logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KAMPAR
Karhutla Rimbo Panjang Meluas, 10 Hektare Terbakar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Tim pemadam karhutla dari kepolisian terlihat berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Karhutla Rimbo Panjang Meluas, 10 Hektare Terbakar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 10:33:05

KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, belum sepenuhnya teratasi. Memasuki hari ke-13, luas lahan yang terbakar kini mencapai sekitar 10 hektare.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (24/8/2026) pagi. Ia memastikan penanganan terus dilakukan bersama Polres Kampar, Kodim 0313/KTP, serta unsur terkait lainnya.

Ahmad Yuzar mengatakan, pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.

iklan-view

"Untuk mengatasi masalah karhutla ini, Pemkab Kampar bersama Polres Kampar, Kodim 0313/KTP, kita sudah menyiapkan seluruh potensi yang ada," kata Ahmad Yuzar.

Kebakaran yang sebelumnya diperkirakan melanda sekitar 4 hektare lahan kini meluas menjadi sekitar 10 hektare.

Menurut Ahmad Yuzar, kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Api yang dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

"Ini karena gambut, maka prosesnya agak lama sedikit proses pemadamannya," ujarnya.

Selain di Rimbo Panjang, kebakaran juga terjadi di kawasan Kuala Nenas dengan luas sekitar 2 hektare. Pemerintah memastikan kedua lokasi terus dipantau dan dilakukan penanganan.

Penanganan karhutla Rimbo Panjang juga telah masuk ke proses penegakan hukum.

Polres Kampar sebelumnya telah menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait kebakaran lahan tersebut.

Kapolres Kampar AKBP Bobby Ramadhan Sebayang menyampaikan, penyidikan terhadap kasus tersebut masih berjalan. Polisi masih mendalami penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penetapan tersangka menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk mengusut dugaan tindak pidana di balik kebakaran lahan yang hingga kini telah meluas sekitar 10 hektare.

Bupati Kampar menyebut hingga Senin pagi masih terdapat dua titik karhutla di wilayah Kabupaten Kampar. "Satu di Kuala Nenas, di sini satu," katanya.

Dari dua lokasi tersebut, Rimbo Panjang menjadi titik yang dinilai paling parah.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran telah berlangsung selama hampir dua pekan. Pemerintah bersama aparat gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian Pemkab Kampar.

Ahmad Yuzar telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengukur kualitas udara di wilayah Kampar.

Hasil pengukuran tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan meliburkan sekolah apabila kualitas udara mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.

"Kita tidak juga mau merugikan murid, juga tidak mau merugikan kesehatan anak-anak," ujarnya.

Namun, hingga Senin, belum ada keputusan untuk meliburkan sekolah. Pemerintah masih menunggu hasil pengukuran kualitas udara serta melihat perkembangan karhutla di lapangan.

"Kalau sudah waktunya nanti pada tingkat yang berbahaya, tentu kita akan ambil tindakan meliburkan," kata Ahmad Yuzar.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat asap, Pemkab Kampar juga telah mengaktifkan seluruh puskesmas.

Khusus di Rimbo Panjang, posko kesehatan didirikan di depan jalan poros. Petugas kesehatan disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang terdampak.

"Kepala Dinas Kesehatan sudah saya perintahkan dan nanti kita lihat semua petugas standby di sana," ujarnya.

Memasuki hari ke-13, karhutla Rimbo Panjang kini bukan hanya menyisakan persoalan pemadaman. Luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 10 hektare, sementara proses hukum terhadap dugaan penyebab kebakaran juga telah berjalan dengan ditetapkannya satu orang sebagai tersangka.

