logo
Usai Santap MBG, Siswa Karo Hilang Ingatan dan Dirujuk ke RSCM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PELALAWAN
Karhutla Kerumutan Nyaris Tembus 1.000 Hektare, Ratusan Personel Berjibaku Jinakkan Api
Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP masih berjibaku memadamkan karhutla yang terus meluas di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. (Foto: Ist/MCR)
Karhutla Kerumutan Nyaris Tembus 1.000 Hektare, Ratusan Personel Berjibaku Jinakkan Api
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 26 Agustus 2026 | 16:23:53

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum sepenuhnya jinak. Api yang telah mengamuk hampir sebulan itu kini telah melahap 969 hektare lahan, atau nyaris menembus angka 1.000 hektare.

Kondisi medan gambut yang tebal, ditambah semak belukar kering dan akses yang sulit, membuat proses pemadaman berlangsung berat. Kabut asap dan kobaran api masih menyelimuti sejumlah kawasan, memaksa ratusan personel gabungan berjibaku dari darat hingga udara.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, dari total 969 hektare lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare telah berhasil dipadamkan dan dilokalisir. Namun, upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar ke kawasan lain.

iklan-view

“Medannya memang ekstrem. Tetapi kerja keras tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare sudah berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujar Edy, Rabu (26/8/2026), seperti dikutip dari mediacenter riau.

Pertempuran melawan api melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP. Kekuatan tersebut diperkuat 92 personel tambahan yang dikirim Pemprov Riau, terdiri dari Satpol PP, BPBD Damkar, Basarnas, Dinas Kesehatan, Biro Umum serta operator alat berat PUPR-PKPP.

Tambahan pasukan ini melengkapi sekitar 300 personel yang sebelumnya telah berada di lokasi untuk menangani karhutla Kerumutan. Sebanyak 50 anggota Satpol PP Riau bahkan diterjunkan langsung ke kawasan Ukui Dua untuk memperkuat operasi pemadaman.

Tak hanya mengandalkan pasukan darat, Satgas Udara juga memaksimalkan helikopter water bombing bantuan BNPB dan Kementerian Kehutanan. Strategi ini dilakukan karena sejumlah titik api berada jauh di dalam kawasan gambut yang sulit ditembus melalui jalur darat.

Dukungan juga datang dari sektor swasta. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengerahkan regu pemadam beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu penanganan karhutla di Kerumutan dan Rantau Baru, Pelalawan.

Di lapangan, personel harus menembus area yang semakin dalam untuk memburu titik panas dan mencegah api kembali membesar. Operasi pemadaman bahkan dipastikan terus berlangsung setidaknya hingga akhir pekan dan dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi.

Karhutla Kerumutan menjadi salah satu titik terparah dalam gelombang kebakaran yang melanda Riau. Secara akumulatif, luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah menembus 16.000 hektare.

Kini, perjuangan belum berakhir. Dari 969 hektare lahan yang telah dilalap api di Kerumutan, ratusan hektare memang berhasil dikendalikan. Namun, ancaman bara di lahan gambut masih menjadi pekerjaan besar bagi ratusan personel yang terus bertahan di garis depan. (*)

Karhutla Kerumutan Nyaris Tembus 1.000 Hektare, Ratusan Personel Berjibaku Jinakkan Api
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: lingkungan | 26 Agustus 2026 | 16:23:53
Karhutla Kerumutan Nyaris Tembus 1.000 Hektare, Ratusan Personel Berjibaku Jinakkan Api
Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP masih berjibaku memadamkan karhutla yang terus meluas di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan. (Foto: Ist/MCR)

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum sepenuhnya jinak. Api yang telah mengamuk hampir sebulan itu kini telah melahap 969 hektare lahan, atau nyaris menembus angka 1.000 hektare.

Kondisi medan gambut yang tebal, ditambah semak belukar kering dan akses yang sulit, membuat proses pemadaman berlangsung berat. Kabut asap dan kobaran api masih menyelimuti sejumlah kawasan, memaksa ratusan personel gabungan berjibaku dari darat hingga udara.

Kepala BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan, dari total 969 hektare lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare telah berhasil dipadamkan dan dilokalisir. Namun, upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar ke kawasan lain.

“Medannya memang ekstrem. Tetapi kerja keras tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare sudah berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujar Edy, Rabu (26/8/2026), seperti dikutip dari mediacenter riau.

Pertempuran melawan api melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP. Kekuatan tersebut diperkuat 92 personel tambahan yang dikirim Pemprov Riau, terdiri dari Satpol PP, BPBD Damkar, Basarnas, Dinas Kesehatan, Biro Umum serta operator alat berat PUPR-PKPP.

Tambahan pasukan ini melengkapi sekitar 300 personel yang sebelumnya telah berada di lokasi untuk menangani karhutla Kerumutan. Sebanyak 50 anggota Satpol PP Riau bahkan diterjunkan langsung ke kawasan Ukui Dua untuk memperkuat operasi pemadaman.

Tak hanya mengandalkan pasukan darat, Satgas Udara juga memaksimalkan helikopter water bombing bantuan BNPB dan Kementerian Kehutanan. Strategi ini dilakukan karena sejumlah titik api berada jauh di dalam kawasan gambut yang sulit ditembus melalui jalur darat.

Dukungan juga datang dari sektor swasta. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengerahkan regu pemadam beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu penanganan karhutla di Kerumutan dan Rantau Baru, Pelalawan.

Di lapangan, personel harus menembus area yang semakin dalam untuk memburu titik panas dan mencegah api kembali membesar. Operasi pemadaman bahkan dipastikan terus berlangsung setidaknya hingga akhir pekan dan dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi.

Karhutla Kerumutan menjadi salah satu titik terparah dalam gelombang kebakaran yang melanda Riau. Secara akumulatif, luas lahan yang terbakar di seluruh wilayah Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah menembus 16.000 hektare.

Kini, perjuangan belum berakhir. Dari 969 hektare lahan yang telah dilalap api di Kerumutan, ratusan hektare memang berhasil dikendalikan. Namun, ancaman bara di lahan gambut masih menjadi pekerjaan besar bagi ratusan personel yang terus bertahan di garis depan. (*)