logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PEKANBARU
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 230
Tangkapan layar kualitas udara Pekanbaru yang sangat tidak sehat.
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 230
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 25 Agustus 2026 | 10:04:18

PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, berada pada kategori sangat tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Berdasarkan pemantauan IQAir yang tercantum dalam tangkapan layar pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 230.

Polutan utama yang terdeteksi adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

iklan-view

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara Pekanbaru. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dalam data tersebut, kondisi cuaca Pekanbaru tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 72 persen.

Prakiraan per jam pada laman yang sama menunjukkan kualitas udara masih berada pada level tinggi. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 220, kemudian 212 pada pukul 11.00 WIB dan 203 pada pukul 12.00 WIB.

Meski menunjukkan tren menurun, angka tersebut masih berada pada level yang perlu diwaspadai.

Kondisi ini terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau juga dilaporkan terus memburuk seiring meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Warga diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (ric)

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 230
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 25 Agustus 2026 | 10:04:18
Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, AQI Tembus 230
Tangkapan layar kualitas udara Pekanbaru yang sangat tidak sehat.

PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, berada pada kategori sangat tidak sehat pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Berdasarkan pemantauan IQAir yang tercantum dalam tangkapan layar pada pukul 09.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 230.

Polutan utama yang terdeteksi adalah particulate matter (PM2.5) dengan konsentrasi mencapai 155,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi partikel halus di udara Pekanbaru. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dalam data tersebut, kondisi cuaca Pekanbaru tercatat sekitar 27 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 72 persen.

Prakiraan per jam pada laman yang sama menunjukkan kualitas udara masih berada pada level tinggi. Pada pukul 10.00 WIB, AQI diperkirakan berada di angka 220, kemudian 212 pada pukul 11.00 WIB dan 203 pada pukul 12.00 WIB.

Meski menunjukkan tren menurun, angka tersebut masih berada pada level yang perlu diwaspadai.

Kondisi ini terjadi ketika kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau juga dilaporkan terus memburuk seiring meningkatnya dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena paparan udara dengan konsentrasi polutan tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Warga diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. (ric)