
PEKANBARU - Dilema kenaikan harga ayam potong mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru. Meski biaya operasional dapur melonjak, pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga kesetiaan para pelanggan.
Fenomena ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). Tempat makanan dengan menu utama ayam goreng.
Handoko, pengawas tempat makan ayam geprek di Jalan Pepaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga menu untuk menjaga pelanggan. Ia khawatir pelanggannya beralih ke tempat lain. "Bertahan aja, semoga nanti ada solusi dari pemerintah," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebulan lalu harga ayam di pasaran Rp30 ribu, kini telah menyentuh harga 40 ribu rupiah perkilogramnya. "Pendapatan kami turun 10 persen, tak apalah," sebut Handoko.
Para pelaku usaha kecil di Kecamatan Sukajadi ini berharap harga ayam potong dapat segera stabil kembali. Dengan demikian, mereka tidak terus-menerus mengorbankan marjin keuntungan demi menjaga kelangsungan usaha dan loyalitas konsumen. (why)




PEKANBARU - Dilema kenaikan harga ayam potong mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Pekanbaru. Meski biaya operasional dapur melonjak, pedagang memilih bertahan tanpa menaikkan harga jual demi menjaga kesetiaan para pelanggan.
Fenomena ini salah satunya terlihat di kawasan Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Kamis (20/8/2026). Tempat makanan dengan menu utama ayam goreng.
Handoko, pengawas tempat makan ayam geprek di Jalan Pepaya mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga menu untuk menjaga pelanggan. Ia khawatir pelanggannya beralih ke tempat lain. "Bertahan aja, semoga nanti ada solusi dari pemerintah," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebulan lalu harga ayam di pasaran Rp30 ribu, kini telah menyentuh harga 40 ribu rupiah perkilogramnya. "Pendapatan kami turun 10 persen, tak apalah," sebut Handoko.
Para pelaku usaha kecil di Kecamatan Sukajadi ini berharap harga ayam potong dapat segera stabil kembali. Dengan demikian, mereka tidak terus-menerus mengorbankan marjin keuntungan demi menjaga kelangsungan usaha dan loyalitas konsumen. (why)