
PEKANBARU-Puluhan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ambil bagian dalam Lomba Tahfidz Juz 30 antar ASN dan non-ASN yang digelar di Masjid Paripurna Agung Ar-Rahman, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Perlombaan ini menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mendorong para ASN dan non-ASN agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui kegiatan membaca dan menghafal, tetapi juga dengan memahami serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Agung menegaskan, lomba tahfidz tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta dalam menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan ajarannya.

“Ini untuk memacu kita semua bersama-sama agar lebih semangat mengamalkan Al-Qur’an. Bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ujar Agung.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 70 orang. Dari jumlah tersebut, 50 peserta telah melakukan daftar ulang dan siap mengikuti perlombaan. Mereka terdiri atas 36 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan.
Sedangkan 20 peserta lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan saat perlombaan berlangsung.
Selain menjadi wadah untuk menguji kemampuan hafalan, lomba tersebut juga menawarkan hadiah bagi peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Hadiah utama diberikan kepada juara pertama berupa perjalanan ibadah umrah yang direncanakan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
“Juara satu umrah, juara dua lima juta, juara tiga tiga juta,” kata Agung.
Ia berharap hadiah yang disiapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para peserta untuk mengikuti perlombaan secara maksimal. Lebih jauh, Agung ingin semangat mempelajari Al-Qur’an yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus berlanjut setelah perlombaan selesai.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an seharusnya tidak hanya diterapkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman bagi ASN dan non-ASN dalam melaksanakan tugas serta menjalani kehidupan sehari-hari.
Agung pun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pembenahan kehidupan akhirat sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan dunia.
“Kita kembali kepada kaidah, selesaikan akhirat maka dunia akan selesai. Kalau urusan akhirat kita benahi, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti,” pungkasnya.(*)




PEKANBARU-Puluhan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ambil bagian dalam Lomba Tahfidz Juz 30 antar ASN dan non-ASN yang digelar di Masjid Paripurna Agung Ar-Rahman, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Perlombaan ini menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk mendorong para ASN dan non-ASN agar semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui kegiatan membaca dan menghafal, tetapi juga dengan memahami serta menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Agung menegaskan, lomba tahfidz tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengukur kemampuan peserta dalam menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas, yakni menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong pengamalan ajarannya.
“Ini untuk memacu kita semua bersama-sama agar lebih semangat mengamalkan Al-Qur’an. Bukan hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkannya,” ujar Agung.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 70 orang. Dari jumlah tersebut, 50 peserta telah melakukan daftar ulang dan siap mengikuti perlombaan. Mereka terdiri atas 36 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan.
Sedangkan 20 peserta lainnya masih dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan saat perlombaan berlangsung.
Selain menjadi wadah untuk menguji kemampuan hafalan, lomba tersebut juga menawarkan hadiah bagi peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Hadiah utama diberikan kepada juara pertama berupa perjalanan ibadah umrah yang direncanakan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
“Juara satu umrah, juara dua lima juta, juara tiga tiga juta,” kata Agung.
Ia berharap hadiah yang disiapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para peserta untuk mengikuti perlombaan secara maksimal. Lebih jauh, Agung ingin semangat mempelajari Al-Qur’an yang tumbuh melalui kegiatan tersebut dapat terus berlanjut setelah perlombaan selesai.
Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an seharusnya tidak hanya diterapkan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi pedoman bagi ASN dan non-ASN dalam melaksanakan tugas serta menjalani kehidupan sehari-hari.
Agung pun mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pembenahan kehidupan akhirat sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan dunia.
“Kita kembali kepada kaidah, selesaikan akhirat maka dunia akan selesai. Kalau urusan akhirat kita benahi, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti,” pungkasnya.(*)