logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PEKANBARU
Pekanbaru Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diliburkan dan Belajar Beralih ke Daring
Salah satu Sekolah Dasar (SD) di Pekanbaru terlihat lengang karena mulai Senin (24/8/2026) ini sekolah-sekolah diliburkan akibat kabut asap yang tebal. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Pekanbaru Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diliburkan dan Belajar Beralih ke Daring
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 09:00:24

PEKANBARU - Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan mengancam kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi cuaca yang kian memburuk, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Pihak sekolah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah demi keselamatan para siswa, dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem Dalam Jaringan (Daring).

Salah seorang guru kelas 1 SDN 165, Jalan Serasi, Pekanbaru, Warna, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil secara resmi berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, serta mempertimbangkan situasi kualitas udara yang makin tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan.

iklan-view

"Pemberitahuan ini berpatokan pada surat edaran Dinas Pendidikan dan melihat situasi kondisi cuaca sekarang yang tidak memungkinkan. Maka, demi kesehatan bersama, anak-anak kita dialihkan ke pembelajaran daring," ujar Warna.

Guna memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik, proses belajar mandiri dari rumah dilakukan memanfaatkan teknologi digital. Pihak sekolah telah menyiapkan dua skema utama pelaksanaan kelas daring, yakni melalui grup percakapan (WhatsApp Group) dan platform Google Classroom.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai batas waktu pelaksanaan sekolah daring tersebut. Pemerintah kota bersama pihak sekolah akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru sebelum memutuskan waktu yang aman bagi siswa untuk kembali belajar di sekolah.

Para orang tua diimbau untuk terus mendampingi anak-anak selama proses belajar di rumah serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. (why)

Pekanbaru Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diliburkan dan Belajar Beralih ke Daring
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 09:00:24
Pekanbaru Dikepung Kabut Asap, Sekolah Diliburkan dan Belajar Beralih ke Daring
Salah satu Sekolah Dasar (SD) di Pekanbaru terlihat lengang karena mulai Senin (24/8/2026) ini sekolah-sekolah diliburkan akibat kabut asap yang tebal. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan mengancam kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi cuaca yang kian memburuk, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.

Pihak sekolah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah demi keselamatan para siswa, dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem Dalam Jaringan (Daring).

Salah seorang guru kelas 1 SDN 165, Jalan Serasi, Pekanbaru, Warna, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil secara resmi berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, serta mempertimbangkan situasi kualitas udara yang makin tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan.

"Pemberitahuan ini berpatokan pada surat edaran Dinas Pendidikan dan melihat situasi kondisi cuaca sekarang yang tidak memungkinkan. Maka, demi kesehatan bersama, anak-anak kita dialihkan ke pembelajaran daring," ujar Warna.

Guna memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik, proses belajar mandiri dari rumah dilakukan memanfaatkan teknologi digital. Pihak sekolah telah menyiapkan dua skema utama pelaksanaan kelas daring, yakni melalui grup percakapan (WhatsApp Group) dan platform Google Classroom.

Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai batas waktu pelaksanaan sekolah daring tersebut. Pemerintah kota bersama pihak sekolah akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru sebelum memutuskan waktu yang aman bagi siswa untuk kembali belajar di sekolah.

Para orang tua diimbau untuk terus mendampingi anak-anak selama proses belajar di rumah serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. (why)