
PEKANBARU - Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan mengancam kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi cuaca yang kian memburuk, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Pihak sekolah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah demi keselamatan para siswa, dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem Dalam Jaringan (Daring).
Salah seorang guru kelas 1 SDN 165, Jalan Serasi, Pekanbaru, Warna, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil secara resmi berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, serta mempertimbangkan situasi kualitas udara yang makin tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan.


"Pemberitahuan ini berpatokan pada surat edaran Dinas Pendidikan dan melihat situasi kondisi cuaca sekarang yang tidak memungkinkan. Maka, demi kesehatan bersama, anak-anak kita dialihkan ke pembelajaran daring," ujar Warna.
Guna memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik, proses belajar mandiri dari rumah dilakukan memanfaatkan teknologi digital. Pihak sekolah telah menyiapkan dua skema utama pelaksanaan kelas daring, yakni melalui grup percakapan (WhatsApp Group) dan platform Google Classroom.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai batas waktu pelaksanaan sekolah daring tersebut. Pemerintah kota bersama pihak sekolah akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru sebelum memutuskan waktu yang aman bagi siswa untuk kembali belajar di sekolah.
Para orang tua diimbau untuk terus mendampingi anak-anak selama proses belajar di rumah serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. (why)




PEKANBARU - Kabut asap tebal kembali menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru dan mengancam kesehatan masyarakat. Menanggapi kondisi cuaca yang kian memburuk, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mengambil langkah tegas dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Pihak sekolah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah demi keselamatan para siswa, dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem Dalam Jaringan (Daring).
Salah seorang guru kelas 1 SDN 165, Jalan Serasi, Pekanbaru, Warna, mengonfirmasi bahwa langkah ini diambil secara resmi berdasarkan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, serta mempertimbangkan situasi kualitas udara yang makin tidak memungkinkan untuk aktivitas luar ruangan.

"Pemberitahuan ini berpatokan pada surat edaran Dinas Pendidikan dan melihat situasi kondisi cuaca sekarang yang tidak memungkinkan. Maka, demi kesehatan bersama, anak-anak kita dialihkan ke pembelajaran daring," ujar Warna.
Guna memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik, proses belajar mandiri dari rumah dilakukan memanfaatkan teknologi digital. Pihak sekolah telah menyiapkan dua skema utama pelaksanaan kelas daring, yakni melalui grup percakapan (WhatsApp Group) dan platform Google Classroom.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai batas waktu pelaksanaan sekolah daring tersebut. Pemerintah kota bersama pihak sekolah akan terus memantau perkembangan kualitas udara di Pekanbaru sebelum memutuskan waktu yang aman bagi siswa untuk kembali belajar di sekolah.
Para orang tua diimbau untuk terus mendampingi anak-anak selama proses belajar di rumah serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan guna mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. (why)