
PEKANBARU-Satpol PP Riau menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi kendala pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama sulitnya menjangkau sumber air titik api di Kabupaten Pelalawan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto mengatakan, sesuai arahan Gubernur Riau, sebanyak 50 personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla.
Mereka dibekali lima unit pompa, genset, selang, hingga tangki air.

Peralatan tersebut disiapkan lantaran sumber air di sejumlah lokasi karhutla disebut berada cukup jauh dari titik kebakaran.
“Karena sumber airnya katanya jauh, kita bawa tangki,” kata Sri usai Apel Pelepasan Personil, Bantuan Medis dan Dukungan Peralatan Operasi Pemadaman Karhutla di halaman kantor Gubernur Riau pada Senin, (24/8/2026).
Selain membawa peralatan pemompaan, Satpol PP juga mengantisipasi keterbatasan efektivitas water bombing.
Menurutnya, metode pemadaman dari udara tidak selalu mampu menjangkau bagian bawah lahan yang terbakar, khususnya pada area gambut.
“Info di lapangan, sumber air untuk water bombing kadang tidak sampai ke bawah, apalagi gambut,” ujarnya.
Karena itu, pompa dan selang disiapkan agar personel tetap dapat mengambil air dari sumber yang lokasinya jauh dari titik api.
“Antisipasinya, kita bawa pompa, selangnya cukup. Jadi kalau sumber airnya jauh, mudah-mudahan bisa ter-cover,” lanjutnya.
Di sisi lain, Satpol PP juga menyiapkan rotasi personel untuk menjaga kondisi fisik petugas.
Personel yang bertugas akan diganti setelah sekitar lima hari guna mengurangi risiko paparan asap dalam waktu yang terlalu lama.
“Untuk jaga, nanti kita gantiandengan rekan-rekan yang lain. Nanti lima hari mungkin diganti dengan yang baru supaya tidak terpapar asap di sana,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Riau mengerahkan sebanyak 92 petugas gabungan dikerahkan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Petugas yang dikirim terdiri dari personel BPBD Riau, Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Selain personel, pemerintah juga mengirim peralatan pemadaman serta perlengkapan medis untuk mendukung penanganan karhutla di lokasi.
Tim gabungan akan membantu proses pemadaman sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan para petugas selama berada di lokasi kebakaran. (*)




PEKANBARU-Satpol PP Riau menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi kendala pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama sulitnya menjangkau sumber air titik api di Kabupaten Pelalawan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau, Sri Sadono Mulyanto mengatakan, sesuai arahan Gubernur Riau, sebanyak 50 personel dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla.
Mereka dibekali lima unit pompa, genset, selang, hingga tangki air.
Peralatan tersebut disiapkan lantaran sumber air di sejumlah lokasi karhutla disebut berada cukup jauh dari titik kebakaran.
“Karena sumber airnya katanya jauh, kita bawa tangki,” kata Sri usai Apel Pelepasan Personil, Bantuan Medis dan Dukungan Peralatan Operasi Pemadaman Karhutla di halaman kantor Gubernur Riau pada Senin, (24/8/2026).
Selain membawa peralatan pemompaan, Satpol PP juga mengantisipasi keterbatasan efektivitas water bombing.
Menurutnya, metode pemadaman dari udara tidak selalu mampu menjangkau bagian bawah lahan yang terbakar, khususnya pada area gambut.
“Info di lapangan, sumber air untuk water bombing kadang tidak sampai ke bawah, apalagi gambut,” ujarnya.
Karena itu, pompa dan selang disiapkan agar personel tetap dapat mengambil air dari sumber yang lokasinya jauh dari titik api.
“Antisipasinya, kita bawa pompa, selangnya cukup. Jadi kalau sumber airnya jauh, mudah-mudahan bisa ter-cover,” lanjutnya.
Di sisi lain, Satpol PP juga menyiapkan rotasi personel untuk menjaga kondisi fisik petugas.
Personel yang bertugas akan diganti setelah sekitar lima hari guna mengurangi risiko paparan asap dalam waktu yang terlalu lama.
“Untuk jaga, nanti kita gantiandengan rekan-rekan yang lain. Nanti lima hari mungkin diganti dengan yang baru supaya tidak terpapar asap di sana,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Riau mengerahkan sebanyak 92 petugas gabungan dikerahkan Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Petugas yang dikirim terdiri dari personel BPBD Riau, Basarnas, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Selain personel, pemerintah juga mengirim peralatan pemadaman serta perlengkapan medis untuk mendukung penanganan karhutla di lokasi.
Tim gabungan akan membantu proses pemadaman sekaligus memastikan kebutuhan kesehatan para petugas selama berada di lokasi kebakaran. (*)