logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KESEHATAN
3 Juta Jiwa Terpapar Asap Karhutla di 37 Kabupaten/Kota, Kemenkes: Anak-anak hingga Lansia Paling Rentan
Pembagian masker di jalanan. (Foto: Ist/Kemenkes)
3 Juta Jiwa Terpapar Asap Karhutla di 37 Kabupaten/Kota, Kemenkes: Anak-anak hingga Lansia Paling Rentan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 23:17:43

JAKARTA - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi ancaman kesehatan bagi jutaan warga. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 3 juta jiwa terpapar langsung kabut asap karhutla yang melanda puluhan kabupaten/kota di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan data hingga Jumat (21/8/2026), karhutla telah menyebar di 87 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi.

Dari wilayah terdampak tersebut, sekitar 3 juta orang di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap.

iklan-view

Tujuh provinsi yang terdampak yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Budi mengingatkan, paparan asap karhutla tidak boleh dianggap sepele karena mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai bagian terdalam paru-paru.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi di Jakarta, Minggu (23/8/2026), seperti dikutip dari antaranews.

Menurutnya, paparan PM2,5 dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk dan sesak napas hingga memperburuk penyakit paru kronis.

Risiko tersebut semakin besar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan awal dari paparan partikel berbahaya.

Masyarakat juga diminta rutin memantau kualitas udara melalui kanal atau aplikasi resmi. Informasi tersebut penting sebagai dasar untuk menentukan apakah kondisi udara masih aman untuk beraktivitas di luar rumah.

Kemenkes turut mengingatkan warga agar tidak menunggu kondisi memburuk ketika mulai mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

Gejala seperti sesak napas, batuk yang menetap, nyeri dada hingga iritasi mata berat harus segera mendapat penanganan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dengan sebaran karhutla yang telah mencapai 87 kabupaten/kota dan sekitar 3 juta jiwa terpapar langsung, pemerintah menghadapi bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga ancaman kesehatan masyarakat dalam skala besar. (*)

3 Juta Jiwa Terpapar Asap Karhutla di 37 Kabupaten/Kota, Kemenkes: Anak-anak hingga Lansia Paling Rentan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 23:17:43
3 Juta Jiwa Terpapar Asap Karhutla di 37 Kabupaten/Kota, Kemenkes: Anak-anak hingga Lansia Paling Rentan
Pembagian masker di jalanan. (Foto: Ist/Kemenkes)

JAKARTA - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi ancaman kesehatan bagi jutaan warga. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 3 juta jiwa terpapar langsung kabut asap karhutla yang melanda puluhan kabupaten/kota di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan data hingga Jumat (21/8/2026), karhutla telah menyebar di 87 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi.

Dari wilayah terdampak tersebut, sekitar 3 juta orang di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap.

Tujuh provinsi yang terdampak yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Budi mengingatkan, paparan asap karhutla tidak boleh dianggap sepele karena mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan mencapai bagian terdalam paru-paru.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi di Jakarta, Minggu (23/8/2026), seperti dikutip dari antaranews.

Menurutnya, paparan PM2,5 dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk dan sesak napas hingga memperburuk penyakit paru kronis.

Risiko tersebut semakin besar bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru.

Karena itu, Kemenkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan awal dari paparan partikel berbahaya.

Masyarakat juga diminta rutin memantau kualitas udara melalui kanal atau aplikasi resmi. Informasi tersebut penting sebagai dasar untuk menentukan apakah kondisi udara masih aman untuk beraktivitas di luar rumah.

Kemenkes turut mengingatkan warga agar tidak menunggu kondisi memburuk ketika mulai mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

Gejala seperti sesak napas, batuk yang menetap, nyeri dada hingga iritasi mata berat harus segera mendapat penanganan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dengan sebaran karhutla yang telah mencapai 87 kabupaten/kota dan sekitar 3 juta jiwa terpapar langsung, pemerintah menghadapi bukan hanya persoalan kebakaran lahan, tetapi juga ancaman kesehatan masyarakat dalam skala besar. (*)