logo
Terjadi di Pekanbaru: Sopir Antre Bio Solar hingga 10 Jam, Masalahnya di Kuota a Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Amplop Suhardiman untuk Raja Juli Belum Berujung Pemanggilan, KPK Fokus Bongkar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dentuman Anak Krakatau Menggelegar hingga Jabar, BNPB: Jangan Panik, Belum Ada P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Palindra Tertutup Kabut Asap, Bus Damri Tabrak ALS, Belasan Penumpang Luka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menteri HAM Dorong Kasasi atas Pembatalan Pemecatan Prajurit TNI di Kasus Penyir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Solar Langka, Kecemasan yang Mengular Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Nasional ke-31 di Semarang Diikuti 2.242 Peserta dari Seluruh Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di Sumatra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / LINGKUNGAN
WALHI Bawa Semangat Pulihkan Indonesia ke Pekanbaru, Ribuan Orang Bersiap Suarakan Keadilan Ekologis
Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, salah satu rangkaian kegiatan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026. (Foto: Ist/WALHI)
WALHI Bawa Semangat Pulihkan Indonesia ke Pekanbaru, Ribuan Orang Bersiap Suarakan Keadilan Ekologis
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 22:50:45

PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) akan menggelar Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026.

Mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi WALHI dan masyarakat sipil untuk memperkuat gerakan lingkungan, menyuarakan perlindungan ruang hidup rakyat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berkeadilan.

Pekan Rakyat Lingkungan Hidup akan berlangsung pada 21–23 Agustus, sedangkan KNLH digelar 23–25 Agustus di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru.

WALHI dalam relis yang diterima Pekanbarutv.com, Kamis (20/8/2026), menyebutkan, pembukaan kegiatan akan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah dan masyarakat Riau. Agenda dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Pulihkan Indonesia: Keadilan Ekologis untuk Rakyat dan Alam”.

Selain seminar, WALHI menyiapkan tiga diskusi tematik yang membahas krisis iklim dan bencana ekologis, transisi energi berkeadilan serta perjuangan masyarakat adat mempertahankan ruang hidup di tengah tekanan pembangunan dan industri ekstraktif.

Rangkaian kegiatan juga diisi Konferensi Orang Muda pada 22 Agustus. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara dan menyusun tuntutan terkait kerusakan lingkungan serta keadilan antargenerasi.

Puncak kegiatan publik akan ditandai Kirab Budaya Keadilan Ekologis pada 23 Agustus di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, masyarakat adat dan masyarakat umum dijadwalkan ambil bagian dalam kirab tersebut.

Dalam kegiatan itu, orang muda dan masyarakat adat akan menyampaikan deklarasi serta tuntutan terkait perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.

WALHI juga menghadirkan Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, yang mempertemukan seniman dan musisi lokal maupun nasional melalui pertunjukan seni dan budaya untuk menyuarakan pesan keadilan ekologis.

Sementara itu, KNLH menjadi forum internal tertinggi WALHI setelah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH). Forum yang diikuti sekitar 106 peserta dari unsur Dewan Nasional, Eksekutif Nasional, Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah tersebut akan mengevaluasi program organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan WALHI ke depan.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, WALHI ingin menjadikan Pekanbaru sebagai ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan pemulihan lingkungan, memperjuangkan ruang hidup rakyat dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia. (*)

WALHI Bawa Semangat Pulihkan Indonesia ke Pekanbaru, Ribuan Orang Bersiap Suarakan Keadilan Ekologis
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 20 Agustus 2026 | 22:50:45
WALHI Bawa Semangat Pulihkan Indonesia ke Pekanbaru, Ribuan Orang Bersiap Suarakan Keadilan Ekologis
Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, salah satu rangkaian kegiatan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026. (Foto: Ist/WALHI)

PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) akan menggelar Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026.

Mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi WALHI dan masyarakat sipil untuk memperkuat gerakan lingkungan, menyuarakan perlindungan ruang hidup rakyat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berkeadilan.

Pekan Rakyat Lingkungan Hidup akan berlangsung pada 21–23 Agustus, sedangkan KNLH digelar 23–25 Agustus di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru.

WALHI dalam relis yang diterima Pekanbarutv.com, Kamis (20/8/2026), menyebutkan, pembukaan kegiatan akan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah dan masyarakat Riau. Agenda dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Pulihkan Indonesia: Keadilan Ekologis untuk Rakyat dan Alam”.

Selain seminar, WALHI menyiapkan tiga diskusi tematik yang membahas krisis iklim dan bencana ekologis, transisi energi berkeadilan serta perjuangan masyarakat adat mempertahankan ruang hidup di tengah tekanan pembangunan dan industri ekstraktif.

Rangkaian kegiatan juga diisi Konferensi Orang Muda pada 22 Agustus. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara dan menyusun tuntutan terkait kerusakan lingkungan serta keadilan antargenerasi.

Puncak kegiatan publik akan ditandai Kirab Budaya Keadilan Ekologis pada 23 Agustus di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, masyarakat adat dan masyarakat umum dijadwalkan ambil bagian dalam kirab tersebut.

Dalam kegiatan itu, orang muda dan masyarakat adat akan menyampaikan deklarasi serta tuntutan terkait perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.

WALHI juga menghadirkan Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, yang mempertemukan seniman dan musisi lokal maupun nasional melalui pertunjukan seni dan budaya untuk menyuarakan pesan keadilan ekologis.

Sementara itu, KNLH menjadi forum internal tertinggi WALHI setelah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH). Forum yang diikuti sekitar 106 peserta dari unsur Dewan Nasional, Eksekutif Nasional, Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah tersebut akan mengevaluasi program organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan WALHI ke depan.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, WALHI ingin menjadikan Pekanbaru sebagai ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan pemulihan lingkungan, memperjuangkan ruang hidup rakyat dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia. (*)