logo
Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 3.056 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, Pemko Perpanjang PJJ di Tengah Kabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Teknologi
Apple Matikan Dukungan 3 MacBook Intel, Pemilik Mulai Dihadapkan Pilihan Sulit
Apple MacBook Pro (13
Apple Matikan Dukungan 3 MacBook Intel, Pemilik Mulai Dihadapkan Pilihan Sulit
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 15:38:13

JAKARTA-Pemilik sejumlah MacBook lawas berbasis Intel kini menghadapi babak baru. Apple resmi menghentikan dukungan perangkat keras untuk tiga model MacBook yang sebelumnya menjadi bagian dari generasi Intel.

Ketiganya kini masuk daftar obsolete atau perangkat usang milik Apple. Status tersebut berarti layanan perbaikan dan ketersediaan suku cadang resmi Apple tidak lagi menjadi pilihan bagi pemiliknya.

Tiga perangkat yang terdampak merupakan MacBook keluaran 2017 dan 2018. Model tersebut terdiri dari MacBook Pro 13 inci 2017 dengan dua port Thunderbolt 3, MacBook Air Retina 2018, serta MacBook Pro 13 inci 2018 dengan empat port Thunderbolt 3.

iklan-view

Dikutip dari Kompas.com, kabar ini menjadi penting karena sebagian perangkat tersebut masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan, beberapa di antaranya masih mampu menjalankan sistem operasi macOS tertentu.

MacBook Pro 13 inci 2017, misalnya, masih mendukung macOS Ventura. Sementara MacBook Air Retina 2018 dapat diperbarui hingga macOS Sonoma.

Adapun MacBook Pro 13 inci 2018 masih kompatibel dengan macOS Sequoia. Namun, ketiganya tidak akan mendapatkan dukungan perangkat keras resmi Apple setelah masuk kategori obsolete.

Apple menggolongkan sebuah produk sebagai obsolete setelah perangkat tersebut berhenti dipasarkan selama lebih dari tujuh tahun.

Berbeda dengan kategori vintage, perangkat obsolete pada dasarnya tidak lagi memperoleh layanan perbaikan resmi maupun suku cadang dari Apple.

Sebelum mencapai status tersebut, ketiga MacBook tadi terlebih dahulu berada dalam kategori vintage. Pada tahap ini, Apple masih dapat menyediakan servis dan komponen selama persediaannya tersedia.

Kini, pemilik perangkat yang mengalami kerusakan harus mencari alternatif melalui pusat servis independen atau penyedia suku cadang pihak ketiga.

Sinyal Berakhirnya Mac Intel

Langkah Apple tersebut sekaligus mempertegas berakhirnya era Mac berbasis Intel.

Apple mulai melakukan transisi besar pada 2020 ketika memperkenalkan chip Apple Silicon melalui Apple M1. Chip tersebut kemudian digunakan pada sejumlah produk Mac generasi baru.

Sejak saat itu, Apple secara bertahap meninggalkan prosesor Intel. Dukungan terhadap Mac Intel pun semakin terbatas, terutama setelah pembaruan sistem operasi terbaru diarahkan untuk perangkat dengan Apple Silicon.

Bagi pengguna MacBook Intel, kondisi ini menjadi sinyal untuk mulai mempertimbangkan usia perangkat, biaya perbaikan, serta ketersediaan suku cadang sebelum memutuskan tetap menggunakan perangkat lama atau beralih ke Mac generasi baru.(*)

Tags: macbook apple
Home / Ekonomi
Apple Matikan Dukungan 3 MacBook Intel, Pemilik Mulai Dihadapkan Pilihan Sulit
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 15:38:13
Apple Matikan Dukungan 3 MacBook Intel, Pemilik Mulai Dihadapkan Pilihan Sulit
Apple MacBook Pro (13

JAKARTA-Pemilik sejumlah MacBook lawas berbasis Intel kini menghadapi babak baru. Apple resmi menghentikan dukungan perangkat keras untuk tiga model MacBook yang sebelumnya menjadi bagian dari generasi Intel.

Ketiganya kini masuk daftar obsolete atau perangkat usang milik Apple. Status tersebut berarti layanan perbaikan dan ketersediaan suku cadang resmi Apple tidak lagi menjadi pilihan bagi pemiliknya.

Tiga perangkat yang terdampak merupakan MacBook keluaran 2017 dan 2018. Model tersebut terdiri dari MacBook Pro 13 inci 2017 dengan dua port Thunderbolt 3, MacBook Air Retina 2018, serta MacBook Pro 13 inci 2018 dengan empat port Thunderbolt 3.

Dikutip dari Kompas.com, kabar ini menjadi penting karena sebagian perangkat tersebut masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan, beberapa di antaranya masih mampu menjalankan sistem operasi macOS tertentu.

MacBook Pro 13 inci 2017, misalnya, masih mendukung macOS Ventura. Sementara MacBook Air Retina 2018 dapat diperbarui hingga macOS Sonoma.

Adapun MacBook Pro 13 inci 2018 masih kompatibel dengan macOS Sequoia. Namun, ketiganya tidak akan mendapatkan dukungan perangkat keras resmi Apple setelah masuk kategori obsolete.

Apple menggolongkan sebuah produk sebagai obsolete setelah perangkat tersebut berhenti dipasarkan selama lebih dari tujuh tahun.

Berbeda dengan kategori vintage, perangkat obsolete pada dasarnya tidak lagi memperoleh layanan perbaikan resmi maupun suku cadang dari Apple.

Sebelum mencapai status tersebut, ketiga MacBook tadi terlebih dahulu berada dalam kategori vintage. Pada tahap ini, Apple masih dapat menyediakan servis dan komponen selama persediaannya tersedia.

Kini, pemilik perangkat yang mengalami kerusakan harus mencari alternatif melalui pusat servis independen atau penyedia suku cadang pihak ketiga.

Sinyal Berakhirnya Mac Intel

Langkah Apple tersebut sekaligus mempertegas berakhirnya era Mac berbasis Intel.

Apple mulai melakukan transisi besar pada 2020 ketika memperkenalkan chip Apple Silicon melalui Apple M1. Chip tersebut kemudian digunakan pada sejumlah produk Mac generasi baru.

Sejak saat itu, Apple secara bertahap meninggalkan prosesor Intel. Dukungan terhadap Mac Intel pun semakin terbatas, terutama setelah pembaruan sistem operasi terbaru diarahkan untuk perangkat dengan Apple Silicon.

Bagi pengguna MacBook Intel, kondisi ini menjadi sinyal untuk mulai mempertimbangkan usia perangkat, biaya perbaikan, serta ketersediaan suku cadang sebelum memutuskan tetap menggunakan perangkat lama atau beralih ke Mac generasi baru.(*)

Tags: macbook apple