logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Padang
FMI Sumbar Salurkan Bantuan, Warga Senyum Semringah
FMI Sumatera Barat menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa)
FMI Sumbar Salurkan Bantuan, Warga Senyum Semringah
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 20 Agustus 2026 | 09:15:16

PADANG-Meski telah berlalu lebih dari dua minggu, Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengprov Sumatera Barat, menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir akibat bencana hidrometeorologi, 3 Agustus lalu.

Bantuan yang disalurkan, merupakan bantuan yang bisa dimanfaatkan korban untuk waktu yang lama, seperti kompor beserta tabung gas 3 kg, beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, FMI juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, serta makanan siap santap sebanyak 4 kali makan.

Ketua Umum FMI Pengprov Sumatera Barat, Didi Cahyadi Ningrat mengatakan, pemberian air mineral dan makanan siap santap ini untuk menjaga kesinambungan pangan dan minum air bersih bagi korban terdampak, pasalnya, pasca banjir, sumber air di daerah bencana, banyak yang tidak layak untuk dikonsumsi.

iklan-view

Sedangan pemberian makanan siap santap, memudahkan korban untuk memenuhi makannya sehari-hari, karena mereka tak perlu lagi memasak.

Didi menambahkan, pihaknya sengaja memberikan bantuan dalam kurun waktu yang lama pasca bencana banjir bandang itu, karena pihaknya ingin memastikan bantuan apa saja yang dibutuhkan warga terdampak, agar bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, konsep kita ini didukung oleh BSI Maslahat, sebuah lembaga amil zakat Nasional, sekaligus mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga mereka tak sungkan mengucurkan dana untuk kita salurkan berupa barang barang yang dibutuhkan korban”, tuturnya.

Bantuan itu sendiri diserahkan secara bertahap di posko korban banjir Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat oleh Hidayat, Wakil Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat didampingi Deni Prima Kurnia, koordinator kegiatan kemanusiaan ini.

Tim FMI Sumatera Barat mengangkat bantuan warga terdampak banjir. (Foto: Istimewa)

Menurut Ketua RT 02, Adenan Saputra dan Busra sebagai Ketua RT 04, mereka sangat berterima kasih kepada FMI yang telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.

Sebagai informasi, Senin 3 Agustus lalu, hujan deras mengguyur Kota Padang dan menyebabkan Sungai Guo yang mengalir di tengah permukiman, meluap.

Akibatnya, warga tidak dapat mengungsi, karena satu-satunya akses jalan keluar dari permukiman terendam banjir cukup dalam dan tidak bisa dilalui.

Kondisi itu membuat masyarakat terisolasi selama beberapa jam di tengah derasnya aliran Sungai Guo yang terus meningkat.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun bencana hidrometeorologi itu menyebabkan puluhan KK terdampak. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri, sedangkan barang barang dan perabotan rumah tangga, habis disapu banjir. (*)

Home / News
FMI Sumbar Salurkan Bantuan, Warga Senyum Semringah
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 20 Agustus 2026 | 09:15:16
FMI Sumbar Salurkan Bantuan, Warga Senyum Semringah
FMI Sumatera Barat menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa)

PADANG-Meski telah berlalu lebih dari dua minggu, Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengprov Sumatera Barat, menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir akibat bencana hidrometeorologi, 3 Agustus lalu.

Bantuan yang disalurkan, merupakan bantuan yang bisa dimanfaatkan korban untuk waktu yang lama, seperti kompor beserta tabung gas 3 kg, beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, FMI juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, serta makanan siap santap sebanyak 4 kali makan.

Ketua Umum FMI Pengprov Sumatera Barat, Didi Cahyadi Ningrat mengatakan, pemberian air mineral dan makanan siap santap ini untuk menjaga kesinambungan pangan dan minum air bersih bagi korban terdampak, pasalnya, pasca banjir, sumber air di daerah bencana, banyak yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Sedangan pemberian makanan siap santap, memudahkan korban untuk memenuhi makannya sehari-hari, karena mereka tak perlu lagi memasak.

Didi menambahkan, pihaknya sengaja memberikan bantuan dalam kurun waktu yang lama pasca bencana banjir bandang itu, karena pihaknya ingin memastikan bantuan apa saja yang dibutuhkan warga terdampak, agar bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, konsep kita ini didukung oleh BSI Maslahat, sebuah lembaga amil zakat Nasional, sekaligus mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga mereka tak sungkan mengucurkan dana untuk kita salurkan berupa barang barang yang dibutuhkan korban”, tuturnya.

Bantuan itu sendiri diserahkan secara bertahap di posko korban banjir Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat oleh Hidayat, Wakil Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat didampingi Deni Prima Kurnia, koordinator kegiatan kemanusiaan ini.

Tim FMI Sumatera Barat mengangkat bantuan warga terdampak banjir. (Foto: Istimewa)

Menurut Ketua RT 02, Adenan Saputra dan Busra sebagai Ketua RT 04, mereka sangat berterima kasih kepada FMI yang telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.

Sebagai informasi, Senin 3 Agustus lalu, hujan deras mengguyur Kota Padang dan menyebabkan Sungai Guo yang mengalir di tengah permukiman, meluap.

Akibatnya, warga tidak dapat mengungsi, karena satu-satunya akses jalan keluar dari permukiman terendam banjir cukup dalam dan tidak bisa dilalui.

Kondisi itu membuat masyarakat terisolasi selama beberapa jam di tengah derasnya aliran Sungai Guo yang terus meningkat.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun bencana hidrometeorologi itu menyebabkan puluhan KK terdampak. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri, sedangkan barang barang dan perabotan rumah tangga, habis disapu banjir. (*)