logo
Dukung Arahan Presiden Prabowo, BSI Sediakan Tabungan Bebas Biaya Admin untuk Ma Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Kapal Jurnalis Sampai Kawasan Anak Krakatau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Bengkalis
Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan
ilustrasi
Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 29 Agustus 2026 | 14:09:56

BENGKALIS- Polisi menetapkan dua pria berinisial P (60) dan J (57) sebagai tersangka kasus dugaan penebangan kayu ilegal di areal konsesi PT Arara Abadi, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Keduanya dijerat Pasal 12 huruf f juncto Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, sebagaimana telah diubah dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

P dan J diduga melakukan penebangan pohon di dalam areal konsesi perusahaan untuk membuka lahan yang akan digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit. Lahan yang telah dibersihkan diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.

iklan-view

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, perkara tersebut diungkap Unit Reskrim Polsek Pinggir, Polres Bengkalis.

Kasus ini terungkap pada Selasa (25/8/2026) pagi ketika karyawan perusahaan melakukan patroli di areal hutan tanaman industri (HTI). Saat patroli, petugas mendengar suara mesin chainsaw dari dalam kawasan hutan.

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan aktivitas penebangan pohon menggunakan mesin chainsaw. Petugas perusahaan kemudian mengamankan P dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pinggir.

Dari pemeriksaan awal, P mengaku melakukan penebangan atas perintah J. Penyidik kemudian memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

Polisi jug menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penebangan tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit mesin chainsaw, tiga batang kayu bekas potongan, satu rangkap SK Menteri Kehutanan RI Nomor 703/Menhut-II/2013, serta satu lembar peta kerja konsesi PT Arara Abadi.(*)

Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: lingkungan | 29 Agustus 2026 | 14:09:56
Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan
ilustrasi

BENGKALIS- Polisi menetapkan dua pria berinisial P (60) dan J (57) sebagai tersangka kasus dugaan penebangan kayu ilegal di areal konsesi PT Arara Abadi, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Keduanya dijerat Pasal 12 huruf f juncto Pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, sebagaimana telah diubah dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

P dan J diduga melakukan penebangan pohon di dalam areal konsesi perusahaan untuk membuka lahan yang akan digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit. Lahan yang telah dibersihkan diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan, perkara tersebut diungkap Unit Reskrim Polsek Pinggir, Polres Bengkalis.

Kasus ini terungkap pada Selasa (25/8/2026) pagi ketika karyawan perusahaan melakukan patroli di areal hutan tanaman industri (HTI). Saat patroli, petugas mendengar suara mesin chainsaw dari dalam kawasan hutan.

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan aktivitas penebangan pohon menggunakan mesin chainsaw. Petugas perusahaan kemudian mengamankan P dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pinggir.

Dari pemeriksaan awal, P mengaku melakukan penebangan atas perintah J. Penyidik kemudian memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta berkoordinasi dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

Polisi jug menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penebangan tersebut. Barang bukti yang diamankan meliputi satu unit mesin chainsaw, tiga batang kayu bekas potongan, satu rangkap SK Menteri Kehutanan RI Nomor 703/Menhut-II/2013, serta satu lembar peta kerja konsesi PT Arara Abadi.(*)