
PADANG-Meski telah berlalu lebih dari dua minggu, Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengprov Sumatera Barat, menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir akibat bencana hidrometeorologi, 3 Agustus lalu.
Bantuan yang disalurkan, merupakan bantuan yang bisa dimanfaatkan korban untuk waktu yang lama, seperti kompor beserta tabung gas 3 kg, beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, FMI juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, serta makanan siap santap sebanyak 4 kali makan.
Ketua Umum FMI Pengprov Sumatera Barat, Didi Cahyadi Ningrat mengatakan, pemberian air mineral dan makanan siap santap ini untuk menjaga kesinambungan pangan dan minum air bersih bagi korban terdampak, pasalnya, pasca banjir, sumber air di daerah bencana, banyak yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Sedangan pemberian makanan siap santap, memudahkan korban untuk memenuhi makannya sehari-hari, karena mereka tak perlu lagi memasak.
Didi menambahkan, pihaknya sengaja memberikan bantuan dalam kurun waktu yang lama pasca bencana banjir bandang itu, karena pihaknya ingin memastikan bantuan apa saja yang dibutuhkan warga terdampak, agar bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, konsep kita ini didukung oleh BSI Maslahat, sebuah lembaga amil zakat Nasional, sekaligus mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga mereka tak sungkan mengucurkan dana untuk kita salurkan berupa barang barang yang dibutuhkan korban”, tuturnya.
Bantuan itu sendiri diserahkan secara bertahap di posko korban banjir Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat oleh Hidayat, Wakil Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat didampingi Deni Prima Kurnia, koordinator kegiatan kemanusiaan ini.

Tim FMI Sumatera Barat mengangkat bantuan warga terdampak banjir. (Foto: Istimewa)
Menurut Ketua RT 02, Adenan Saputra dan Busra sebagai Ketua RT 04, mereka sangat berterima kasih kepada FMI yang telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.
Sebagai informasi, Senin 3 Agustus lalu, hujan deras mengguyur Kota Padang dan menyebabkan Sungai Guo yang mengalir di tengah permukiman, meluap.
Akibatnya, warga tidak dapat mengungsi, karena satu-satunya akses jalan keluar dari permukiman terendam banjir cukup dalam dan tidak bisa dilalui.
Kondisi itu membuat masyarakat terisolasi selama beberapa jam di tengah derasnya aliran Sungai Guo yang terus meningkat.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun bencana hidrometeorologi itu menyebabkan puluhan KK terdampak. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri, sedangkan barang barang dan perabotan rumah tangga, habis disapu banjir. (*)




PADANG-Meski telah berlalu lebih dari dua minggu, Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) Pengprov Sumatera Barat, menyalurkan bantuan kepada 40 KK dan 225 warga yang terdampak banjir akibat bencana hidrometeorologi, 3 Agustus lalu.
Bantuan yang disalurkan, merupakan bantuan yang bisa dimanfaatkan korban untuk waktu yang lama, seperti kompor beserta tabung gas 3 kg, beras, gula, dan minyak goreng. Selain itu, FMI juga menyalurkan bantuan berupa air mineral, serta makanan siap santap sebanyak 4 kali makan.
Ketua Umum FMI Pengprov Sumatera Barat, Didi Cahyadi Ningrat mengatakan, pemberian air mineral dan makanan siap santap ini untuk menjaga kesinambungan pangan dan minum air bersih bagi korban terdampak, pasalnya, pasca banjir, sumber air di daerah bencana, banyak yang tidak layak untuk dikonsumsi.
Sedangan pemberian makanan siap santap, memudahkan korban untuk memenuhi makannya sehari-hari, karena mereka tak perlu lagi memasak.
Didi menambahkan, pihaknya sengaja memberikan bantuan dalam kurun waktu yang lama pasca bencana banjir bandang itu, karena pihaknya ingin memastikan bantuan apa saja yang dibutuhkan warga terdampak, agar bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, konsep kita ini didukung oleh BSI Maslahat, sebuah lembaga amil zakat Nasional, sekaligus mitra strategis PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sehingga mereka tak sungkan mengucurkan dana untuk kita salurkan berupa barang barang yang dibutuhkan korban”, tuturnya.
Bantuan itu sendiri diserahkan secara bertahap di posko korban banjir Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat oleh Hidayat, Wakil Ketua FMI Pengprov Sumatera Barat didampingi Deni Prima Kurnia, koordinator kegiatan kemanusiaan ini.

Tim FMI Sumatera Barat mengangkat bantuan warga terdampak banjir. (Foto: Istimewa)
Menurut Ketua RT 02, Adenan Saputra dan Busra sebagai Ketua RT 04, mereka sangat berterima kasih kepada FMI yang telah menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana.
Sebagai informasi, Senin 3 Agustus lalu, hujan deras mengguyur Kota Padang dan menyebabkan Sungai Guo yang mengalir di tengah permukiman, meluap.
Akibatnya, warga tidak dapat mengungsi, karena satu-satunya akses jalan keluar dari permukiman terendam banjir cukup dalam dan tidak bisa dilalui.
Kondisi itu membuat masyarakat terisolasi selama beberapa jam di tengah derasnya aliran Sungai Guo yang terus meningkat.
Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun bencana hidrometeorologi itu menyebabkan puluhan KK terdampak. Mereka hanya bisa menyelamatkan diri, sedangkan barang barang dan perabotan rumah tangga, habis disapu banjir. (*)