logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Teknologi
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
perputaran mata uang dolar (ft:cnbcindonesia)
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 16:33:02

JAKARTA-Revolusi kecerdasan buatan (AI) kini mulai dipandang sebagai ancaman baru bagi stabilitas ekonomi dunia.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan kemajuan AI tingkat lanjut berpotensi memicu gejolak besar di pasar keuangan global.

Peringatan tersebut disampaikan Bailey melalui surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20.

iklan-view

Sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), dikutip dari cnbcindonesia Bailey menyoroti perkembangan frontier AI yang semakin mampu bekerja secara mandiri dan menyelesaikan persoalan kompleks.

Namun, kemampuan tersebut sekaligus membuka risiko baru, terutama terhadap keamanan siber dan sistem keuangan global.

Menurut Bailey, AI tingkat lanjut berpotensi meningkatkan kecepatan dan skala serangan siber secara drastis.

Gangguan tersebut dapat mengguncang kepercayaan pasar, terutama karena sektor keuangan dunia semakin bergantung pada penyedia teknologi pihak ketiga.

Masalah lainnya adalah regulasi yang dinilai belum bergerak secepat perkembangan teknologi.

Sejumlah negara disebut belum memiliki protokol memadai untuk mengatur pengembangan, peluncuran hingga penggunaan model AI tingkat lanjut.

Bailey meminta lembaga keuangan dan perusahaan teknologi memperkuat sistem pengamanan menghadapi potensi serangan berbasis AI.

Manajemen kerentanan, kemampuan merespons insiden dan sistem pemulihan darurat dinilai harus diperkuat.

Lembaga keuangan juga diminta bersiap menghadapi skenario terburuk berupa gangguan serentak pada sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan teknologi sama.

Bailey juga menyoroti tingginya utang pemerintah, penggunaan leverage oleh investor saham serta valuasi sejumlah aset yang dianggap terlalu tinggi.

Sektor yang berkaitan dengan AI menjadi perhatian khusus karena lonjakan valuasinya dinilai dapat meningkatkan risiko apabila ekspektasi pasar tidak terpenuhi.

Kekhawatiran serupa muncul dalam pertemuan para bankir sentral di Portugal.

AI menjadi salah satu tema utama pembahasan karena dampaknya diperkirakan menjangkau pasar keuangan, tenaga kerja, kredit perbankan hingga kebutuhan energi.

Torsten Slok dari Apollo Global Management bahkan menilai pasar dapat terguncang baik ketika perkembangan AI melampaui ekspektasi maupun ketika hasilnya berada di bawah perkiraan.

Perhatian terhadap AI juga semakin besar karena teknologi tersebut berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian regulator mengantisipasinya.

Forum ekonomi global akhirnya menghadapi persoalan baru: bagaimana menikmati manfaat AI tanpa membiarkan teknologi tersebut menjadi sumber guncangan ekonomi berikutnya.(*)


Home / Ekonomi
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 16:33:02
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
perputaran mata uang dolar (ft:cnbcindonesia)

JAKARTA-Revolusi kecerdasan buatan (AI) kini mulai dipandang sebagai ancaman baru bagi stabilitas ekonomi dunia.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan kemajuan AI tingkat lanjut berpotensi memicu gejolak besar di pasar keuangan global.

Peringatan tersebut disampaikan Bailey melalui surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20.

Sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), dikutip dari cnbcindonesia Bailey menyoroti perkembangan frontier AI yang semakin mampu bekerja secara mandiri dan menyelesaikan persoalan kompleks.

Namun, kemampuan tersebut sekaligus membuka risiko baru, terutama terhadap keamanan siber dan sistem keuangan global.

Menurut Bailey, AI tingkat lanjut berpotensi meningkatkan kecepatan dan skala serangan siber secara drastis.

Gangguan tersebut dapat mengguncang kepercayaan pasar, terutama karena sektor keuangan dunia semakin bergantung pada penyedia teknologi pihak ketiga.

Masalah lainnya adalah regulasi yang dinilai belum bergerak secepat perkembangan teknologi.

Sejumlah negara disebut belum memiliki protokol memadai untuk mengatur pengembangan, peluncuran hingga penggunaan model AI tingkat lanjut.

Bailey meminta lembaga keuangan dan perusahaan teknologi memperkuat sistem pengamanan menghadapi potensi serangan berbasis AI.

Manajemen kerentanan, kemampuan merespons insiden dan sistem pemulihan darurat dinilai harus diperkuat.

Lembaga keuangan juga diminta bersiap menghadapi skenario terburuk berupa gangguan serentak pada sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan teknologi sama.

Bailey juga menyoroti tingginya utang pemerintah, penggunaan leverage oleh investor saham serta valuasi sejumlah aset yang dianggap terlalu tinggi.

Sektor yang berkaitan dengan AI menjadi perhatian khusus karena lonjakan valuasinya dinilai dapat meningkatkan risiko apabila ekspektasi pasar tidak terpenuhi.

Kekhawatiran serupa muncul dalam pertemuan para bankir sentral di Portugal.

AI menjadi salah satu tema utama pembahasan karena dampaknya diperkirakan menjangkau pasar keuangan, tenaga kerja, kredit perbankan hingga kebutuhan energi.

Torsten Slok dari Apollo Global Management bahkan menilai pasar dapat terguncang baik ketika perkembangan AI melampaui ekspektasi maupun ketika hasilnya berada di bawah perkiraan.

Perhatian terhadap AI juga semakin besar karena teknologi tersebut berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian regulator mengantisipasinya.

Forum ekonomi global akhirnya menghadapi persoalan baru: bagaimana menikmati manfaat AI tanpa membiarkan teknologi tersebut menjadi sumber guncangan ekonomi berikutnya.(*)