
PEKANBARU-Nilai ekspor Riau mencapai US$10,49 miliar sepanjang Januari–Juni 2026, naik 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di tengah penurunan ekspor pada Juni 2026, kinerja perdagangan luar negeri Riau secara kumulatif masih tumbuh. Peningkatan terutama ditopang ekspor nonmigas dan menguatnya sejumlah komoditas unggulan, termasuk lemak dan minyak hewan/nabati.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menunjukkan, nilai ekspor nonmigas Riau selama semester pertama 2026 mencapai US$10,15 miliar. Angka tersebut meningkat 6,99 persen dibandingkan Januari–Juni 2025.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan, pertumbuhan ekspor tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja ekspor nonmigas.
"Nilai ekspor nonmigas Riau Januari–Juni 2026 mencapai US$10,15 miliar atau naik 6,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Asep, Kamis (20/8/2026).
Angka kumulatif tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Riau masih memiliki daya tahan sepanjang paruh pertama tahun ini. Namun, kinerja bulanan memperlihatkan adanya tekanan pada Juni.
Juni 2026, nilai ekspor Riau tercatat US$1,89 miliar. Nilai tersebut turun 5,35 persen dibandingkan Juni 2025.
Penurunan paling mencolok terjadi pada ekspor migas. Pada Juni 2026, ekspor migas tercatat turun 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara ekspor nonmigas pada Juni 2026 mencapai US$1,89 miliar. Nilai tersebut turun 2,29 persen secara tahunan.
Perbedaan antara kinerja bulanan dan semesteran menjadi salah satu gambaran penting dalam membaca perdagangan luar negeri Riau. Meski Juni mengalami kontraksi, akumulasi enam bulan pertama masih mencatat pertumbuhan positif.
Komoditas Minyak dan Lemak Menguat
Dari sisi komoditas, pertumbuhan ekspor Riau selama semester pertama 2026 tidak terjadi secara merata.
Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi salah satu penopang penting. Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat US$525,32 juta atau 9,87 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2025.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam struktur ekspor Riau sepanjang semester pertama tahun ini.
Namun, sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Bubur kayu atau pulp tercatat sebagai komoditas dengan penurunan terbesar.
Nilai ekspor pulp berkurang US$128,95 juta atau turun 13,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pergerakan dua komoditas tersebut memperlihatkan bahwa kinerja ekspor Riau tetap dipengaruhi perubahan kontribusi masing-masing sektor dan komoditas. Kenaikan pada komoditas tertentu mampu menopang penurunan pada komoditas lainnya.
Bagi perekonomian Riau, perkembangan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas industri pengolahan dan perdagangan komoditas yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah. (*)




PEKANBARU-Nilai ekspor Riau mencapai US$10,49 miliar sepanjang Januari–Juni 2026, naik 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di tengah penurunan ekspor pada Juni 2026, kinerja perdagangan luar negeri Riau secara kumulatif masih tumbuh. Peningkatan terutama ditopang ekspor nonmigas dan menguatnya sejumlah komoditas unggulan, termasuk lemak dan minyak hewan/nabati.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau menunjukkan, nilai ekspor nonmigas Riau selama semester pertama 2026 mencapai US$10,15 miliar. Angka tersebut meningkat 6,99 persen dibandingkan Januari–Juni 2025.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan, pertumbuhan ekspor tersebut sejalan dengan peningkatan kinerja ekspor nonmigas.
"Nilai ekspor nonmigas Riau Januari–Juni 2026 mencapai US$10,15 miliar atau naik 6,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Asep, Kamis (20/8/2026).
Angka kumulatif tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Riau masih memiliki daya tahan sepanjang paruh pertama tahun ini. Namun, kinerja bulanan memperlihatkan adanya tekanan pada Juni.
Juni 2026, nilai ekspor Riau tercatat US$1,89 miliar. Nilai tersebut turun 5,35 persen dibandingkan Juni 2025.
Penurunan paling mencolok terjadi pada ekspor migas. Pada Juni 2026, ekspor migas tercatat turun 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara ekspor nonmigas pada Juni 2026 mencapai US$1,89 miliar. Nilai tersebut turun 2,29 persen secara tahunan.
Perbedaan antara kinerja bulanan dan semesteran menjadi salah satu gambaran penting dalam membaca perdagangan luar negeri Riau. Meski Juni mengalami kontraksi, akumulasi enam bulan pertama masih mencatat pertumbuhan positif.
Komoditas Minyak dan Lemak Menguat
Dari sisi komoditas, pertumbuhan ekspor Riau selama semester pertama 2026 tidak terjadi secara merata.
Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati menjadi salah satu penopang penting. Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat US$525,32 juta atau 9,87 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2025.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu perubahan terbesar dalam struktur ekspor Riau sepanjang semester pertama tahun ini.
Namun, sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Bubur kayu atau pulp tercatat sebagai komoditas dengan penurunan terbesar.
Nilai ekspor pulp berkurang US$128,95 juta atau turun 13,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pergerakan dua komoditas tersebut memperlihatkan bahwa kinerja ekspor Riau tetap dipengaruhi perubahan kontribusi masing-masing sektor dan komoditas. Kenaikan pada komoditas tertentu mampu menopang penurunan pada komoditas lainnya.
Bagi perekonomian Riau, perkembangan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas industri pengolahan dan perdagangan komoditas yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah. (*)