
PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, berada pada kategori sangat tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan IQAir yang tercantum dalam tangkapan layar pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 230.
Polutan utama yang terdeteksi adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara Pekanbaru. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dalam data tersebut, kondisi cuaca Pekanbaru tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 72 persen.
Prakiraan per jam pada laman yang sama menunjukkan kualitas udara masih berada pada level tinggi. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 220, kemudian 212 pada pukul 11.00 WIB dan 203 pada pukul 12.00 WIB.
Meski menunjukkan tren menurun, angka tersebut masih berada pada level yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau juga dilaporkan terus memburuk seiring meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Warga diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (ric)




PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, berada pada kategori sangat tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Berdasarkan pemantauan IQAir yang tercantum dalam tangkapan layar pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 230.
Polutan utama yang terdeteksi adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara Pekanbaru. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dalam data tersebut, kondisi cuaca Pekanbaru tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 72 persen.
Prakiraan per jam pada laman yang sama menunjukkan kualitas udara masih berada pada level tinggi. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 220, kemudian 212 pada pukul 11.00 WIB dan 203 pada pukul 12.00 WIB.
Meski menunjukkan tren menurun, angka tersebut masih berada pada level yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau juga dilaporkan terus memburuk seiring meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Warga diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (ric)