logo
Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pilkades Serentak Pelalawan Digelar 18 November, 43 Desa Mulai Siapkan Panitia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / POLITIK
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri saat diwawancarai awak media di ruang rapat komisi pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 31 Agustus 2026 | 17:07:54

PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri menyoroti mekanisme pembayaran pajak yang masih mengharuskan masyarakat menggunakan uang tunai.

Edi bilang, pemerintah daerah semestinya menyediakan metode pembayaran yang lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dia mengatakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau seharusnya mampu mengakomodasi berbagai metode pembayaran agar masyarakat tidak kesulitan ketika menunaikan kewajiban pajaknya.

iklan-view

“Kan nggak mungkin setingkat Bapenda tidak bisa mengakomodir teknologi seperti itu. Saya tidak ingin mendengar ada keluhan masyarakat bayar pajak terkendala karena tidak cukup uang tunainya,” kata Edi saat ditemui kantor DPRD Riau pada Senin, (31/8/2026).

Menurutnya, pembayaran pajak tidak seharusnya dibatasi pada transaksi secara tunai. Masyarakat perlu diberikan pilihan metode pembayaran yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Menurut saya itu harus diakomodir dengan cara-cara yang mudah,” ujarnya.

Anggota fraksi Gerindra itu juga menyinggung potensi kecurigaan publik terhadap transaksi pembayaran yang masih dilakukan secara tunai.

Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan sejumlah SPBU yang telah menyediakan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kita lihat di SPBU-SPBU ada yang pakai QRIS, ada yang cash. Kekhawatiran kita dalam bentuk tunai ini ada kepentingan lain gitu,” ucapnya. 

Baginya, penggunaan transaksi tunai di tengah perkembangan sistem pembayaran digital dapat membuka ruang bagi munculnya persepsi negatif di masyarakat.

“Wajar dong kalau publik curiga, orang sudah begini maju kok malah pakai cara-cara tradisional,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Edi meminta Pemerintah Provinsi Riau mengevaluasi mekanisme pembayaran pajak dan menyediakan sistem yang lebih terbuka.

“Iya, cari jalan semudah mungkin untuk mereka membayar pajak, tidak harus disyaratkan harus tunai,”katanya.

Menurutnya, kemudahan dalam pembayaran penting karena membayar pajak merupakan kewajiban masyarakat. 

“Untuk itu lakukan dengan cara terbuka, tempuh dengan cara yang mudah sekalipun untuk masyarakat bisa bayar pajak. Pembayaran pajak kan salah satu kewajiban masyarakat," pungkas Edi. (har)

Home / News
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 31 Agustus 2026 | 17:07:54
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri saat diwawancarai awak media di ruang rapat komisi pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri menyoroti mekanisme pembayaran pajak yang masih mengharuskan masyarakat menggunakan uang tunai.

Edi bilang, pemerintah daerah semestinya menyediakan metode pembayaran yang lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dia mengatakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau seharusnya mampu mengakomodasi berbagai metode pembayaran agar masyarakat tidak kesulitan ketika menunaikan kewajiban pajaknya.

“Kan nggak mungkin setingkat Bapenda tidak bisa mengakomodir teknologi seperti itu. Saya tidak ingin mendengar ada keluhan masyarakat bayar pajak terkendala karena tidak cukup uang tunainya,” kata Edi saat ditemui kantor DPRD Riau pada Senin, (31/8/2026).

Menurutnya, pembayaran pajak tidak seharusnya dibatasi pada transaksi secara tunai. Masyarakat perlu diberikan pilihan metode pembayaran yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Menurut saya itu harus diakomodir dengan cara-cara yang mudah,” ujarnya.

Anggota fraksi Gerindra itu juga menyinggung potensi kecurigaan publik terhadap transaksi pembayaran yang masih dilakukan secara tunai.

Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan sejumlah SPBU yang telah menyediakan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kita lihat di SPBU-SPBU ada yang pakai QRIS, ada yang cash. Kekhawatiran kita dalam bentuk tunai ini ada kepentingan lain gitu,” ucapnya. 

Baginya, penggunaan transaksi tunai di tengah perkembangan sistem pembayaran digital dapat membuka ruang bagi munculnya persepsi negatif di masyarakat.

“Wajar dong kalau publik curiga, orang sudah begini maju kok malah pakai cara-cara tradisional,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Edi meminta Pemerintah Provinsi Riau mengevaluasi mekanisme pembayaran pajak dan menyediakan sistem yang lebih terbuka.

“Iya, cari jalan semudah mungkin untuk mereka membayar pajak, tidak harus disyaratkan harus tunai,”katanya.

Menurutnya, kemudahan dalam pembayaran penting karena membayar pajak merupakan kewajiban masyarakat. 

“Untuk itu lakukan dengan cara terbuka, tempuh dengan cara yang mudah sekalipun untuk masyarakat bisa bayar pajak. Pembayaran pajak kan salah satu kewajiban masyarakat," pungkas Edi. (har)