
KAMPAR-Hampir sepekan sejak kobaran api mulai menyulut perkebunan kelapa sawit dan semak belukar pada Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) kobaran bara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Desa Kualu Nanas, Kecamatan Tambang masih membara.
Luas kebakaran di lahan gambut ini diperkirakan mencapai 10 hektar. Kondisi semakin parah, karena kesulitan untuk mendapatkan air. Ini juga menyebabkan, api kembali membesar setelah beberapa kali berhasil dikendalikan.
"Hari ini kita operasi gabungan dengan BPBD dan BNPB di Kualu Nenas," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita.

Tim gabungan, BPBD Riau, Manggala Agni, Kepolisian, TNI dan BNPB terus berjibaku berpacu memadamkan karhutla Kualu Nanas.
Menurut Adi, sebagian personel yang sebelumnya bertugas di titik karhutla lain turut diarahkan ke Kualu Nenas.
Pemadaman di sejumlah lokasi lain untuk sementara dihentikan agar kekuatan personel dapat difokuskan pada kebakaran di kawasan tersebut.
Selain kobaran api, kawasan yang terbakar juga masih menghasilkan asap tebal dalam beberapa hari terakhir.
"Asapnya tambah tebal. Belum lagi angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar," ujarnya.
Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas mengendalikan pergerakan api. Kebakaran dapat kembali membesar setelah api terlihat berhasil dikuasai.
Selain kondisi cuaca dan angin, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Petugas harus mengambil pasokan air dari sumber lain untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi.
Kondisi lahan gambut juga membuat proses penanganan karhutla membutuhkan waktu lebih panjang. Api dapat kembali muncul setelah permukaan lahan terlihat berhasil dipadamkan.
Petugas BPBD Kampar Terluka
Di tengah penanganan karhutla yang berlangsung intensif, seorang personel BPBD Kampar juga mengalami cedera saat bertugas.
Personel tersebut bernama Syaifan Radhi. Ia mengalami insiden ketika membantu pemadaman karhutla di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kamis (20/8/2026) sore.
Adi mengatakan Syaifan mengalami cedera setelah tertimpa mesin pompa ketika mengangkat peralatan tersebut.
"Kakinya tertimpa pas mengangkat mesin pompa," kata Adi.
Syaifan kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya cedera serius pada tulang kakinya.
"Sementara dikasih istirahat dulu," ujar Adi.
Petugas Mulai Kelelahan
Adi mengatakan penanganan karhutla di Kampar telah membuat personel bekerja cukup intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Petugas bahkan harus berpindah dari satu titik kebakaran ke lokasi lainnya dalam satu hari.
Kondisi tersebut membuat kelelahan menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman.
Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan mengerahkan kekuatan personel yang tersedia ke titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.
Untuk karhutla Kualu Nenas, operasi gabungan kembali diperkuat dengan melibatkan BPBD Riau, BPBD Kampar, BNPB, Manggala Agni, TNI dan Polri.
Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke areal lainnya.(*)



KAMPAR-Hampir sepekan sejak kobaran api mulai menyulut perkebunan kelapa sawit dan semak belukar pada Kamis (13/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026) kobaran bara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Desa Kualu Nanas, Kecamatan Tambang masih membara.
Luas kebakaran di lahan gambut ini diperkirakan mencapai 10 hektar. Kondisi semakin parah, karena kesulitan untuk mendapatkan air. Ini juga menyebabkan, api kembali membesar setelah beberapa kali berhasil dikendalikan.
"Hari ini kita operasi gabungan dengan BPBD dan BNPB di Kualu Nenas," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Adi Candra Lukita.
Tim gabungan, BPBD Riau, Manggala Agni, Kepolisian, TNI dan BNPB terus berjibaku berpacu memadamkan karhutla Kualu Nanas.
Menurut Adi, sebagian personel yang sebelumnya bertugas di titik karhutla lain turut diarahkan ke Kualu Nenas.
Pemadaman di sejumlah lokasi lain untuk sementara dihentikan agar kekuatan personel dapat difokuskan pada kebakaran di kawasan tersebut.
Selain kobaran api, kawasan yang terbakar juga masih menghasilkan asap tebal dalam beberapa hari terakhir.
"Asapnya tambah tebal. Belum lagi angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar," ujarnya.
Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas mengendalikan pergerakan api. Kebakaran dapat kembali membesar setelah api terlihat berhasil dikuasai.
Selain kondisi cuaca dan angin, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Petugas harus mengambil pasokan air dari sumber lain untuk mendukung operasi pemadaman di lokasi.
Kondisi lahan gambut juga membuat proses penanganan karhutla membutuhkan waktu lebih panjang. Api dapat kembali muncul setelah permukaan lahan terlihat berhasil dipadamkan.
Petugas BPBD Kampar Terluka
Di tengah penanganan karhutla yang berlangsung intensif, seorang personel BPBD Kampar juga mengalami cedera saat bertugas.
Personel tersebut bernama Syaifan Radhi. Ia mengalami insiden ketika membantu pemadaman karhutla di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kamis (20/8/2026) sore.
Adi mengatakan Syaifan mengalami cedera setelah tertimpa mesin pompa ketika mengangkat peralatan tersebut.
"Kakinya tertimpa pas mengangkat mesin pompa," kata Adi.
Syaifan kemudian langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan adanya cedera serius pada tulang kakinya.
"Sementara dikasih istirahat dulu," ujar Adi.
Petugas Mulai Kelelahan
Adi mengatakan penanganan karhutla di Kampar telah membuat personel bekerja cukup intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Petugas bahkan harus berpindah dari satu titik kebakaran ke lokasi lainnya dalam satu hari.
Kondisi tersebut membuat kelelahan menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman.
Meski demikian, penanganan tetap dilakukan dengan mengerahkan kekuatan personel yang tersedia ke titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.
Untuk karhutla Kualu Nenas, operasi gabungan kembali diperkuat dengan melibatkan BPBD Riau, BPBD Kampar, BNPB, Manggala Agni, TNI dan Polri.
Tim gabungan masih berupaya mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke areal lainnya.(*)