Pemerintah Kabupaten Kampar pun berencana mengumpulkan seluruh kepala desa, camat, dan perusahaan pada Rabu untuk memberikan instruksi tegas agar tidak ada lagi aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk dan skala apa pun. (ric)

Karhutla Rimbo Panjang Meluas, 10 Hektare Terbakar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 10:33:05
Karhutla Rimbo Panjang Meluas, 10 Hektare Terbakar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Tim pemadam karhutla dari kepolisian terlihat berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang terbakar di Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)

KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, belum sepenuhnya teratasi. Memasuki hari ke-13, luas lahan yang terbakar kini mencapai sekitar 10 hektare.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar meninjau langsung lokasi kebakaran pada Senin (24/8/2026) pagi. Ia memastikan penanganan terus dilakukan bersama Polres Kampar, Kodim 0313/KTP, serta unsur terkait lainnya.

Ahmad Yuzar mengatakan, pemerintah daerah telah mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.

"Untuk mengatasi masalah karhutla ini, Pemkab Kampar bersama Polres Kampar, Kodim 0313/KTP, kita sudah menyiapkan seluruh potensi yang ada," kata Ahmad Yuzar.

Kebakaran yang sebelumnya diperkirakan melanda sekitar 4 hektare lahan kini meluas menjadi sekitar 10 hektare.

Menurut Ahmad Yuzar, kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Api yang dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.

"Ini karena gambut, maka prosesnya agak lama sedikit proses pemadamannya," ujarnya.

Selain di Rimbo Panjang, kebakaran juga terjadi di kawasan Kuala Nenas dengan luas sekitar 2 hektare. Pemerintah memastikan kedua lokasi terus dipantau dan dilakukan penanganan.

Penanganan karhutla Rimbo Panjang juga telah masuk ke proses penegakan hukum.

Polres Kampar sebelumnya telah menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait kebakaran lahan tersebut.

Kapolres Kampar AKBP Bobby Ramadhan Sebayang menyampaikan, penyidikan terhadap kasus tersebut masih berjalan. Polisi masih mendalami penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Penetapan tersangka menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk mengusut dugaan tindak pidana di balik kebakaran lahan yang hingga kini telah meluas sekitar 10 hektare.

Bupati Kampar menyebut hingga Senin pagi masih terdapat dua titik karhutla di wilayah Kabupaten Kampar. "Satu di Kuala Nenas, di sini satu," katanya.

Dari dua lokasi tersebut, Rimbo Panjang menjadi titik yang dinilai paling parah.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kebakaran telah berlangsung selama hampir dua pekan. Pemerintah bersama aparat gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian Pemkab Kampar.

Ahmad Yuzar telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengukur kualitas udara di wilayah Kampar.

Hasil pengukuran tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah menentukan kebijakan, termasuk kemungkinan meliburkan sekolah apabila kualitas udara mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.

"Kita tidak juga mau merugikan murid, juga tidak mau merugikan kesehatan anak-anak," ujarnya.

Namun, hingga Senin, belum ada keputusan untuk meliburkan sekolah. Pemerintah masih menunggu hasil pengukuran kualitas udara serta melihat perkembangan karhutla di lapangan.

"Kalau sudah waktunya nanti pada tingkat yang berbahaya, tentu kita akan ambil tindakan meliburkan," kata Ahmad Yuzar.

Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat asap, Pemkab Kampar juga telah mengaktifkan seluruh puskesmas.

Khusus di Rimbo Panjang, posko kesehatan didirikan di depan jalan poros. Petugas kesehatan disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat yang terdampak.

"Kepala Dinas Kesehatan sudah saya perintahkan dan nanti kita lihat semua petugas standby di sana," ujarnya.

Memasuki hari ke-13, karhutla Rimbo Panjang kini bukan hanya menyisakan persoalan pemadaman. Luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 10 hektare, sementara proses hukum terhadap dugaan penyebab kebakaran juga telah berjalan dengan ditetapkannya satu orang sebagai tersangka.

Pemerintah Kabupaten Kampar pun berencana mengumpulkan seluruh kepala desa, camat, dan perusahaan pada Rabu untuk memberikan instruksi tegas agar tidak ada lagi aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk dan skala apa pun. (ric)