
PEKANBARU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara menyemai hingga puluhan ton garam di langit Riau sejak awal Agustus untuk memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah.
Operasi ini digelar oleh TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Roesmin Nurjadin yang berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengungkapkan bahwa teknologi hujan buatan ini ditujukan untuk memicu intensitas hujan di titik-titik rawan karhutla.

"Di bulan Agustus ini, kami telah menyemai 30 ton garam dan Alhamdulillah selama beberapa hari ini telah turun hujan hampir di seluruh wilayah Riau," ujar Marsma TNI Abdul Haris, Jumat (28/8/2026).
Ditambahkan Danlanud, keberhasilan modifikasi cuaca ini tak lepas dari kerjasama dengan BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
"Seluruh data-data cuaca disiapkan tim BMKG, dan kami membentuk satu tim yang namanya tim pemburu awan. Jadi kami siap menerbangkan pesawat kami, kapanpun apabila kami pantau ada awan berpotensi hujan," sebut Marsma TNI Abdul Haris.
Satgas Udara Karhutla Riau memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus disiagakan selama potensi pertumbuhan awan hujan masih terdeteksi oleh BMKG guna memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh. (why)




PEKANBARU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara menyemai hingga puluhan ton garam di langit Riau sejak awal Agustus untuk memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah.
Operasi ini digelar oleh TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Roesmin Nurjadin yang berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengungkapkan bahwa teknologi hujan buatan ini ditujukan untuk memicu intensitas hujan di titik-titik rawan karhutla.
"Di bulan Agustus ini, kami telah menyemai 30 ton garam dan Alhamdulillah selama beberapa hari ini telah turun hujan hampir di seluruh wilayah Riau," ujar Marsma TNI Abdul Haris, Jumat (28/8/2026).
Ditambahkan Danlanud, keberhasilan modifikasi cuaca ini tak lepas dari kerjasama dengan BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
"Seluruh data-data cuaca disiapkan tim BMKG, dan kami membentuk satu tim yang namanya tim pemburu awan. Jadi kami siap menerbangkan pesawat kami, kapanpun apabila kami pantau ada awan berpotensi hujan," sebut Marsma TNI Abdul Haris.
Satgas Udara Karhutla Riau memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus disiagakan selama potensi pertumbuhan awan hujan masih terdeteksi oleh BMKG guna memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh. (why)