logo
Dukung Arahan Presiden Prabowo, BSI Sediakan Tabungan Bebas Biaya Admin untuk Ma Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Sampai Kawasan Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / UMKM
Tahan Harga Demi Pelanggan, Pedagang ayam geprek Pasrah Pendapatan Turun 10 Persen
Pedagang ayam geprek pasrah tak naikkan harga meski harga ayam potong melambung tinggi. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Tahan Harga Demi Pelanggan, Pedagang ayam geprek Pasrah Pendapatan Turun 10 Persen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 20 Agustus 2026 | 18:43:35

PEKANBARU - Dilema kenaikan harga ayam potong mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru. Meski biaya operasional dapur melonjak, pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga kesetiaan para pelanggan.

Fenomena ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). Tempat makanan dengan menu utama ayam goreng.

Handoko, pengawas tempat makan ayam geprek di Jalan Pepaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga menu untuk menjaga pelanggan. Ia khawatir pelanggannya beralih ke tempat lain. "Bertahan aja, semoga nanti ada solusi dari pemerintah," ungkapnya.

iklan-view

Ia menjelaskan, sebulan lalu harga ayam di pasaran Rp30 ribu, kini telah menyentuh harga 40 ribu rupiah perkilogramnya. "Pendapatan kami turun 10 persen, tak apalah," sebut Handoko.

Para pelaku usaha kecil di Kecamatan Sukajadi ini berharap harga ayam potong dapat segera stabil kembali. Dengan demikian, mereka tidak terus-menerus mengorbankan marjin keuntungan demi menjaga kelangsungan usaha dan loyalitas konsumen. (why)

Home / Ekonomi
Tahan Harga Demi Pelanggan, Pedagang ayam geprek Pasrah Pendapatan Turun 10 Persen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 20 Agustus 2026 | 18:43:35
Tahan Harga Demi Pelanggan, Pedagang ayam geprek Pasrah Pendapatan Turun 10 Persen
Pedagang ayam geprek pasrah tak naikkan harga meski harga ayam potong melambung tinggi. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Dilema kenaikan harga ayam potong mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru. Meski biaya operasional dapur melonjak, pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga kesetiaan para pelanggan.

Fenomena ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). Tempat makanan dengan menu utama ayam goreng.

Handoko, pengawas tempat makan ayam geprek di Jalan Pepaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga menu untuk menjaga pelanggan. Ia khawatir pelanggannya beralih ke tempat lain. "Bertahan aja, semoga nanti ada solusi dari pemerintah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebulan lalu harga ayam di pasaran Rp30 ribu, kini telah menyentuh harga 40 ribu rupiah perkilogramnya. "Pendapatan kami turun 10 persen, tak apalah," sebut Handoko.

Para pelaku usaha kecil di Kecamatan Sukajadi ini berharap harga ayam potong dapat segera stabil kembali. Dengan demikian, mereka tidak terus-menerus mengorbankan marjin keuntungan demi menjaga kelangsungan usaha dan loyalitas konsumen. (why)