logo
Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 3.056 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, Pemko Perpanjang PJJ di Tengah Kabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Pelatihan pemandu gunung Kemnaker di NTB menekankan kompetensi, keselamatan wisatawan dan pelayanan profesional. (Foto: Istimewa)
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: ekonomi | 21 Agustus 2026 | 11:25:43

LOMBOK-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan yang berlangsung pada 15-18 Agustus 2026 tersebut diikuti 17 peserta dari NTB dan sejumlah daerah lainnya. Kegiatan mer upakan hasil kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Pelatihan TMT tersebut merupakan batch pertama yang akan dilanjutkan dengan batch-batch berikutnya dengan jangkauan peserta yang lebih luas. pelatihan ini diharapkan semakin banyak menghasilkan tenaga kerja pemandu gunung yang kompeten, profesional, dan mampu memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan industri pariwisata.

iklan-view

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker Abdullah Qiqi Asmara mengatakan profesi pemandu gunung memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama melakukan pendakian.

Menurut Qiqi, pekerjaan tersebut membutuhkan kecakapan dalam menghadapi karakter medan, menangani situasi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, serta memahami aspek pelestarian lingkungan. Berbagai kemampuan itu menjadi bekal dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

"Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman," ujar Qiqi dalam keterangannya melalui siaran pers, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, TMT disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan serta karakteristik peserta. Pendekatan tersebut membuat materi pembelajaran lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi saat menjalankan tugas di kawasan pendakian.

"Melalui Tailor Made Training, peserta memperoleh keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehingga dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan," katanya.

Qiqi menilai, kemitraan BPVP Lombok Timur dengan APGI NTB menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam membangun pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Hubungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas .

"Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelatihan vokasi yang melibatkan pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata," ucapnya.

Pelatihan Pemanduan Wisata Gunung dirancang dengan menyesuaikan materi pembelajaran terhadap karakteristik industri pariwisata alam. Peserta dibekali keterampilan yang mengacu pada standar kompetensi sehingga dapat menjalankan tugas sesuai tuntutan pekerjaan.

Qiqi berharap, pelatihan tersebut menghasilkan pemandu gunung yang mampu bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan wisatawan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.

"Kualitas sumber daya manusia yang semakin baik mampu memberikan kontribusi terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di NTB," tukasnya. (*).

Home / Ekonomi
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: ekonomi | 21 Agustus 2026 | 11:25:43
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata Gunung di NTB
Pelatihan pemandu gunung Kemnaker di NTB menekankan kompetensi, keselamatan wisatawan dan pelayanan profesional. (Foto: Istimewa)

LOMBOK-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan profesional melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) bagi pemandu wisata gunung di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan yang berlangsung pada 15-18 Agustus 2026 tersebut diikuti 17 peserta dari NTB dan sejumlah daerah lainnya. Kegiatan mer upakan hasil kerja sama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB.

Pelatihan TMT tersebut merupakan batch pertama yang akan dilanjutkan dengan batch-batch berikutnya dengan jangkauan peserta yang lebih luas. pelatihan ini diharapkan semakin banyak menghasilkan tenaga kerja pemandu gunung yang kompeten, profesional, dan mampu memenuhi standar keselamatan serta kebutuhan industri pariwisata.

Direktur Bina Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan (Stankomproglat) Kemnaker Abdullah Qiqi Asmara mengatakan profesi pemandu gunung memiliki peran penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama melakukan pendakian.

Menurut Qiqi, pekerjaan tersebut membutuhkan kecakapan dalam menghadapi karakter medan, menangani situasi darurat, berkomunikasi dengan wisatawan, serta memahami aspek pelestarian lingkungan. Berbagai kemampuan itu menjadi bekal dalam memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas.

"Pemandu gunung bukan sekadar orang yang mengantarkan wisatawan menuju puncak. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan berlangsung aman," ujar Qiqi dalam keterangannya melalui siaran pers, Jumat (21/8/2026).

Ia menjelaskan, TMT disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan serta karakteristik peserta. Pendekatan tersebut membuat materi pembelajaran lebih relevan dengan kondisi yang dihadapi saat menjalankan tugas di kawasan pendakian.

"Melalui Tailor Made Training, peserta memperoleh keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sehingga dapat diterapkan dalam situasi nyata di lapangan," katanya.

Qiqi menilai, kemitraan BPVP Lombok Timur dengan APGI NTB menunjukkan keterlibatan berbagai unsur dalam membangun pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Hubungan antara pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja berkualitas .

"Kolaborasi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pelatihan vokasi yang melibatkan pemerintah, lembaga pelatihan, asosiasi profesi, dan sektor pariwisata," ucapnya.

Pelatihan Pemanduan Wisata Gunung dirancang dengan menyesuaikan materi pembelajaran terhadap karakteristik industri pariwisata alam. Peserta dibekali keterampilan yang mengacu pada standar kompetensi sehingga dapat menjalankan tugas sesuai tuntutan pekerjaan.

Qiqi berharap, pelatihan tersebut menghasilkan pemandu gunung yang mampu bekerja secara profesional, mengutamakan keselamatan wisatawan, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam.

"Kualitas sumber daya manusia yang semakin baik mampu memberikan kontribusi terhadap pengelolaan destinasi pendakian yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di NTB," tukasnya. (*).