
PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) akan menggelar Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026.
Mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi WALHI dan masyarakat sipil untuk memperkuat gerakan lingkungan, menyuarakan perlindungan ruang hidup rakyat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berkeadilan.
Pekan Rakyat Lingkungan Hidup akan berlangsung pada 21–23 Agustus, sedangkan KNLH digelar 23–25 Agustus di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru.
WALHI dalam relis yang diterima Pekanbarutv.com, Kamis (20/8/2026), menyebutkan, pembukaan kegiatan akan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah dan masyarakat Riau. Agenda dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Pulihkan Indonesia: Keadilan Ekologis untuk Rakyat dan Alam”.
Selain seminar, WALHI menyiapkan tiga diskusi tematik yang membahas krisis iklim dan bencana ekologis, transisi energi berkeadilan serta perjuangan masyarakat adat mempertahankan ruang hidup di tengah tekanan pembangunan dan industri ekstraktif.
Rangkaian kegiatan juga diisi Konferensi Orang Muda pada 22 Agustus. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara dan menyusun tuntutan terkait kerusakan lingkungan serta keadilan antargenerasi.
Puncak kegiatan publik akan ditandai Kirab Budaya Keadilan Ekologis pada 23 Agustus di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, masyarakat adat dan masyarakat umum dijadwalkan ambil bagian dalam kirab tersebut.
Dalam kegiatan itu, orang muda dan masyarakat adat akan menyampaikan deklarasi serta tuntutan terkait perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.
WALHI juga menghadirkan Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, yang mempertemukan seniman dan musisi lokal maupun nasional melalui pertunjukan seni dan budaya untuk menyuarakan pesan keadilan ekologis.
Sementara itu, KNLH menjadi forum internal tertinggi WALHI setelah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH). Forum yang diikuti sekitar 106 peserta dari unsur Dewan Nasional, Eksekutif Nasional, Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah tersebut akan mengevaluasi program organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan WALHI ke depan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, WALHI ingin menjadikan Pekanbaru sebagai ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan pemulihan lingkungan, memperjuangkan ruang hidup rakyat dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia. (*)



PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) akan menggelar Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) 2026 di Kota Pekanbaru, Riau, pada 21–25 Agustus 2026.
Mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”, rangkaian kegiatan ini menjadi ruang bagi WALHI dan masyarakat sipil untuk memperkuat gerakan lingkungan, menyuarakan perlindungan ruang hidup rakyat, sekaligus mendorong kebijakan yang lebih berkeadilan.
Pekan Rakyat Lingkungan Hidup akan berlangsung pada 21–23 Agustus, sedangkan KNLH digelar 23–25 Agustus di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru.
WALHI dalam relis yang diterima Pekanbarutv.com, Kamis (20/8/2026), menyebutkan, pembukaan kegiatan akan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah dan masyarakat Riau. Agenda dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Pulihkan Indonesia: Keadilan Ekologis untuk Rakyat dan Alam”.
Selain seminar, WALHI menyiapkan tiga diskusi tematik yang membahas krisis iklim dan bencana ekologis, transisi energi berkeadilan serta perjuangan masyarakat adat mempertahankan ruang hidup di tengah tekanan pembangunan dan industri ekstraktif.
Rangkaian kegiatan juga diisi Konferensi Orang Muda pada 22 Agustus. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menyatukan suara dan menyusun tuntutan terkait kerusakan lingkungan serta keadilan antargenerasi.
Puncak kegiatan publik akan ditandai Kirab Budaya Keadilan Ekologis pada 23 Agustus di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sekitar 1.000 peserta dari kalangan pelajar, masyarakat adat dan masyarakat umum dijadwalkan ambil bagian dalam kirab tersebut.
Dalam kegiatan itu, orang muda dan masyarakat adat akan menyampaikan deklarasi serta tuntutan terkait perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat.
WALHI juga menghadirkan Panggung Gerakan Pulihkan Indonesia, yang mempertemukan seniman dan musisi lokal maupun nasional melalui pertunjukan seni dan budaya untuk menyuarakan pesan keadilan ekologis.
Sementara itu, KNLH menjadi forum internal tertinggi WALHI setelah Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH). Forum yang diikuti sekitar 106 peserta dari unsur Dewan Nasional, Eksekutif Nasional, Eksekutif Daerah dan Dewan Daerah tersebut akan mengevaluasi program organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan WALHI ke depan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, WALHI ingin menjadikan Pekanbaru sebagai ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan pemulihan lingkungan, memperjuangkan ruang hidup rakyat dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia. (*)