
PEKANBARU-Seorang pria berinisial MA (26) ditemukan tak sadarkan diri di salah satu kamar Hotel Evo Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) dini hari. Meski sempat mendapat pertolongan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah seorang teman korban meminta bantuan untuk mengecek kondisi MA di kamar 229.
Permintaan itu disampaikan sekitar pukul 03.45 WIB. Saksi kemudian mendatangi hotel dan meminta bantuan petugas resepsionis serta keamanan untuk melakukan pemeriksaan ke kamar korban.

Saat tiba di kamar, saksi bersama petugas hotel mendapati MA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Tabrani, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sekitar pukul 04.20 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Anggi, Selasa (25/8/2026) dikutip dari tribunpekanbaru.
Kabar meninggalnya korban kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.
Polisi kini masih mendalami sejumlah fakta terkait peristiwa itu. Beberapa saksi telah diperiksa untuk mengetahui aktivitas dan kondisi korban sebelum ditemukan tidak sadarkan diri.
Anggi menegaskan, penyebab kematian MA belum dapat dipastikan. Penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengungkap kondisi sebenarnya.
“Untuk penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Polisi belum menyampaikan adanya dugaan tertentu terkait kematian korban. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa keterangan saksi serta kondisi di lokasi kejadian.(*)




PEKANBARU-Seorang pria berinisial MA (26) ditemukan tak sadarkan diri di salah satu kamar Hotel Evo Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) dini hari. Meski sempat mendapat pertolongan medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, kejadian tersebut diketahui setelah seorang teman korban meminta bantuan untuk mengecek kondisi MA di kamar 229.
Permintaan itu disampaikan sekitar pukul 03.45 WIB. Saksi kemudian mendatangi hotel dan meminta bantuan petugas resepsionis serta keamanan untuk melakukan pemeriksaan ke kamar korban.
Saat tiba di kamar, saksi bersama petugas hotel mendapati MA dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Tabrani, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sekitar pukul 04.20 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” ujar Anggi, Selasa (25/8/2026) dikutip dari tribunpekanbaru.
Kabar meninggalnya korban kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.
Polisi kini masih mendalami sejumlah fakta terkait peristiwa itu. Beberapa saksi telah diperiksa untuk mengetahui aktivitas dan kondisi korban sebelum ditemukan tidak sadarkan diri.
Anggi menegaskan, penyebab kematian MA belum dapat dipastikan. Penyidik masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk mengungkap kondisi sebenarnya.
“Untuk penyebab kematian masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Polisi belum menyampaikan adanya dugaan tertentu terkait kematian korban. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa keterangan saksi serta kondisi di lokasi kejadian.(*)