logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:29:15

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," katanya.

iklan-view

Berton menambahkan kabupaten lain yang masih memiliki jumlah pengungsi besar antara lain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

BNPB juga melaporkan korban meninggal dunia di provinsi tersebut mencapai 111 orang sejak gempa pertama pada 15 Agustus 2026, dengan total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Sementara itu kerusakan rumah akibat gempa di NTT hingga kini mencapai 95.567 unit, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.

"Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," paparnya.

Berton menambahkan aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan penurunan. Tercatat 9.765 gempa susulan hingga 30 Agustus 2026 dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil magnitudo 1,0.

"Sebanyak 155 gempa susulan dirasakan masyarakat. Rangkaian gempa susulan disebut mulai menunjukkan pola penurunan, meski diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama," ucap Berton SP Panjaitan. (*)

Home / News
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Editor: Putrajaya
Rubrik: news | 30 Agustus 2026 | 18:29:15
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Turun Jadi 188 Ribu Jiwa
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pengungsi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkurang 4.142 orang per hari ini, Minggu (30/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta mengemukakan per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang.

"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang," katanya.

Berton menambahkan kabupaten lain yang masih memiliki jumlah pengungsi besar antara lain Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.

BNPB juga melaporkan korban meninggal dunia di provinsi tersebut mencapai 111 orang sejak gempa pertama pada 15 Agustus 2026, dengan total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.

Sementara itu kerusakan rumah akibat gempa di NTT hingga kini mencapai 95.567 unit, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.

"Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," paparnya.

Berton menambahkan aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan penurunan. Tercatat 9.765 gempa susulan hingga 30 Agustus 2026 dengan gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sementara yang terkecil magnitudo 1,0.

"Sebanyak 155 gempa susulan dirasakan masyarakat. Rangkaian gempa susulan disebut mulai menunjukkan pola penurunan, meski diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama," ucap Berton SP Panjaitan. (*)