logo
Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
PT SPR Kembangkan Bisnis Air Minum Kemasan, Tahun Ini Proyeksi Rp2,7 Miliar
Direktur PT Sarana Pembangunan Riau, Muhammad Haris saat diwawancarai di Kantor Gubernur Riau pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbaru TV)
PT SPR Kembangkan Bisnis Air Minum Kemasan, Tahun Ini Proyeksi Rp2,7 Miliar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 31 Agustus 2026 | 12:37:39

PEKANBARU-PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk pengembangan bisnis, termasuk membangun pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Kabupaten Kampar.

Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan mulai berjalan September 2026.

Direktur PT SPR, Muhammad Haris mengatakan, rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan yang dibahas dalam agenda expose rencana bisnis PT SPR di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau pada Senin, (31/8/2026). 

iklan-view

"Pengembangan kita harus lebih banyak lagi bekerja sama. Salah satunya kita mulai launching pembukaan pabrik air kemasan AMDK," kata Haris.

Dikatakan, pembangunan pabrik AMDK akan berlokasi di Desa Kualu, Kabupaten Kampar.

Haris memastikan, rencana pembangunan tersebut tidak menemui kendala berarti dan ditargetkan mulai dikerjakan pada September. "September ini mulai pembangunannya di Kampar, Desa Kualu," ujarnya.

Selain membahas ekspansi bisnis, PT SPR juga memaparkan laporan kegiatan perusahaan secara keseluruhan, termasuk kinerja holding dan anak-anak perusahaan. 

Di sisi lain, Haris mengatakan SPR sejak 2011 tidak memperoleh suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mencari mitra untuk mengembangkan bisnis. "2011 tidak ada suntikan APBD, inisiatif cari mitra," ucapnya.

Menurutnya, strategi mencari mitra menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja bisnis tanpa bergantung pada penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Untuk tahun ini, PT SPR memproyeksikan kinerja sebesar Rp2,7 miliar. "Malahan kita tahun ini proyeksinya Rp2,7 miliar," tukasnya. (*)

Home / Ekonomi
PT SPR Kembangkan Bisnis Air Minum Kemasan, Tahun Ini Proyeksi Rp2,7 Miliar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 31 Agustus 2026 | 12:37:39
PT SPR Kembangkan Bisnis Air Minum Kemasan, Tahun Ini Proyeksi Rp2,7 Miliar
Direktur PT Sarana Pembangunan Riau, Muhammad Haris saat diwawancarai di Kantor Gubernur Riau pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/Pekanbaru TV)

PEKANBARU-PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk pengembangan bisnis, termasuk membangun pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) di Kabupaten Kampar.

Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan mulai berjalan September 2026.

Direktur PT SPR, Muhammad Haris mengatakan, rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan yang dibahas dalam agenda expose rencana bisnis PT SPR di Ruang Rapat Gubernur, Kantor Gubernur Riau pada Senin, (31/8/2026). 

"Pengembangan kita harus lebih banyak lagi bekerja sama. Salah satunya kita mulai launching pembukaan pabrik air kemasan AMDK," kata Haris.

Dikatakan, pembangunan pabrik AMDK akan berlokasi di Desa Kualu, Kabupaten Kampar.

Haris memastikan, rencana pembangunan tersebut tidak menemui kendala berarti dan ditargetkan mulai dikerjakan pada September. "September ini mulai pembangunannya di Kampar, Desa Kualu," ujarnya.

Selain membahas ekspansi bisnis, PT SPR juga memaparkan laporan kegiatan perusahaan secara keseluruhan, termasuk kinerja holding dan anak-anak perusahaan. 

Di sisi lain, Haris mengatakan SPR sejak 2011 tidak memperoleh suntikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Kondisi tersebut membuat perusahaan harus mencari mitra untuk mengembangkan bisnis. "2011 tidak ada suntikan APBD, inisiatif cari mitra," ucapnya.

Menurutnya, strategi mencari mitra menjadi salah satu upaya perusahaan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja bisnis tanpa bergantung pada penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Untuk tahun ini, PT SPR memproyeksikan kinerja sebesar Rp2,7 miliar. "Malahan kita tahun ini proyeksinya Rp2,7 miliar," tukasnya. (*)