logo
Terjadi di Pekanbaru: Sopir Antre Bio Solar hingga 10 Jam, Masalahnya di Kuota a Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Amplop Suhardiman untuk Raja Juli Belum Berujung Pemanggilan, KPK Fokus Bongkar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dentuman Anak Krakatau Menggelegar hingga Jabar, BNPB: Jangan Panik, Belum Ada P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Palindra Tertutup Kabut Asap, Bus Damri Tabrak ALS, Belasan Penumpang Luka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menteri HAM Dorong Kasasi atas Pembatalan Pemecatan Prajurit TNI di Kasus Penyir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Solar Langka, Kecemasan yang Mengular Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Nasional ke-31 di Semarang Diikuti 2.242 Peserta dari Seluruh Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di Sumatra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 376 Warga Terserang ISPA Sejak Awal Agustus
ilustrasi Akal Imitasi
Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 376 Warga Terserang ISPA Sejak Awal Agustus
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 17:52:18

PEKANBARU-Dampak dari kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat Kota Pekanbaru, sejak awal Agustus 2026 kabut asap akibat karhutala ini telah menyebabkan 376 warga kota Pekanbaru mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

Kasus ISPA pada bulan sebelumnya mencatatkan jumlah yang jauh lebih tinggi. Pada Juli 2026, pusat layanan medis setempat menangani sebanyak 5.325 kasus ISPA yang juga didominasi oleh kategori Non-Pneumonia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan menyatakan bahwa mayoritas pasien yang terdata mengalami gejala ISPA kategori Non-Pneumonia. Pihaknya mengonfirmasi bahwa sebagian besar masyarakat mengeluhkan gangguan kesehatan berupa batuk, pilek, hingga radang tenggorokan.

iklan-view

"Yang pneumonia hanya sembilan orang, selebihnya non-pneumonia," kata Edi Satriawan Kamis (20/8/2026).

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan kebakaran hutan dan lahan. Agung menjelaskan bahwa fenomena El Nino turut memicu kondisi suhu udara di wilayah perkotaan menjadi lebih panas dan kering dari biasanya.

Suhu udara harian di Kota Pekanbaru dilaporkan dapat mencapai 32 derajat Celsius selama periode fenomena iklim tersebut berlangsung. Atas kondisi geografis ini, pemerintah daerah mendorong warga agar memprioritaskan tindakan pencegahan guna menjaga kondisi fisik.

"Karena suhu kering dan panas meningkat, masyarakat harus menjaga kesehatan, itu yang utama," ujar Agung Nugroho.

Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 376 Warga Terserang ISPA Sejak Awal Agustus
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 17:52:18
Kabut Asap Kepung Pekanbaru, 376 Warga Terserang ISPA Sejak Awal Agustus
ilustrasi Akal Imitasi

PEKANBARU-Dampak dari kebakaran hutan dan lahan mulai dirasakan masyarakat Kota Pekanbaru, sejak awal Agustus 2026 kabut asap akibat karhutala ini telah menyebabkan 376 warga kota Pekanbaru mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

Kasus ISPA pada bulan sebelumnya mencatatkan jumlah yang jauh lebih tinggi. Pada Juli 2026, pusat layanan medis setempat menangani sebanyak 5.325 kasus ISPA yang juga didominasi oleh kategori Non-Pneumonia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan menyatakan bahwa mayoritas pasien yang terdata mengalami gejala ISPA kategori Non-Pneumonia. Pihaknya mengonfirmasi bahwa sebagian besar masyarakat mengeluhkan gangguan kesehatan berupa batuk, pilek, hingga radang tenggorokan.

"Yang pneumonia hanya sembilan orang, selebihnya non-pneumonia," kata Edi Satriawan Kamis (20/8/2026).

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan kebakaran hutan dan lahan. Agung menjelaskan bahwa fenomena El Nino turut memicu kondisi suhu udara di wilayah perkotaan menjadi lebih panas dan kering dari biasanya.

Suhu udara harian di Kota Pekanbaru dilaporkan dapat mencapai 32 derajat Celsius selama periode fenomena iklim tersebut berlangsung. Atas kondisi geografis ini, pemerintah daerah mendorong warga agar memprioritaskan tindakan pencegahan guna menjaga kondisi fisik.

"Karena suhu kering dan panas meningkat, masyarakat harus menjaga kesehatan, itu yang utama," ujar Agung Nugroho.