logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / ROHIL
Klaim Titik Api Terendah di Riau, Wabup Rohil Minta Seluruh Camat Tetap Waspada
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles (kanan). Klaim titik api Rohil terendah di Riau. (Foto: Romi/Pekanbarutv)
Klaim Titik Api Terendah di Riau, Wabup Rohil Minta Seluruh Camat Tetap Waspada
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: lingkungan | 31 Agustus 2026 | 13:33:17

BAGANSIAPIAPI - Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles BBA MBA, terus mengingatkan seluruh camat di Kabupaten Rokan Hilir agar tidak lengah dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah masing-masing.‎

‎Imbauan tersebut, kata Jhony Charles, terus disampaikannya kepada para camat, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus Karhutla di Rokan Hilir.

‎Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan selama beberapa hari terakhir, kondisi Karhutla di Rokan Hilir cukup terkendali. Bahkan, selama empat hari terakhir tidak ditemukan titik api di wilayah tersebut.‎

iklan-view

‎“Kebetulan Rohil zero titik api empat hari ini kami pantau,” kata Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles BBA MBA.

‎Ia menyebut kondisi nihil titik api tersebut menjadi capaian positif bagi Kabupaten Rokan Hilir. Bahkan, dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Riau, titik api di Rohil saat ini terpantau paling sedikit.

‎“Prestasi Rohil, titik yang paling sedikit di Riau,” ujarnya.

‎Meski demikian, Jhony menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla harus tetap dilakukan, mengingat potensi kebakaran lahan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

‎“Saat ini dipantau, alhamdulillah nol titik api. Tapi harus tetap waspada juga,” tegasnya.

‎Selain meminta camat meningkatkan pengawasan, Jhony juga memberikan peringatan tegas kepada para pemilik kebun agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.‎

‎Ia menegaskan pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan terhadap pemilik kebun yang kedapatan melakukan pelanggaran dan berpotensi menyebabkan kebakaran lahan.

‎“Dan kami tidak segan-segan bagi pemilik kebun yang nakal untuk dipolice line,” tegas Jhony.‎

‎Jhony berharap seluruh camat bersama jajaran di tingkat kecamatan dan kepenghuluan dapat terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.‎

‎Dengan nihilnya titik api selama empat hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga ancaman Karhutla dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (rom)

Klaim Titik Api Terendah di Riau, Wabup Rohil Minta Seluruh Camat Tetap Waspada
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: lingkungan | 31 Agustus 2026 | 13:33:17
Klaim Titik Api Terendah di Riau, Wabup Rohil Minta Seluruh Camat Tetap Waspada
Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles (kanan). Klaim titik api Rohil terendah di Riau. (Foto: Romi/Pekanbarutv)

BAGANSIAPIAPI - Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles BBA MBA, terus mengingatkan seluruh camat di Kabupaten Rokan Hilir agar tidak lengah dalam memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah masing-masing.‎

‎Imbauan tersebut, kata Jhony Charles, terus disampaikannya kepada para camat, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus Karhutla di Rokan Hilir.

‎Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan selama beberapa hari terakhir, kondisi Karhutla di Rokan Hilir cukup terkendali. Bahkan, selama empat hari terakhir tidak ditemukan titik api di wilayah tersebut.‎

‎“Kebetulan Rohil zero titik api empat hari ini kami pantau,” kata Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles BBA MBA.

‎Ia menyebut kondisi nihil titik api tersebut menjadi capaian positif bagi Kabupaten Rokan Hilir. Bahkan, dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Riau, titik api di Rohil saat ini terpantau paling sedikit.

‎“Prestasi Rohil, titik yang paling sedikit di Riau,” ujarnya.

‎Meski demikian, Jhony menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla harus tetap dilakukan, mengingat potensi kebakaran lahan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

‎“Saat ini dipantau, alhamdulillah nol titik api. Tapi harus tetap waspada juga,” tegasnya.

‎Selain meminta camat meningkatkan pengawasan, Jhony juga memberikan peringatan tegas kepada para pemilik kebun agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.‎

‎Ia menegaskan pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan terhadap pemilik kebun yang kedapatan melakukan pelanggaran dan berpotensi menyebabkan kebakaran lahan.

‎“Dan kami tidak segan-segan bagi pemilik kebun yang nakal untuk dipolice line,” tegas Jhony.‎

‎Jhony berharap seluruh camat bersama jajaran di tingkat kecamatan dan kepenghuluan dapat terus melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.‎

‎Dengan nihilnya titik api selama empat hari terakhir, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan sehingga ancaman Karhutla dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan. (rom)