
PEKANBARU-Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan fungsi camat tidak sebatas menjalankan administrasi pemerintahan dari balik meja. Camat diminta aktif turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan dan persoalan warga di wilayahnya tertangani.
Penegasan itu disampaikan Agung saat mengevaluasi kinerja para camat dalam agenda coffee morning di Aula Kantor Kecamatan Bukit Raya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Agung, evaluasi kinerja camat digelar secara rutin setiap bulan. Lokasinya berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya agar pemerintah kota dapat melihat langsung kondisi wilayah.

"Prinsipnya adalah bagaimana mempermudah masyarakat dalam pelayanan, sehingga pelayanan dari pemerintah kota bisa lebih dekat, mudah, cepat, dan gratis," ujar Agung.
Ia menilai camat memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, camat harus memahami persoalan yang terjadi di wilayahnya, bukan hanya menerima laporan dari jajaran di bawahnya.
Dalam evaluasi tersebut, Agung juga meminta setiap camat mendata kerusakan jalan yang berada di wilayah masing-masing. Data tersebut akan menjadi bahan pemerintah kota untuk menentukan langkah perbaikan.
"Saya akan turun langsung melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor supaya bisa lebih cepat sampai ke titik yang akan kita lakukan perbaikan," katanya.
Agung bahkan langsung menjadwalkan peninjauan lapangan ke Kecamatan Kulim. Agenda tersebut dilakukan untuk melihat kondisi jalan rusak yang sebelumnya disampaikan Camat Kulim.
"Sore ini kita jadwalkan turun ke Kecamatan Kulim untuk meninjau kerusakan jalan yang tadi disampaikan oleh Camat Kulim," ujarnya.
Camat Dituntut Paham Kondisi Wilayah
Evaluasi kinerja tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut, Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Firman Hadi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Agung mengatakan evaluasi bulanan menjadi ruang untuk melihat sejauh mana camat menjalankan tugas pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Kecamatan, kata dia, harus menjadi salah satu ujung tombak pemerintah kota dalam memberikan pelayanan publik. Keberadaan camat di tengah masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penyampaian persoalan kepada pemerintah kota.
Karena itu, camat diminta tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil langkah. Setiap keluhan warga harus diketahui, dipetakan, dan dilaporkan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Bagi Agung, pola kerja tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Pelayanan tidak cukup hanya tersedia di kantor, tetapi harus dirasakan langsung warga di lingkungan tempat mereka tinggal.
Agenda evaluasi berikutnya akan terus dilakukan secara bergilir di kecamatan berbeda. Pemerintah kota ingin memastikan camat menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, koordinasi pembangunan, sekaligus pengawasan kondisi wilayah secara aktif.(*)



PEKANBARU-Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan fungsi camat tidak sebatas menjalankan administrasi pemerintahan dari balik meja. Camat diminta aktif turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan dan persoalan warga di wilayahnya tertangani.
Penegasan itu disampaikan Agung saat mengevaluasi kinerja para camat dalam agenda coffee morning di Aula Kantor Kecamatan Bukit Raya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Agung, evaluasi kinerja camat digelar secara rutin setiap bulan. Lokasinya berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya agar pemerintah kota dapat melihat langsung kondisi wilayah.
"Prinsipnya adalah bagaimana mempermudah masyarakat dalam pelayanan, sehingga pelayanan dari pemerintah kota bisa lebih dekat, mudah, cepat, dan gratis," ujar Agung.
Ia menilai camat memiliki posisi penting karena berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, camat harus memahami persoalan yang terjadi di wilayahnya, bukan hanya menerima laporan dari jajaran di bawahnya.
Dalam evaluasi tersebut, Agung juga meminta setiap camat mendata kerusakan jalan yang berada di wilayah masing-masing. Data tersebut akan menjadi bahan pemerintah kota untuk menentukan langkah perbaikan.
"Saya akan turun langsung melakukan peninjauan menggunakan sepeda motor supaya bisa lebih cepat sampai ke titik yang akan kita lakukan perbaikan," katanya.
Agung bahkan langsung menjadwalkan peninjauan lapangan ke Kecamatan Kulim. Agenda tersebut dilakukan untuk melihat kondisi jalan rusak yang sebelumnya disampaikan Camat Kulim.
"Sore ini kita jadwalkan turun ke Kecamatan Kulim untuk meninjau kerusakan jalan yang tadi disampaikan oleh Camat Kulim," ujarnya.
Camat Dituntut Paham Kondisi Wilayah
Evaluasi kinerja tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ingot Ahmad Hutasuhut, Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Firman Hadi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Agung mengatakan evaluasi bulanan menjadi ruang untuk melihat sejauh mana camat menjalankan tugas pemerintahan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
Kecamatan, kata dia, harus menjadi salah satu ujung tombak pemerintah kota dalam memberikan pelayanan publik. Keberadaan camat di tengah masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penyampaian persoalan kepada pemerintah kota.
Karena itu, camat diminta tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil langkah. Setiap keluhan warga harus diketahui, dipetakan, dan dilaporkan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Bagi Agung, pola kerja tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Pelayanan tidak cukup hanya tersedia di kantor, tetapi harus dirasakan langsung warga di lingkungan tempat mereka tinggal.
Agenda evaluasi berikutnya akan terus dilakukan secara bergilir di kecamatan berbeda. Pemerintah kota ingin memastikan camat menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, koordinasi pembangunan, sekaligus pengawasan kondisi wilayah secara aktif.(*)