logo
Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 3.056 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, Pemko Perpanjang PJJ di Tengah Kabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Karhutla
Sepekan Karhutla Kualu Nanas Masih Membara, Kelelahan Personel Cedera
ilustrasi petugas manggala agni berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Sepekan Karhutla Kualu Nanas Masih Membara, Kelelahan Personel Cedera
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 21 Agustus 2026 | 15:06:56

KAMPAR-Hampir sepekan sejak kobaran api mulai menyulut perkebunan kelapa sawit dan semak belukar pada Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) kobaran bara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Desa Kualu Nanas, Kecamatan Tambang masih membara. 

Luas kebakaran di lahan gambut ini diperkirakan mencapai 10 hektar. Kondisi semakin parah, karena kesulitan untuk mendapatkan air. Ini juga menyebabkan, api kembali membesar setelah beberapa kali berhasil dikendalikan.

"Hari ini kita operasi gabungan dengan BPBD dan BNPB di Kualu Nenas," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita. 

iklan-view

Tim gabungan, BPBD Riau, Manggala Agni, Kepolisian, TNI dan BNPB terus berjibaku berpacu memadamkan karhutla Kualu Nanas.

Menurut Adi, sebagian personel yang sebelumnya bertugas di titik karhutla lain turut diarahkan ke Kualu Nenas.

Pemadaman di sejumlah lokasi lain untuk sementara dihentikan agar kekuatan personel dapat difokuskan pada kebakaran di kawasan tersebut.

Selain kobaran api, kawasan yang terbakar juga masih menghasilkan asap tebal dalam beberapa hari terakhir.

"Asapnya tambah tebal. Belum lagi angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar," ujarnya.

Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas mengendalikan pergerakan api. Kebakaran dapat kembali membesar setelah api terlihat berhasil dikuasai.

Selain kondisi cuaca dan angin, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas harus mengambil pasokan air dari sumber lain untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi.

Kondisi lahan gambut juga membuat proses penanganan karhutla membutuhkan waktu lebih panjang. Api dapat kembali muncul setelah permukaan lahan terlihat berhasil dipadamkan.

Petugas BPBD Kampar Terluka 

Di tengah penanganan karhutla yang berlangsung intensif, seorang personel BPBD Kampar juga mengalami cedera saat bertugas.

Personel tersebut bernama Syaifan Radhi. Ia mengalami insiden ketika membantu pemadaman karhutla di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kamis (20/8/2026) sore.

Adi mengatakan Syaifan mengalami cedera setelah tertimpa mesin pompa ketika mengangkat peralatan tersebut.

"Kakinya tertimpa pas mengangkat mesin pompa," kata Adi.

Syaifan kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya cedera serius pada tulang kakinya.

"Sementara dikasih istirahat dulu," ujar Adi.

Petugas Mulai Kelelahan

Adi mengatakan penanganan karhutla di Kampar telah membuat personel bekerja cukup intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Petugas bahkan harus berpindah dari satu titik kebakaran ke lokasi lainnya dalam satu hari.

Kondisi tersebut membuat kelelahan menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman.

Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan mengerahkan kekuatan personel yang tersedia ke titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

Untuk karhutla Kualu Nenas, operasi gabungan kembali diperkuat dengan melibatkan BPBD Riau, BPBD Kampar, BNPB, Manggala Agni, TNI dan Polri.

Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke areal lainnya.(*)

Sepekan Karhutla Kualu Nanas Masih Membara, Kelelahan Personel Cedera
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 21 Agustus 2026 | 15:06:56
Sepekan Karhutla Kualu Nanas Masih Membara, Kelelahan Personel Cedera
ilustrasi petugas manggala agni berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

KAMPAR-Hampir sepekan sejak kobaran api mulai menyulut perkebunan kelapa sawit dan semak belukar pada Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) kobaran bara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Desa Kualu Nanas, Kecamatan Tambang masih membara. 

Luas kebakaran di lahan gambut ini diperkirakan mencapai 10 hektar. Kondisi semakin parah, karena kesulitan untuk mendapatkan air. Ini juga menyebabkan, api kembali membesar setelah beberapa kali berhasil dikendalikan.

"Hari ini kita operasi gabungan dengan BPBD dan BNPB di Kualu Nenas," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita. 

Tim gabungan, BPBD Riau, Manggala Agni, Kepolisian, TNI dan BNPB terus berjibaku berpacu memadamkan karhutla Kualu Nanas.

Menurut Adi, sebagian personel yang sebelumnya bertugas di titik karhutla lain turut diarahkan ke Kualu Nenas.

Pemadaman di sejumlah lokasi lain untuk sementara dihentikan agar kekuatan personel dapat difokuskan pada kebakaran di kawasan tersebut.

Selain kobaran api, kawasan yang terbakar juga masih menghasilkan asap tebal dalam beberapa hari terakhir.

"Asapnya tambah tebal. Belum lagi angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar," ujarnya.

Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas mengendalikan pergerakan api. Kebakaran dapat kembali membesar setelah api terlihat berhasil dikuasai.

Selain kondisi cuaca dan angin, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Petugas harus mengambil pasokan air dari sumber lain untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi.

Kondisi lahan gambut juga membuat proses penanganan karhutla membutuhkan waktu lebih panjang. Api dapat kembali muncul setelah permukaan lahan terlihat berhasil dipadamkan.

Petugas BPBD Kampar Terluka 

Di tengah penanganan karhutla yang berlangsung intensif, seorang personel BPBD Kampar juga mengalami cedera saat bertugas.

Personel tersebut bernama Syaifan Radhi. Ia mengalami insiden ketika membantu pemadaman karhutla di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kamis (20/8/2026) sore.

Adi mengatakan Syaifan mengalami cedera setelah tertimpa mesin pompa ketika mengangkat peralatan tersebut.

"Kakinya tertimpa pas mengangkat mesin pompa," kata Adi.

Syaifan kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya cedera serius pada tulang kakinya.

"Sementara dikasih istirahat dulu," ujar Adi.

Petugas Mulai Kelelahan

Adi mengatakan penanganan karhutla di Kampar telah membuat personel bekerja cukup intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Petugas bahkan harus berpindah dari satu titik kebakaran ke lokasi lainnya dalam satu hari.

Kondisi tersebut membuat kelelahan menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman.

Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan mengerahkan kekuatan personel yang tersedia ke titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

Untuk karhutla Kualu Nenas, operasi gabungan kembali diperkuat dengan melibatkan BPBD Riau, BPBD Kampar, BNPB, Manggala Agni, TNI dan Polri.

Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke areal lainnya.(*)