau. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB malam tadi, titik panas terbanyak masih berada di Pelalawan dengan jumlah 38 titik.

Data tersebut juga memantau hotspot di Sumatera sebanyak 602 titik panas. Riau berada di antara provinsi yang memiliki sebaran titik panas dalam pemantauan tersebut.

Untuk Riau, titik panas tersebar di Pelalawan dengan 38 titik panas, disusul Rokan Hulu sebanyak 9 titik dan Kampar 8 titik. Kemudian Siak 6 titik, Rokan Hilir 4 titik dan Dumai terpantau 4 titik.

iklan-view

Sementara itu, Kepulauan Meranti terpantau 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Bengkalis 1 titik dan Indragiri Hilir 1 titik.

Sebaran tersebut memperlihatkan, hotspot Riau tidak terkonsentrasi hanya di satu wilayah. Namun, jumlah di Pelalawan jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain yang masuk dalam pemantauan.

Dari total 75 titik panas di Riau, menurut Forecaster On Duty BMKG, Yasir P, sebanyak 38 titik berada di Pelalawan. Artinya, lebih dari separuh titik panas Riau dalam data tersebut berada di kabupaten itu.

Rokan Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbesar kedua, yakni 9 titik. Selanjutnya Kampar dengan 8 titik dan Siak 6 titik.

Daerah lainnya memiliki jumlah titik panas lebih sedikit, dengan masing-masing berada pada kisaran satu hingga empat titik berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan.

Hotspot sendiri merupakan titik yang terdeteksi memiliki indikasi suhu permukaan relatif tinggi melalui pemantauan satelit. 

Data hotspot menjadi salah satu instrumen pemantauan untuk melihat indikasi adanya aktivitas panas di permukaan, tetapi keberadaan titik panas tidak secara otomatis berarti setiap titik merupakan kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, data hotspot perlu ditempatkan sebagai informasi pemantauan awal yang membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Sumatera Catat 602 Hotspot

Secara regional, menurut Yasir, pemantauan hingga pukul 23.00 WIB mencatat 602 titik panas di wilayah Sumatera.

Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 172 titik. Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 165 titik, sedangkan Lampung tercatat memiliki 87 titik panas. 

Besarnya jumlah hotspot di beberapa provinsi menunjukkan, pemantauan kondisi lingkungan masih menjadi bagian penting dalam perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer di Sumatera. Sebaran titik panas dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kelembapan, aktivitas permukaan dan faktor lainnya.

Di Riau sendiri, konsentrasi hotspot terbesar berada di Pelalawan. Kondisi ini membuat perkembangan titik panas di wilayah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan kondisi lingkungan Riau. (*)

Home / News
Hotspot Riau Capai 75 Titik, Pelalawan Tertinggi dengan 38 Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 18 Agustus 2026 | 10:27:48
Hotspot Riau Capai 75 Titik, Pelalawan Tertinggi dengan 38 Titik
BMKG hari ini memantau kemunculan 75 hotspot di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebanyak 75 titik panas atau hotspot masih terdeteksi di Riau. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB malam tadi, titik panas terbanyak masih berada di Pelalawan dengan jumlah 38 titik.

Data tersebut juga memantau hotspot di Sumatera sebanyak 602 titik panas. Riau berada di antara provinsi yang memiliki sebaran titik panas dalam pemantauan tersebut.

Untuk Riau, titik panas tersebar di Pelalawan dengan 38 titik panas, disusul Rokan Hulu sebanyak 9 titik dan Kampar 8 titik. Kemudian Siak 6 titik, Rokan Hilir 4 titik dan Dumai terpantau 4 titik.

Sementara itu, Kepulauan Meranti terpantau 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Bengkalis 1 titik dan Indragiri Hilir 1 titik.

Sebaran tersebut memperlihatkan, hotspot Riau tidak terkonsentrasi hanya di satu wilayah. Namun, jumlah di Pelalawan jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain yang masuk dalam pemantauan.

Dari total 75 titik panas di Riau, menurut Forecaster On Duty BMKG, Yasir P, sebanyak 38 titik berada di Pelalawan. Artinya, lebih dari separuh titik panas Riau dalam data tersebut berada di kabupaten itu.

Rokan Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbesar kedua, yakni 9 titik. Selanjutnya Kampar dengan 8 titik dan Siak 6 titik.

Daerah lainnya memiliki jumlah titik panas lebih sedikit, dengan masing-masing berada pada kisaran satu hingga empat titik berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan.

Hotspot sendiri merupakan titik yang terdeteksi memiliki indikasi suhu permukaan relatif tinggi melalui pemantauan satelit. 

Data hotspot menjadi salah satu instrumen pemantauan untuk melihat indikasi adanya aktivitas panas di permukaan, tetapi keberadaan titik panas tidak secara otomatis berarti setiap titik merupakan kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, data hotspot perlu ditempatkan sebagai informasi pemantauan awal yang membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Sumatera Catat 602 Hotspot

Secara regional, menurut Yasir, pemantauan hingga pukul 23.00 WIB mencatat 602 titik panas di wilayah Sumatera.

Bangka Belitung menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 172 titik. Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan 165 titik, sedangkan Lampung tercatat memiliki 87 titik panas. 

Besarnya jumlah hotspot di beberapa provinsi menunjukkan, pemantauan kondisi lingkungan masih menjadi bagian penting dalam perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer di Sumatera. Sebaran titik panas dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kelembapan, aktivitas permukaan dan faktor lainnya.

Di Riau sendiri, konsentrasi hotspot terbesar berada di Pelalawan. Kondisi ini membuat perkembangan titik panas di wilayah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pemantauan kondisi lingkungan Riau. (*)