logo
Terjadi di Pekanbaru: Sopir Antre Bio Solar hingga 10 Jam, Masalahnya di Kuota a Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Amplop Suhardiman untuk Raja Juli Belum Berujung Pemanggilan, KPK Fokus Bongkar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dentuman Anak Krakatau Menggelegar hingga Jabar, BNPB: Jangan Panik, Belum Ada P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Palindra Tertutup Kabut Asap, Bus Damri Tabrak ALS, Belasan Penumpang Luka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menteri HAM Dorong Kasasi atas Pembatalan Pemecatan Prajurit TNI di Kasus Penyir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Solar Langka, Kecemasan yang Mengular Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Nasional ke-31 di Semarang Diikuti 2.242 Peserta dari Seluruh Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di Sumatra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KESEHATAN
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

iklan-view

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)

Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 15:32:33
Sebaran Asap Karhutla Makin Parah: Plt Gubri Imbau Warga Pakai Masker, Total 216 Titik Panas di Pelalawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu (23/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto menghimbau agar masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah karhutla yang makin parah di Riau, terutama Kabupaten Pelalawan dan sekitarnya. 

"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," kata SF Hariyanto saat audiensi dan penanganan karhutla di Ruang Rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026). 

Di sisi lain, SF Hariyanto menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran. 

Menurutnya, satu orang yang membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua orang. 

"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," ujarnya. 

Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan. 

"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran," tegasnya. 

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat koordinasi dan antisipasi perkembangan karhutla.

Pemrov Riau menyiapkan sekitar 110 ribu masker per hari untuk mendukung kebutuhan petugas maupun masyarakat yang terdampak. 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal menyebut total ada 216 titik panas di wilayah Kabupaten Pelalawan. 

Kata Edy, sebagian lokasi berada di kawasan gambut dengan kedalaman tertentu dan memiliki vegetasi yang menjadi bahan bakar api. 

"Untuk memperkuat penanganan, peralatan pemadaman dan sumber air terus kita tambah, dari sebelumnya enam menjadi 15 unit. Personel juga terus diperkuat melalui kolaborasi Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya, " pungkasnya. (*)