logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / POLITIK
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri saat diwawancarai awak media di ruang rapat komisi pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 31 Agustus 2026 | 17:07:54

PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri menyoroti mekanisme pembayaran pajak yang masih mengharuskan masyarakat menggunakan uang tunai.

Edi bilang, pemerintah daerah semestinya menyediakan metode pembayaran yang lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dia mengatakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau seharusnya mampu mengakomodasi berbagai metode pembayaran agar masyarakat tidak kesulitan ketika menunaikan kewajiban pajaknya.

iklan-view

“Kan nggak mungkin setingkat Bapenda tidak bisa mengakomodir teknologi seperti itu. Saya tidak ingin mendengar ada keluhan masyarakat bayar pajak terkendala karena tidak cukup uang tunainya,” kata Edi saat ditemui kantor DPRD Riau pada Senin, (31/8/2026).

Menurutnya, pembayaran pajak tidak seharusnya dibatasi pada transaksi secara tunai. Masyarakat perlu diberikan pilihan metode pembayaran yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Menurut saya itu harus diakomodir dengan cara-cara yang mudah,” ujarnya.

Anggota fraksi Gerindra itu juga menyinggung potensi kecurigaan publik terhadap transaksi pembayaran yang masih dilakukan secara tunai.

Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan sejumlah SPBU yang telah menyediakan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kita lihat di SPBU-SPBU ada yang pakai QRIS, ada yang cash. Kekhawatiran kita dalam bentuk tunai ini ada kepentingan lain gitu,” ucapnya. 

Baginya, penggunaan transaksi tunai di tengah perkembangan sistem pembayaran digital dapat membuka ruang bagi munculnya persepsi negatif di masyarakat.

“Wajar dong kalau publik curiga, orang sudah begini maju kok malah pakai cara-cara tradisional,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Edi meminta Pemerintah Provinsi Riau mengevaluasi mekanisme pembayaran pajak dan menyediakan sistem yang lebih terbuka.

“Iya, cari jalan semudah mungkin untuk mereka membayar pajak, tidak harus disyaratkan harus tunai,”katanya.

Menurutnya, kemudahan dalam pembayaran penting karena membayar pajak merupakan kewajiban masyarakat. 

“Untuk itu lakukan dengan cara terbuka, tempuh dengan cara yang mudah sekalipun untuk masyarakat bisa bayar pajak. Pembayaran pajak kan salah satu kewajiban masyarakat," pungkas Edi. (har)

Home / News
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 31 Agustus 2026 | 17:07:54
DPRD Riau Soroti Pembayaran Pajak Tunai, Edi Basri: Mestinya Sistem Digital Diakomodir
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri saat diwawancarai awak media di ruang rapat komisi pada Senin, (31/8/2026). (Foto: Abdul Haris/ Pekanbarutv)

PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri menyoroti mekanisme pembayaran pajak yang masih mengharuskan masyarakat menggunakan uang tunai.

Edi bilang, pemerintah daerah semestinya menyediakan metode pembayaran yang lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Dia mengatakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau seharusnya mampu mengakomodasi berbagai metode pembayaran agar masyarakat tidak kesulitan ketika menunaikan kewajiban pajaknya.

“Kan nggak mungkin setingkat Bapenda tidak bisa mengakomodir teknologi seperti itu. Saya tidak ingin mendengar ada keluhan masyarakat bayar pajak terkendala karena tidak cukup uang tunainya,” kata Edi saat ditemui kantor DPRD Riau pada Senin, (31/8/2026).

Menurutnya, pembayaran pajak tidak seharusnya dibatasi pada transaksi secara tunai. Masyarakat perlu diberikan pilihan metode pembayaran yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Menurut saya itu harus diakomodir dengan cara-cara yang mudah,” ujarnya.

Anggota fraksi Gerindra itu juga menyinggung potensi kecurigaan publik terhadap transaksi pembayaran yang masih dilakukan secara tunai.

Ia membandingkan mekanisme tersebut dengan sejumlah SPBU yang telah menyediakan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Kita lihat di SPBU-SPBU ada yang pakai QRIS, ada yang cash. Kekhawatiran kita dalam bentuk tunai ini ada kepentingan lain gitu,” ucapnya. 

Baginya, penggunaan transaksi tunai di tengah perkembangan sistem pembayaran digital dapat membuka ruang bagi munculnya persepsi negatif di masyarakat.

“Wajar dong kalau publik curiga, orang sudah begini maju kok malah pakai cara-cara tradisional,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Edi meminta Pemerintah Provinsi Riau mengevaluasi mekanisme pembayaran pajak dan menyediakan sistem yang lebih terbuka.

“Iya, cari jalan semudah mungkin untuk mereka membayar pajak, tidak harus disyaratkan harus tunai,”katanya.

Menurutnya, kemudahan dalam pembayaran penting karena membayar pajak merupakan kewajiban masyarakat. 

“Untuk itu lakukan dengan cara terbuka, tempuh dengan cara yang mudah sekalipun untuk masyarakat bisa bayar pajak. Pembayaran pajak kan salah satu kewajiban masyarakat," pungkas Edi. (har)