
PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mencatat adanya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
Zulkifli mengatakan, terdapat empat wilayah yang terdampak yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat 211 kasus pada 19 Agustus, kemudian 71 kasus pada 20 Agustus, dan 108 kasus pada 21 Agustus.

Sementara itu, per 22 Agustus 2026 tercatat sekitar 55 kasus ISPA di empat wilayah tersebut.
"Tanggal 19 Agustus sekitar 211 kasus, tanggal 20 ada 71 kasus, dan tanggal 21 ada 108 kasus, " ujar Zulkifli usai rapat penanganan karhutla di ruang rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026).
Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus melakukan langkah preventif.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, dan tidak bepergian jika tidak ada keperluan.
"Khusus yang punya riwayat ganguan sistem pernafasan ini perlu agar meminimalisir untuk keluar rumah karena takutnya asap itu menjadi faktor pencetus," lanjutnya.
Di sisi lain, pihaknya telah memastikan ketersediaan sebanyak 120 ribu masker.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu masker telah didistribusikan ke Kabupaten Pelalawan yang menjadi salah satu wilayah terdampak karhutla.
"Hari kemarin punya 120 ribu masker dan sudah kita dropping ke Pelalawan 10 ribu," ucapnya.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan untuk memetakan ibu hamil dan bayi yang terdampak, guna menyalurkan bantuan. (har)




PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mencatat adanya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di sejumlah wilayah yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
Zulkifli mengatakan, terdapat empat wilayah yang terdampak yakni Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat 211 kasus pada 19 Agustus, kemudian 71 kasus pada 20 Agustus, dan 108 kasus pada 21 Agustus.
Sementara itu, per 22 Agustus 2026 tercatat sekitar 55 kasus ISPA di empat wilayah tersebut.
"Tanggal 19 Agustus sekitar 211 kasus, tanggal 20 ada 71 kasus, dan tanggal 21 ada 108 kasus, " ujar Zulkifli usai rapat penanganan karhutla di ruang rapat Kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026).
Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus melakukan langkah preventif.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, dan tidak bepergian jika tidak ada keperluan.
"Khusus yang punya riwayat ganguan sistem pernafasan ini perlu agar meminimalisir untuk keluar rumah karena takutnya asap itu menjadi faktor pencetus," lanjutnya.
Di sisi lain, pihaknya telah memastikan ketersediaan sebanyak 120 ribu masker.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu masker telah didistribusikan ke Kabupaten Pelalawan yang menjadi salah satu wilayah terdampak karhutla.
"Hari kemarin punya 120 ribu masker dan sudah kita dropping ke Pelalawan 10 ribu," ucapnya.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan untuk memetakan ibu hamil dan bayi yang terdampak, guna menyalurkan bantuan. (har)