logo
Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pemprov Riau Perkuat Penanganan Karhutla Kerumutan, Tambah Personel dan Kirim 14 Ribu Masker
Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal. (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Pemprov Riau Perkuat Penanganan Karhutla Kerumutan, Tambah Personel dan Kirim 14 Ribu Masker
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 16:01:46

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, yang hingga kini masih menjadi salah satu titik kebakaran paling mengkhawatirkan.

Penguatan dilakukan dengan menambah personel gabungan serta mengirimkan berbagai kebutuhan untuk mendukung operasi pemadaman dan menjaga kondisi petugas yang bekerja di lapangan.

Dukungan tersebut diserahkan dalam apel pemberian bantuan untuk penanganan karhutla Kerumutan. Pemprov Riau mengirim 14 ribu masker, bantuan medis, peralatan operasi, hingga dukungan oksigen bagi petugas yang bertugas di lokasi kebakaran.

iklan-view

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan operasi pemadaman tetap berjalan di tengah kondisi lapangan yang cukup berat.

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal, mengatakan saat ini sebanyak 432 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di Kerumutan.

Jumlah tersebut menjadi salah satu konsentrasi personel terbesar dalam penanganan karhutla di Riau saat ini.

Kerumutan menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan kondisi yang relatif kering. Sumber air yang terbatas juga menjadi kendala utama bagi petugas.

"Kendalanya gambutnya tebal, kemudian masih banyak pepohonan yang terbakar, angin kencang dan sumber air yang kering," kata Edy, Senin (24/8/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat. Petugas harus berulang kali melakukan penyiraman dan pendinginan karena sumber air yang tersedia cepat habis.

"Embung yang kita gali itu untuk satu sampai dua jam menyiram sudah habis. Jadi kita harus menunggu lagi airnya datang, baru kita menyiram lagi," ujarnya.

Selain dukungan personel dan logistik, operasi penanganan karhutla juga diperkuat dengan dukungan udara.

Saat ini terdapat empat helikopter pemadam, dua helikopter patroli, serta satu pesawat patroli yang dikerahkan untuk mendukung pemantauan dan pemadaman.

Secara keseluruhan, BPBD Riau mencatat terdapat 992 personel gabungan yang saat ini terlibat dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau.

Hingga 22 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Riau telah mencapai 16.277,50 hektare. Dari total tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan terbesar, sedangkan Kerumutan di Pelalawan menjadi salah satu titik yang masih membutuhkan penanganan intensif.

Pemerintah Provinsi Riau kini memusatkan perhatian pada percepatan pemadaman sekaligus memastikan keselamatan personel. Dukungan masker, bantuan medis, peralatan operasi dan oksigen disiapkan untuk menghadapi kondisi lapangan yang dipenuhi asap dan berlangsung dalam durasi panjang.

Dengan karakteristik gambut yang tebal, sumber air yang terbatas dan ancaman angin kencang, penanganan karhutla di Kerumutan diperkirakan masih membutuhkan operasi berkelanjutan hingga api dan titik panas benar-benar dapat dikendalikan.

Pemprov Riau Perkuat Penanganan Karhutla Kerumutan, Tambah Personel dan Kirim 14 Ribu Masker
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 24 Agustus 2026 | 16:01:46
Pemprov Riau Perkuat Penanganan Karhutla Kerumutan, Tambah Personel dan Kirim 14 Ribu Masker
Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal. (Foto: Rico/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, yang hingga kini masih menjadi salah satu titik kebakaran paling mengkhawatirkan.

Penguatan dilakukan dengan menambah personel gabungan serta mengirimkan berbagai kebutuhan untuk mendukung operasi pemadaman dan menjaga kondisi petugas yang bekerja di lapangan.

Dukungan tersebut diserahkan dalam apel pemberian bantuan untuk penanganan karhutla Kerumutan. Pemprov Riau mengirim 14 ribu masker, bantuan medis, peralatan operasi, hingga dukungan oksigen bagi petugas yang bertugas di lokasi kebakaran.

Bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan operasi pemadaman tetap berjalan di tengah kondisi lapangan yang cukup berat.

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal, mengatakan saat ini sebanyak 432 personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di Kerumutan.

Jumlah tersebut menjadi salah satu konsentrasi personel terbesar dalam penanganan karhutla di Riau saat ini.

Kerumutan menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan gambut dengan kondisi yang relatif kering. Sumber air yang terbatas juga menjadi kendala utama bagi petugas.

"Kendalanya gambutnya tebal, kemudian masih banyak pepohonan yang terbakar, angin kencang dan sumber air yang kering," kata Edy, Senin (24/8/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat. Petugas harus berulang kali melakukan penyiraman dan pendinginan karena sumber air yang tersedia cepat habis.

"Embung yang kita gali itu untuk satu sampai dua jam menyiram sudah habis. Jadi kita harus menunggu lagi airnya datang, baru kita menyiram lagi," ujarnya.

Selain dukungan personel dan logistik, operasi penanganan karhutla juga diperkuat dengan dukungan udara.

Saat ini terdapat empat helikopter pemadam, dua helikopter patroli, serta satu pesawat patroli yang dikerahkan untuk mendukung pemantauan dan pemadaman.

Secara keseluruhan, BPBD Riau mencatat terdapat 992 personel gabungan yang saat ini terlibat dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau.

Hingga 22 Agustus 2026, luas lahan terbakar di Provinsi Riau telah mencapai 16.277,50 hektare. Dari total tersebut, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan terbesar, sedangkan Kerumutan di Pelalawan menjadi salah satu titik yang masih membutuhkan penanganan intensif.

Pemerintah Provinsi Riau kini memusatkan perhatian pada percepatan pemadaman sekaligus memastikan keselamatan personel. Dukungan masker, bantuan medis, peralatan operasi dan oksigen disiapkan untuk menghadapi kondisi lapangan yang dipenuhi asap dan berlangsung dalam durasi panjang.

Dengan karakteristik gambut yang tebal, sumber air yang terbatas dan ancaman angin kencang, penanganan karhutla di Kerumutan diperkirakan masih membutuhkan operasi berkelanjutan hingga api dan titik panas benar-benar dapat dikendalikan.