logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kampar
Lebih dari 180 Siswa Keracunan MBG di Riau, Wabup Kampar Sesalkan Kejadian Ini
Wakil Bupati Kampar Misharti melihat siswa yang menjadi korban keracunan MBG di Tapung (ft:Rakasagara/pekanbarutv)
Lebih dari 180 Siswa Keracunan MBG di Riau, Wabup Kampar Sesalkan Kejadian Ini
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 20 Agustus 2026 | 16:49:26

KAMPAR-Lebih dari 180 orang siswa mengalami keracunan MBG di Provinsi Riau, di dua daerah Kabupaten Kampar dan Kota Dumai. Jumlah siswa yang keracunan di Kabupaten Kampar di dua sekolah SMK Negeri 1 Tapung dan SD 008 Rimba Beringin terus meningkat sejak Selasa (18/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026) dan mencapai 151 siswa. Sedangkan di Kota Dumai sebanyak 45 siswa mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban berasal dari dua sekolah dasar berbeda di kawasan Buluh Kasap dan langsung mendapat perawatan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai.

Gejala yang dilami siswa dari dua daerah ini hampir sama, mual, pusing-pusing dan muntah-muntah.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian menyebutkan, siswa keracunan di SMK Negeri 1 Tapung sebanyak 138 siswa dan 13 siswa di SD Negeri 008 Rimba Beringin.

iklan-view

Mereka mendapat perawatan di Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai Tapung Hulu dan RS Tandun, Rokan Hulu.

"Ada 4 orang (masih dirawat) di Puskesmas Tapung Perawatan. Ini yang masuk tadi pagi," katanya.

Dikatakannya,mereka mengalami gejala keracunan makanan.

"Mereka mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare," ujarnya.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar Dr Hj Misharti turun langsung memastikan informasi dugaan keracunan makanan yang dikonsumsi oleh siswa SMKN 01 dan Pondok Pesantren Al Muktas di Kecamatan Tapung Hulu pada hari Rabu (19/08/2026) pagi, kemarin bersama dengan pejabat di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini,  jumlah data terakhir saat peninjauan siswa keracunan makanan MBG di UPTD Pukesmas Sukaramai, kecamatan Tapung Hulu berjumlah 80 siswa dan UPT Puskesmas kecamatan Tapung berjumlah 65 siswa," imbuhnya.

Misharti juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan ikut memastikan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak. Ia menyebut meskipun pelaksanaan program berada di bawah KPPG, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak di wilayahnya.

“Nah, walaupun KPPG yang melakukan, tapi kami juga kesehatan anak-anak tanggung jawab kami. Makanya saya cek tuh kesehatannya di puskesmas,” ujarnya.

Selain memastikan kondisi korban, Misharti mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program di lapangan.

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator wilayah, serta Satgas MBG melakukan pembinaan dan penguatan terhadap SPPG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Tentu harus ada tindakan dari BGN dan Korwil serta Satgas MBG untuk SPPG-SPPG mungkin yang perlu dibina, yang perlu harus dilakukan penguatan-penguatan sehingga tidak terjadi lagi keracunan seperti yang sekarang,” tutup Misharti.

Home / News
Lebih dari 180 Siswa Keracunan MBG di Riau, Wabup Kampar Sesalkan Kejadian Ini
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 20 Agustus 2026 | 16:49:26
Lebih dari 180 Siswa Keracunan MBG di Riau, Wabup Kampar Sesalkan Kejadian Ini
Wakil Bupati Kampar Misharti melihat siswa yang menjadi korban keracunan MBG di Tapung (ft:Rakasagara/pekanbarutv)

KAMPAR-Lebih dari 180 orang siswa mengalami keracunan MBG di Provinsi Riau, di dua daerah Kabupaten Kampar dan Kota Dumai. Jumlah siswa yang keracunan di Kabupaten Kampar di dua sekolah SMK Negeri 1 Tapung dan SD 008 Rimba Beringin terus meningkat sejak Selasa (18/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026) dan mencapai 151 siswa. Sedangkan di Kota Dumai sebanyak 45 siswa mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban berasal dari dua sekolah dasar berbeda di kawasan Buluh Kasap dan langsung mendapat perawatan medis di RSUD dr Suhatman Kota Dumai.

Gejala yang dilami siswa dari dua daerah ini hampir sama, mual, pusing-pusing dan muntah-muntah.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian menyebutkan, siswa keracunan di SMK Negeri 1 Tapung sebanyak 138 siswa dan 13 siswa di SD Negeri 008 Rimba Beringin.

Mereka mendapat perawatan di Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai Tapung Hulu dan RS Tandun, Rokan Hulu.

"Ada 4 orang (masih dirawat) di Puskesmas Tapung Perawatan. Ini yang masuk tadi pagi," katanya.

Dikatakannya,mereka mengalami gejala keracunan makanan.

"Mereka mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare," ujarnya.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar Dr Hj Misharti turun langsung memastikan informasi dugaan keracunan makanan yang dikonsumsi oleh siswa SMKN 01 dan Pondok Pesantren Al Muktas di Kecamatan Tapung Hulu pada hari Rabu (19/08/2026) pagi, kemarin bersama dengan pejabat di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini,  jumlah data terakhir saat peninjauan siswa keracunan makanan MBG di UPTD Pukesmas Sukaramai, kecamatan Tapung Hulu berjumlah 80 siswa dan UPT Puskesmas kecamatan Tapung berjumlah 65 siswa," imbuhnya.

Misharti juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan ikut memastikan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak. Ia menyebut meskipun pelaksanaan program berada di bawah KPPG, pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan anak-anak di wilayahnya.

“Nah, walaupun KPPG yang melakukan, tapi kami juga kesehatan anak-anak tanggung jawab kami. Makanya saya cek tuh kesehatannya di puskesmas,” ujarnya.

Selain memastikan kondisi korban, Misharti mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, khususnya terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program di lapangan.

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator wilayah, serta Satgas MBG melakukan pembinaan dan penguatan terhadap SPPG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Tentu harus ada tindakan dari BGN dan Korwil serta Satgas MBG untuk SPPG-SPPG mungkin yang perlu dibina, yang perlu harus dilakukan penguatan-penguatan sehingga tidak terjadi lagi keracunan seperti yang sekarang,” tutup Misharti.