logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Karhutla
Kabut Asap Kiriman Kalimantan,  591 Sekolah Sarawak Diliburkan
Kabut asap yang terasa pekat terlihat karena kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat.(ft:jurnal borneo)
Kabut Asap Kiriman Kalimantan, 591 Sekolah Sarawak Diliburkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 21 Agustus 2026 | 15:28:27

PONTIANAK-Dampak kabut asap juga dirasakan hingga wilayah Sarawak, Malaysia.

Pemerintah setempat meliburkan sementara 591 sekolah akibat memburuknya kualitas udara yang dikaitkan dengan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional.

Kebijakan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan jumlah sekitar 107.590 murid.

iklan-view

Selain itu, sebanyak 82 sekolah menengah dengan sekitar 89.733 siswa juga terdampak kebijakan tersebut.

Sekolah-sekolah yang diliburkan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.

Dengan demikian, lebih dari 197 ribu peserta didik terdampak penghentian sementara kegiatan belajar mengajar tersebut

Kebakatan hutan dan lahan ini juga menyebabkan arus transportasi terganggu, seperti di Pontianak, Kalimantan Barat, sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Supadio mengalami keterlambatan pada Jumat (21/8/2026) pagi.

Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di wilayah Pontianak dan sekitarnya menurun akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut.

Ratusan calon penumpang terlihat memenuhi ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Supadio sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan.

Sejumlah penumpang bahkan telah datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal penerbangan.

Salah seorang calon penumpang, Santosa, mengatakan dirinya sudah berada di bandara sejak pukul 07.00 WIB.

Padahal, jadwal keberangkatan pesawat yang akan ditumpanginya tercantum pukul 08.30 WIB.

"Saya dari jam 07.00 WIB sudah tiba di bandara, padahal jam keberangkatan pesawat saya jam 08.30 WIB," kata Santosa.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, para penumpang masih menunggu informasi mengenai kepastian keberangkatan dari pihak maskapai.

Situasi tersebut menunjukkan dampak kabut asap mulai merambah aktivitas transportasi udara. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama ketika jarak pandang di sekitar bandara menurun.

Calon penumpang lainnya, Raimondus, mengatakan penumpang memahami bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas.

Namun, dia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga keterlambatan penerbangan tidak berlangsung terlalu lama.(*)

Kabut Asap Kiriman Kalimantan, 591 Sekolah Sarawak Diliburkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 21 Agustus 2026 | 15:28:27
Kabut Asap Kiriman Kalimantan,  591 Sekolah Sarawak Diliburkan
Kabut asap yang terasa pekat terlihat karena kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat.(ft:jurnal borneo)

PONTIANAK-Dampak kabut asap juga dirasakan hingga wilayah Sarawak, Malaysia.

Pemerintah setempat meliburkan sementara 591 sekolah akibat memburuknya kualitas udara yang dikaitkan dengan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional.

Kebijakan tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan jumlah sekitar 107.590 murid.

Selain itu, sebanyak 82 sekolah menengah dengan sekitar 89.733 siswa juga terdampak kebijakan tersebut.

Sekolah-sekolah yang diliburkan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.

Dengan demikian, lebih dari 197 ribu peserta didik terdampak penghentian sementara kegiatan belajar mengajar tersebut

Kebakatan hutan dan lahan ini juga menyebabkan arus transportasi terganggu, seperti di Pontianak, Kalimantan Barat, sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Supadio mengalami keterlambatan pada Jumat (21/8/2026) pagi.

Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di wilayah Pontianak dan sekitarnya menurun akibat kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut.

Ratusan calon penumpang terlihat memenuhi ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Supadio sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan.

Sejumlah penumpang bahkan telah datang lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal penerbangan.

Salah seorang calon penumpang, Santosa, mengatakan dirinya sudah berada di bandara sejak pukul 07.00 WIB.

Padahal, jadwal keberangkatan pesawat yang akan ditumpanginya tercantum pukul 08.30 WIB.

"Saya dari jam 07.00 WIB sudah tiba di bandara, padahal jam keberangkatan pesawat saya jam 08.30 WIB," kata Santosa.

Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, para penumpang masih menunggu informasi mengenai kepastian keberangkatan dari pihak maskapai.

Situasi tersebut menunjukkan dampak kabut asap mulai merambah aktivitas transportasi udara. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama ketika jarak pandang di sekitar bandara menurun.

Calon penumpang lainnya, Raimondus, mengatakan penumpang memahami bahwa keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas.

Namun, dia berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga keterlambatan penerbangan tidak berlangsung terlalu lama.(*)