
PELALAWAN - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, tak hanya berfokus pada pemadaman api. Kondisi kesehatan warga dan personel yang berjibaku di lokasi kebakaran juga menjadi perhatian.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau turun langsung memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Penanggulangan Bencana Karhutla di Desa Banjar Panjang, Kecamatan Kerumutan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon bersama Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara. Tim kesehatan diterjunkan untuk memastikan warga yang terdampak asap maupun personel yang terlibat dalam penanganan karhutla tetap mendapatkan pelayanan medis.

Untuk memperluas jangkauan, personel Bid Dokkes Polda Riau dibagi menjadi tiga tim.

Tim pertama memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang datang ke Posko Kesehatan Karhutla. Tim kedua menyasar personel Polri, TNI dan petugas dari instansi lain yang berada di lokasi pemadaman.
Sementara tim ketiga bergerak dari rumah ke rumah untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan asap karhutla, sekaligus memastikan petugas di lapangan tetap dalam kondisi prima selama menjalankan tugas.
Selain pelayanan kesehatan, rombongan juga mengecek kesiapan fasilitas kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kerumutan. Pemeriksaan meliputi sarana dan prasarana serta ketersediaan obat-obatan untuk memastikan fasilitas kesehatan siap menangani dampak karhutla.
Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan kesehatan masyarakat terdampak asap dan personel yang bertugas di lapangan menjadi prioritas dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, pembagian tim menjadi tiga bagian diharapkan membuat pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di posko, tetapi dapat menjangkau petugas di titik pemadaman hingga warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

"Kesehatan personel di lapangan dan masyarakat terdampak asap adalah prioritas kami. Dengan sistem tiga tim ini, kami memastikan pelayanan menjangkau posko, titik api hingga rumah warga," katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Bid Dokkes Polda Riau, Polres Pelalawan dan Puskesmas Kerumutan akan terus diperkuat agar penanganan dampak kesehatan akibat karhutla dapat berjalan optimal.
Menjelang petang, seluruh rangkaian kegiatan pelayanan dan pengecekan kesehatan di Kecamatan Kerumutan selesai dilaksanakan. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. (dik)



PELALAWAN - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, tak hanya berfokus pada pemadaman api. Kondisi kesehatan warga dan personel yang berjibaku di lokasi kebakaran juga menjadi perhatian.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau turun langsung memberikan pelayanan kesehatan di Posko Kesehatan Penanggulangan Bencana Karhutla di Desa Banjar Panjang, Kecamatan Kerumutan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon bersama Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara. Tim kesehatan diterjunkan untuk memastikan warga yang terdampak asap maupun personel yang terlibat dalam penanganan karhutla tetap mendapatkan pelayanan medis.
Untuk memperluas jangkauan, personel Bid Dokkes Polda Riau dibagi menjadi tiga tim.

Tim pertama memberikan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang datang ke Posko Kesehatan Karhutla. Tim kedua menyasar personel Polri, TNI dan petugas dari instansi lain yang berada di lokasi pemadaman.
Sementara tim ketiga bergerak dari rumah ke rumah untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang tinggal di sekitar kawasan terdampak kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini gangguan kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan asap karhutla, sekaligus memastikan petugas di lapangan tetap dalam kondisi prima selama menjalankan tugas.
Selain pelayanan kesehatan, rombongan juga mengecek kesiapan fasilitas kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kerumutan. Pemeriksaan meliputi sarana dan prasarana serta ketersediaan obat-obatan untuk memastikan fasilitas kesehatan siap menangani dampak karhutla.
Kabid Dokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan kesehatan masyarakat terdampak asap dan personel yang bertugas di lapangan menjadi prioritas dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, pembagian tim menjadi tiga bagian diharapkan membuat pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di posko, tetapi dapat menjangkau petugas di titik pemadaman hingga warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

"Kesehatan personel di lapangan dan masyarakat terdampak asap adalah prioritas kami. Dengan sistem tiga tim ini, kami memastikan pelayanan menjangkau posko, titik api hingga rumah warga," katanya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Bid Dokkes Polda Riau, Polres Pelalawan dan Puskesmas Kerumutan akan terus diperkuat agar penanganan dampak kesehatan akibat karhutla dapat berjalan optimal.
Menjelang petang, seluruh rangkaian kegiatan pelayanan dan pengecekan kesehatan di Kecamatan Kerumutan selesai dilaksanakan. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif. (dik)