logo
Jembatan Siak I dan Siak III Pekanbaru September Ditutup, Jalur Alternatif Disia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PELALAWAN
287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 642 Hektare
Pemadaman karhutla di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung, hingga hari hari ketujuh, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Dikky/Pekanbarutv)
287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 642 Hektare
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: lingkungan | 29 Agustus 2026 | 17:08:56

PELALAWAN - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung. Memasuki hari ketujuh penanganan, Sabtu (29/8/2026), api dilaporkan masih aktif di sejumlah titik, terutama di bagian ujung lahan.

Berdasarkan laporan Polres Pelalawan yang dipantau melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK), luas lahan yang terbakar hingga hari ketujuh diperkirakan mencapai ±642,3 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi berubah karena penambahan area terdampak masih menunggu konfirmasi dari Tim GIS Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Untuk mempercepat pengendalian api, sebanyak 287 personel gabungan dikerahkan ke lokasi kebakaran. Ratusan personel tersebut terdiri dari 54 personel Polri, 45 personel TNI, 12 personel BPBD, 20 personel Damkar Kabupaten Pelalawan, 146 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta 10 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga Desa Terusan.

iklan-view

Kegiatan pemadaman dan pendinginan dipimpin Ps Kabag Ren Polres Pelalawan Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi, S.H., didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H., serta Kalaksa BPBD Pelalawan Tengku Zulfan.

Kompol Akhmad Z. Rofiqi mengatakan, tim gabungan pada hari ketujuh memusatkan upaya penanganan dengan melakukan penyekatan dan pendinginan di bagian ujung lahan yang masih memiliki titik api aktif.

“Upaya pemadaman hari ini kita fokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Sinergitas TNI-Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat harus terus kita jaga,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat dukungan pemadaman dari udara menjadi sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat pengendalian api.

“Sumber air menjadi kendala utama, sehingga bantuan water bombing sangat kita butuhkan untuk mempercepat pemadaman,” katanya.

Karhutla di Desa Terusan diketahui melanda kawasan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar serta sebagian tanaman kelapa sawit milik masyarakat. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat membakar lapisan bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, tim gabungan menggunakan berbagai peralatan, di antaranya satu unit helikopter water bombing BPBD Provinsi Riau, enam unit alat berat milik perusahaan, 18 unit mesin mini striker beserta puluhan rol selang, satu unit pompa induk berkapasitas 25 HP, dua unit mesin Maxtree, dua unit mesin Sibahura, serta satu unit drone surveillance untuk memantau perkembangan kebakaran dari udara.

Selain minimnya sumber air, petugas juga menghadapi akses menuju titik api yang sulit dilalui. Angin kencang turut memperberat proses pemadaman karena membuat api lebih cepat merambat ke arah utara dan selatan.

Sejumlah langkah terus dilakukan untuk menahan perluasan kebakaran, mulai dari pemadaman dan pendinginan, pembuatan sekat kanal dan embung, hingga koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

Di sisi lain, aparat juga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk menelusuri penyebab terjadinya kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kerinci juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau guna meminta tambahan bantuan water bombing.

Hingga Sabtu sore, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan fokus penanganan di kawasan perbatasan Desa Terusan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 13 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci.

Meski menghadapi sejumlah kendala, operasi penanganan karhutla yang telah memasuki hari ketujuh tersebut dilaporkan berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan masih terus berupaya memastikan titik-titik api dapat dipadamkan dan tidak kembali meluas. (dik)

287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 642 Hektare
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: lingkungan | 29 Agustus 2026 | 17:08:56
287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 642 Hektare
Pemadaman karhutla di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung, hingga hari hari ketujuh, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Dikky/Pekanbarutv)

PELALAWAN - Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, masih terus berlangsung. Memasuki hari ketujuh penanganan, Sabtu (29/8/2026), api dilaporkan masih aktif di sejumlah titik, terutama di bagian ujung lahan.

Berdasarkan laporan Polres Pelalawan yang dipantau melalui Aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK), luas lahan yang terbakar hingga hari ketujuh diperkirakan mencapai ±642,3 hektare. Luasan tersebut masih berpotensi berubah karena penambahan area terdampak masih menunggu konfirmasi dari Tim GIS Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Untuk mempercepat pengendalian api, sebanyak 287 personel gabungan dikerahkan ke lokasi kebakaran. Ratusan personel tersebut terdiri dari 54 personel Polri, 45 personel TNI, 12 personel BPBD, 20 personel Damkar Kabupaten Pelalawan, 146 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta 10 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan warga Desa Terusan.

Kegiatan pemadaman dan pendinginan dipimpin Ps Kabag Ren Polres Pelalawan Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi, S.H., didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H., serta Kalaksa BPBD Pelalawan Tengku Zulfan.

Kompol Akhmad Z. Rofiqi mengatakan, tim gabungan pada hari ketujuh memusatkan upaya penanganan dengan melakukan penyekatan dan pendinginan di bagian ujung lahan yang masih memiliki titik api aktif.

“Upaya pemadaman hari ini kita fokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Sinergitas TNI-Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat harus terus kita jaga,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat dukungan pemadaman dari udara menjadi sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat pengendalian api.

“Sumber air menjadi kendala utama, sehingga bantuan water bombing sangat kita butuhkan untuk mempercepat pemadaman,” katanya.

Karhutla di Desa Terusan diketahui melanda kawasan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar serta sebagian tanaman kelapa sawit milik masyarakat. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat membakar lapisan bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

Dalam operasi penanganan karhutla tersebut, tim gabungan menggunakan berbagai peralatan, di antaranya satu unit helikopter water bombing BPBD Provinsi Riau, enam unit alat berat milik perusahaan, 18 unit mesin mini striker beserta puluhan rol selang, satu unit pompa induk berkapasitas 25 HP, dua unit mesin Maxtree, dua unit mesin Sibahura, serta satu unit drone surveillance untuk memantau perkembangan kebakaran dari udara.

Selain minimnya sumber air, petugas juga menghadapi akses menuju titik api yang sulit dilalui. Angin kencang turut memperberat proses pemadaman karena membuat api lebih cepat merambat ke arah utara dan selatan.

Sejumlah langkah terus dilakukan untuk menahan perluasan kebakaran, mulai dari pemadaman dan pendinginan, pembuatan sekat kanal dan embung, hingga koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan perusahaan yang berada di sekitar lokasi.

Di sisi lain, aparat juga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan untuk menelusuri penyebab terjadinya kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kerinci juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau guna meminta tambahan bantuan water bombing.

Hingga Sabtu sore, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan fokus penanganan di kawasan perbatasan Desa Terusan. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 13 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci.

Meski menghadapi sejumlah kendala, operasi penanganan karhutla yang telah memasuki hari ketujuh tersebut dilaporkan berlangsung aman dan terkendali. Tim gabungan masih terus berupaya memastikan titik-titik api dapat dipadamkan dan tidak kembali meluas. (dik)