logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pemkab Agam Dorong Pemerintah Pusat Optimalkan Seribu Hektare Lahan Nonproduktif
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.
Pemkab Agam Dorong Pemerintah Pusat Optimalkan Seribu Hektare Lahan Nonproduktif
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 16:21:09

Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.

Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan lahan terlantar yang diusulkan untuk dibuka kembali pada 2027 tersebar di beberapa kecamatan di Agam.

"Kita sudah mengusulkan pada tahun ini dan berharap direalisasikan Kementerian Pertanian pada tahun depan," katanya.

iklan-view

Berbagai kendala menjadi pemicu tidak berproduksinya lahan-lahan tersebut, mulai dari hantaman bencana alam hingga rusaknya infrastruktur irigasi pendukung.

Dampak dari rentetan peristiwa itu berujung pada tertimbunnya area sawah oleh material longsor serta minimnya pasokan air yang sangat dibutuhkan petani dalam menggarap lahan.

Melalui usulan resmi tersebut, pemerintah daerah berharap perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta pembersihan lahan dapat segera didanai pusat agar aktivitas pertanian kembali normal.

"Dengan terbukanya lahan ini, maka menambah pendapatan petani dan produktifitas padi di Agam akan meningkat," kata dia.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian mencatat bahwa wilayah ini juga memperoleh alokasi program rehabilitasi sawah seluas 311 hektare pada 2026 yang dikhususkan bagi area terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. (*)

Home / News
Pemkab Agam Dorong Pemerintah Pusat Optimalkan Seribu Hektare Lahan Nonproduktif
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 16:21:09
Pemkab Agam Dorong Pemerintah Pusat Optimalkan Seribu Hektare Lahan Nonproduktif
Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.

Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.

Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan lahan terlantar yang diusulkan untuk dibuka kembali pada 2027 tersebar di beberapa kecamatan di Agam.

"Kita sudah mengusulkan pada tahun ini dan berharap direalisasikan Kementerian Pertanian pada tahun depan," katanya.

Berbagai kendala menjadi pemicu tidak berproduksinya lahan-lahan tersebut, mulai dari hantaman bencana alam hingga rusaknya infrastruktur irigasi pendukung.

Dampak dari rentetan peristiwa itu berujung pada tertimbunnya area sawah oleh material longsor serta minimnya pasokan air yang sangat dibutuhkan petani dalam menggarap lahan.

Melalui usulan resmi tersebut, pemerintah daerah berharap perbaikan jaringan irigasi yang rusak serta pembersihan lahan dapat segera didanai pusat agar aktivitas pertanian kembali normal.

"Dengan terbukanya lahan ini, maka menambah pendapatan petani dan produktifitas padi di Agam akan meningkat," kata dia.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian mencatat bahwa wilayah ini juga memperoleh alokasi program rehabilitasi sawah seluas 311 hektare pada 2026 yang dikhususkan bagi area terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025. (*)