logo
Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / LINGKUNGAN
Tekan Karhutla dan Asap, Satgas Udara Riau Semai 30 Ton Garam
Tim Satgas Udara menyemai puluhan ton garam di langit Riau untuk memaksimalkan OMC demi menanggulangi bencana karhutla serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Tekan Karhutla dan Asap, Satgas Udara Riau Semai 30 Ton Garam
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 13:16:24

PEKANBARU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara menyemai hingga puluhan ton garam di langit Riau sejak awal Agustus untuk memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah.

Operasi ini digelar oleh TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Roesmin Nurjadin yang berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengungkapkan bahwa teknologi hujan buatan ini ditujukan untuk memicu intensitas hujan di titik-titik rawan karhutla.

iklan-view

"Di bulan Agustus ini, kami telah menyemai 30 ton garam dan Alhamdulillah selama beberapa hari ini telah turun hujan hampir di seluruh wilayah Riau," ujar Marsma TNI Abdul Haris, Jumat (28/8/2026).

Ditambahkan Danlanud, keberhasilan modifikasi cuaca ini tak lepas dari kerjasama dengan BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Seluruh data-data cuaca disiapkan tim BMKG, dan kami membentuk satu tim yang namanya tim pemburu awan. Jadi kami siap menerbangkan pesawat kami, kapanpun apabila kami pantau ada awan berpotensi hujan," sebut Marsma TNI Abdul Haris.

Satgas Udara Karhutla Riau memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus disiagakan selama potensi pertumbuhan awan hujan masih terdeteksi oleh BMKG guna memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh. (why)

Home / News
Tekan Karhutla dan Asap, Satgas Udara Riau Semai 30 Ton Garam
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 13:16:24
Tekan Karhutla dan Asap, Satgas Udara Riau Semai 30 Ton Garam
Tim Satgas Udara menyemai puluhan ton garam di langit Riau untuk memaksimalkan OMC demi menanggulangi bencana karhutla serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Udara menyemai hingga puluhan ton garam di langit Riau sejak awal Agustus untuk memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah daerah.

Operasi ini digelar oleh TNI Angkatan Udara (AU) Lanud Roesmin Nurjadin yang berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma TNI Abdul Haris, mengungkapkan bahwa teknologi hujan buatan ini ditujukan untuk memicu intensitas hujan di titik-titik rawan karhutla.

"Di bulan Agustus ini, kami telah menyemai 30 ton garam dan Alhamdulillah selama beberapa hari ini telah turun hujan hampir di seluruh wilayah Riau," ujar Marsma TNI Abdul Haris, Jumat (28/8/2026).

Ditambahkan Danlanud, keberhasilan modifikasi cuaca ini tak lepas dari kerjasama dengan BMKG Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

"Seluruh data-data cuaca disiapkan tim BMKG, dan kami membentuk satu tim yang namanya tim pemburu awan. Jadi kami siap menerbangkan pesawat kami, kapanpun apabila kami pantau ada awan berpotensi hujan," sebut Marsma TNI Abdul Haris.

Satgas Udara Karhutla Riau memastikan operasi modifikasi cuaca akan terus disiagakan selama potensi pertumbuhan awan hujan masih terdeteksi oleh BMKG guna memadamkan sisa-sisa titik api secara menyeluruh. (why)