logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Bengkalis
Konflik Manusia dan Gajah Kembali Muncul di Bengkalis, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka
Petugas BBKSDA Riau dan warga saat mengecek lokasi konflik gajah dengan manusia di kawasan PLG Sebanga, Bengkalis, Jumat (21/8/2026) lalu. (Foto: Dok. BBKSDA Riau)
Konflik Manusia dan Gajah Kembali Muncul di Bengkalis, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 30 Agustus 2026 | 13:28:44

PEKANBARU-Konflik manusia dengan gajah sumatera liar kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau. Seorang warga meninggal dunia, sementara satu warga lainnya mengalami luka, setelah berhadapan dengan kawanan gajah di kawasan habitat satwa dilindungi tersebut.

Korban meninggal diketahui bernama Darwin Sondang Napitu (47). Namun, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan, Darwin tidak meninggal akibat serangan gajah.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan, Darwin meninggal akibat kelelahan, setelah berjaga dan berupaya mengusir kawanan gajah liar yang berada di sekitar lokasi.

iklan-view

"Yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena gajah, akan tetapi karena faktor kelelahan. Informasi yang kami dapat, almarhum berjaga dan mengusir gajah," kata Ujang kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/8/2026).

Sementara itu, warga lainnya, Mikhael Daniel Simarmata (18) terluka setelah ditendang gajah ketika berupaya mengusir satwa tersebut.

Mikhael mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha. Korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Terjadi di Habitat Gajah Sumatera
Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (21/8/2026). Berdasarkan hasil pemetaan BBKSDA Riau, lokasi kejadian berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis.

Kawasan tersebut merupakan habitat gajah sumatera. Keberadaan kawanan gajah di sekitar lokasi kemudian memicu interaksi dengan warga yang berupaya mengusir satwa liar tersebut.

Situasi itu menjadi perhatian BBKSDA Riau karena perjumpaan langsung antara manusia dan gajah liar dapat membahayakan kedua pihak. Masyarakat berisiko mengalami cedera, sementara gajah dapat menghadapi ancaman ketika terjadi upaya pengusiran secara langsung.

Setelah menerima informasi kejadian, BBKSDA Riau menurunkan tim untuk menangani konflik manusia dan gajah di lokasi tersebut.

Tim kemudian melakukan penyisiran bersama warga setempat. Dari kegiatan itu, petugas menemukan jejak gajah liar di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kawanan gajah yang sebelumnya berada di kawasan tersebut tidak lagi ditemukan ketika tim melakukan penyisiran.

Warga Diminta Tidak Mengusir Gajah
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat tetap tenang apabila kembali menemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.

Imbauan tersebut penting karena lokasi kejadian berada di kawasan yang merupakan habitat gajah sumatera. Upaya menghadapi atau mengusir gajah secara langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik.

Jika kembali menemukan gajah liar di sekitar permukiman, warga diminta segera melaporkan keberadaannya kepada aparat desa atau BBKSDA Riau.

Dengan laporan tersebut, penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kemampuan dalam menangani konflik manusia dengan satwa liar.

BBKSDA Riau juga memastikan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah di wilayah tersebut tetap dilakukan. Koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan konflik lanjutan.

"BBKSDA Riau bersama instansi terkait, akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut, guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi," kata Ujang. (*)

Konflik Manusia dan Gajah Kembali Muncul di Bengkalis, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 30 Agustus 2026 | 13:28:44
Konflik Manusia dan Gajah Kembali Muncul di Bengkalis, 1 Orang Tewas dan 1 Terluka
Petugas BBKSDA Riau dan warga saat mengecek lokasi konflik gajah dengan manusia di kawasan PLG Sebanga, Bengkalis, Jumat (21/8/2026) lalu. (Foto: Dok. BBKSDA Riau)

PEKANBARU-Konflik manusia dengan gajah sumatera liar kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis, Riau. Seorang warga meninggal dunia, sementara satu warga lainnya mengalami luka, setelah berhadapan dengan kawanan gajah di kawasan habitat satwa dilindungi tersebut.

Korban meninggal diketahui bernama Darwin Sondang Napitu (47). Namun, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan, Darwin tidak meninggal akibat serangan gajah.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin menjelaskan, Darwin meninggal akibat kelelahan, setelah berjaga dan berupaya mengusir kawanan gajah liar yang berada di sekitar lokasi.

"Yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena gajah, akan tetapi karena faktor kelelahan. Informasi yang kami dapat, almarhum berjaga dan mengusir gajah," kata Ujang kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (30/8/2026).

Sementara itu, warga lainnya, Mikhael Daniel Simarmata (18) terluka setelah ditendang gajah ketika berupaya mengusir satwa tersebut.

Mikhael mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha. Korban telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Terjadi di Habitat Gajah Sumatera
Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (21/8/2026). Berdasarkan hasil pemetaan BBKSDA Riau, lokasi kejadian berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga, Kabupaten Bengkalis.

Kawasan tersebut merupakan habitat gajah sumatera. Keberadaan kawanan gajah di sekitar lokasi kemudian memicu interaksi dengan warga yang berupaya mengusir satwa liar tersebut.

Situasi itu menjadi perhatian BBKSDA Riau karena perjumpaan langsung antara manusia dan gajah liar dapat membahayakan kedua pihak. Masyarakat berisiko mengalami cedera, sementara gajah dapat menghadapi ancaman ketika terjadi upaya pengusiran secara langsung.

Setelah menerima informasi kejadian, BBKSDA Riau menurunkan tim untuk menangani konflik manusia dan gajah di lokasi tersebut.

Tim kemudian melakukan penyisiran bersama warga setempat. Dari kegiatan itu, petugas menemukan jejak gajah liar di sekitar lokasi kejadian.

Namun, kawanan gajah yang sebelumnya berada di kawasan tersebut tidak lagi ditemukan ketika tim melakukan penyisiran.

Warga Diminta Tidak Mengusir Gajah
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat tetap tenang apabila kembali menemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.

Imbauan tersebut penting karena lokasi kejadian berada di kawasan yang merupakan habitat gajah sumatera. Upaya menghadapi atau mengusir gajah secara langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik.

Jika kembali menemukan gajah liar di sekitar permukiman, warga diminta segera melaporkan keberadaannya kepada aparat desa atau BBKSDA Riau.

Dengan laporan tersebut, penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kemampuan dalam menangani konflik manusia dengan satwa liar.

BBKSDA Riau juga memastikan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah di wilayah tersebut tetap dilakukan. Koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan konflik lanjutan.

"BBKSDA Riau bersama instansi terkait, akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut, guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi," kata Ujang. (*)