logo
Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / POLITIK
Prabowo Janjikan Kenaikan Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau, Syaratnya Karhutla 900 Hektare Tuntas
Presiden Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). (Foto: Ist/Setneg)
Prabowo Janjikan Kenaikan Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau, Syaratnya Karhutla 900 Hektare Tuntas
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 15:30:46

PEKANBARU - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan kenaikan jabatan bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keduanya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Namun, janji tersebut tidak diberikan cuma-cuma. Prabowo meminta penanganan karhutla di Riau terlebih dahulu dituntaskan, khususnya sekitar 900 hektare area yang masih terbakar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

iklan-view

Dalam rapat tersebut, Prabowo mengapresiasi langkah preventif dan penanganan karhutla yang dilakukan jajaran TNI dan Polri di Riau. Menurutnya, pola penanganan yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

"Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus," kata Prabowo.

Presiden kemudian menanyakan masa tugas Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau. Agus Hadi Waluyo menjawab dirinya telah bertugas sekitar satu tahun di Riau. Sementara Herry Heryawan menyebut telah bertugas sekitar 17 bulan.

Mendengar jawaban tersebut, Prabowo langsung meminta Panglima TNI dan Kapolri menyiapkan peluang kenaikan jabatan bagi keduanya.

"Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri," ujar Prabowo.

Pernyataan itu menempatkan keberhasilan menuntaskan karhutla sebagai ukuran penting kinerja jajaran TNI dan Polri di Riau. Prabowo ingin penanganan tidak berhenti pada pemadaman, tetapi memastikan titik-titik api dapat dikendalikan hingga persoalan karhutla benar-benar selesai.

Presiden juga menegaskan dirinya akan memberikan apresiasi kepada pejabat yang menunjukkan kinerja baik. Sebaliknya, ia tidak segan memberikan teguran apabila pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan.

"Saya kalau enggak beres, aku juga bicaranya ketus. Tapi kalau bagus, saya bicara bagus," tegasnya.

Perhatian Prabowo terhadap Riau tidak terlepas dari masih besarnya ancaman karhutla di wilayah tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas area yang terbakar hingga Juli 2026 mencapai 15.738,9 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 14.423,5 hektare merupakan kawasan lahan gambut.

Sementara hingga 23 Agustus 2026, tercatat 306 hotspot di Riau. Tujuh di antaranya telah berkembang menjadi titik api yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kampar. Luas area yang masih aktif terbakar diperkirakan sekitar 900 hektare.

Angka 900 hektare inilah yang kemudian menjadi target yang harus dituntaskan sebelum janji kenaikan jabatan bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau direalisasikan.

Dengan demikian, arahan Presiden bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi tantangan langsung bagi jajaran TNI dan Polri di Riau untuk membuktikan efektivitas penanganan karhutla. Keberhasilan menuntaskan api akan menjadi ukuran penting atas kinerja mereka sekaligus membuka peluang bagi keduanya untuk naik ke jenjang jabatan berikutnya. (*)

Prabowo Janjikan Kenaikan Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau, Syaratnya Karhutla 900 Hektare Tuntas
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 15:30:46
Prabowo Janjikan Kenaikan Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau, Syaratnya Karhutla 900 Hektare Tuntas
Presiden Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). (Foto: Ist/Setneg)

PEKANBARU - Presiden Prabowo Subianto menjanjikan kenaikan jabatan bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja keduanya dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Namun, janji tersebut tidak diberikan cuma-cuma. Prabowo meminta penanganan karhutla di Riau terlebih dahulu dituntaskan, khususnya sekitar 900 hektare area yang masih terbakar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Prabowo mengapresiasi langkah preventif dan penanganan karhutla yang dilakukan jajaran TNI dan Polri di Riau. Menurutnya, pola penanganan yang diterapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang menghadapi persoalan serupa.

"Saya kira ini sesuatu yang baik, mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain cara penanganan ini. Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus," kata Prabowo.

Presiden kemudian menanyakan masa tugas Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau. Agus Hadi Waluyo menjawab dirinya telah bertugas sekitar satu tahun di Riau. Sementara Herry Heryawan menyebut telah bertugas sekitar 17 bulan.

Mendengar jawaban tersebut, Prabowo langsung meminta Panglima TNI dan Kapolri menyiapkan peluang kenaikan jabatan bagi keduanya.

"Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri," ujar Prabowo.

Pernyataan itu menempatkan keberhasilan menuntaskan karhutla sebagai ukuran penting kinerja jajaran TNI dan Polri di Riau. Prabowo ingin penanganan tidak berhenti pada pemadaman, tetapi memastikan titik-titik api dapat dikendalikan hingga persoalan karhutla benar-benar selesai.

Presiden juga menegaskan dirinya akan memberikan apresiasi kepada pejabat yang menunjukkan kinerja baik. Sebaliknya, ia tidak segan memberikan teguran apabila pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan.

"Saya kalau enggak beres, aku juga bicaranya ketus. Tapi kalau bagus, saya bicara bagus," tegasnya.

Perhatian Prabowo terhadap Riau tidak terlepas dari masih besarnya ancaman karhutla di wilayah tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas area yang terbakar hingga Juli 2026 mencapai 15.738,9 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 14.423,5 hektare merupakan kawasan lahan gambut.

Sementara hingga 23 Agustus 2026, tercatat 306 hotspot di Riau. Tujuh di antaranya telah berkembang menjadi titik api yang tersebar di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kampar. Luas area yang masih aktif terbakar diperkirakan sekitar 900 hektare.

Angka 900 hektare inilah yang kemudian menjadi target yang harus dituntaskan sebelum janji kenaikan jabatan bagi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau direalisasikan.

Dengan demikian, arahan Presiden bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi tantangan langsung bagi jajaran TNI dan Polri di Riau untuk membuktikan efektivitas penanganan karhutla. Keberhasilan menuntaskan api akan menjadi ukuran penting atas kinerja mereka sekaligus membuka peluang bagi keduanya untuk naik ke jenjang jabatan berikutnya. (*)