logo
Terjadi di Pekanbaru: Sopir Antre Bio Solar hingga 10 Jam, Masalahnya di Kuota a Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Amplop Suhardiman untuk Raja Juli Belum Berujung Pemanggilan, KPK Fokus Bongkar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dentuman Anak Krakatau Menggelegar hingga Jabar, BNPB: Jangan Panik, Belum Ada P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Palindra Tertutup Kabut Asap, Bus Damri Tabrak ALS, Belasan Penumpang Luka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menteri HAM Dorong Kasasi atas Pembatalan Pemecatan Prajurit TNI di Kasus Penyir Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Solar Langka, Kecemasan yang Mengular Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi MTQ Nasional ke-31 di Semarang Diikuti 2.242 Peserta dari Seluruh Indonesia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pertamina Patra Niaga Tindak Tegas Pelanggaran Penyaluran BBM Subsidi di Sumatra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Teknologi
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
perputaran mata uang dolar (ft:cnbcindonesia)
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 16:33:02

JAKARTA-Revolusi kecerdasan buatan (AI) kini mulai dipandang sebagai ancaman baru bagi stabilitas ekonomi dunia.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan kemajuan AI tingkat lanjut berpotensi memicu gejolak besar di pasar keuangan global.

Peringatan tersebut disampaikan Bailey melalui surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20.

iklan-view

Sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), dikutip dari cnbcindonesia Bailey menyoroti perkembangan frontier AI yang semakin mampu bekerja secara mandiri dan menyelesaikan persoalan kompleks.

Namun, kemampuan tersebut sekaligus membuka risiko baru, terutama terhadap keamanan siber dan sistem keuangan global.

Menurut Bailey, AI tingkat lanjut berpotensi meningkatkan kecepatan dan skala serangan siber secara drastis.

Gangguan tersebut dapat mengguncang kepercayaan pasar, terutama karena sektor keuangan dunia semakin bergantung pada penyedia teknologi pihak ketiga.

Masalah lainnya adalah regulasi yang dinilai belum bergerak secepat perkembangan teknologi.

Sejumlah negara disebut belum memiliki protokol memadai untuk mengatur pengembangan, peluncuran hingga penggunaan model AI tingkat lanjut.

Bailey meminta lembaga keuangan dan perusahaan teknologi memperkuat sistem pengamanan menghadapi potensi serangan berbasis AI.

Manajemen kerentanan, kemampuan merespons insiden dan sistem pemulihan darurat dinilai harus diperkuat.

Lembaga keuangan juga diminta bersiap menghadapi skenario terburuk berupa gangguan serentak pada sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan teknologi sama.

Bailey juga menyoroti tingginya utang pemerintah, penggunaan leverage oleh investor saham serta valuasi sejumlah aset yang dianggap terlalu tinggi.

Sektor yang berkaitan dengan AI menjadi perhatian khusus karena lonjakan valuasinya dinilai dapat meningkatkan risiko apabila ekspektasi pasar tidak terpenuhi.

Kekhawatiran serupa muncul dalam pertemuan para bankir sentral di Portugal.

AI menjadi salah satu tema utama pembahasan karena dampaknya diperkirakan menjangkau pasar keuangan, tenaga kerja, kredit perbankan hingga kebutuhan energi.

Torsten Slok dari Apollo Global Management bahkan menilai pasar dapat terguncang baik ketika perkembangan AI melampaui ekspektasi maupun ketika hasilnya berada di bawah perkiraan.

Perhatian terhadap AI juga semakin besar karena teknologi tersebut berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian regulator mengantisipasinya.

Forum ekonomi global akhirnya menghadapi persoalan baru: bagaimana menikmati manfaat AI tanpa membiarkan teknologi tersebut menjadi sumber guncangan ekonomi berikutnya.(*)


Home / Ekonomi
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: ekonomi | 1 September 2026 | 16:33:02
Bank Dunia Waspada, AI Bisa Picu Guncangan Besar Pasar Keuangan Global
perputaran mata uang dolar (ft:cnbcindonesia)

JAKARTA-Revolusi kecerdasan buatan (AI) kini mulai dipandang sebagai ancaman baru bagi stabilitas ekonomi dunia.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey memperingatkan kemajuan AI tingkat lanjut berpotensi memicu gejolak besar di pasar keuangan global.

Peringatan tersebut disampaikan Bailey melalui surat terbuka kepada para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20.

Sebagai Ketua Financial Stability Board (FSB), dikutip dari cnbcindonesia Bailey menyoroti perkembangan frontier AI yang semakin mampu bekerja secara mandiri dan menyelesaikan persoalan kompleks.

Namun, kemampuan tersebut sekaligus membuka risiko baru, terutama terhadap keamanan siber dan sistem keuangan global.

Menurut Bailey, AI tingkat lanjut berpotensi meningkatkan kecepatan dan skala serangan siber secara drastis.

Gangguan tersebut dapat mengguncang kepercayaan pasar, terutama karena sektor keuangan dunia semakin bergantung pada penyedia teknologi pihak ketiga.

Masalah lainnya adalah regulasi yang dinilai belum bergerak secepat perkembangan teknologi.

Sejumlah negara disebut belum memiliki protokol memadai untuk mengatur pengembangan, peluncuran hingga penggunaan model AI tingkat lanjut.

Bailey meminta lembaga keuangan dan perusahaan teknologi memperkuat sistem pengamanan menghadapi potensi serangan berbasis AI.

Manajemen kerentanan, kemampuan merespons insiden dan sistem pemulihan darurat dinilai harus diperkuat.

Lembaga keuangan juga diminta bersiap menghadapi skenario terburuk berupa gangguan serentak pada sejumlah perusahaan yang memiliki ketergantungan teknologi sama.

Bailey juga menyoroti tingginya utang pemerintah, penggunaan leverage oleh investor saham serta valuasi sejumlah aset yang dianggap terlalu tinggi.

Sektor yang berkaitan dengan AI menjadi perhatian khusus karena lonjakan valuasinya dinilai dapat meningkatkan risiko apabila ekspektasi pasar tidak terpenuhi.

Kekhawatiran serupa muncul dalam pertemuan para bankir sentral di Portugal.

AI menjadi salah satu tema utama pembahasan karena dampaknya diperkirakan menjangkau pasar keuangan, tenaga kerja, kredit perbankan hingga kebutuhan energi.

Torsten Slok dari Apollo Global Management bahkan menilai pasar dapat terguncang baik ketika perkembangan AI melampaui ekspektasi maupun ketika hasilnya berada di bawah perkiraan.

Perhatian terhadap AI juga semakin besar karena teknologi tersebut berkembang jauh lebih cepat dibanding kemampuan sebagian regulator mengantisipasinya.

Forum ekonomi global akhirnya menghadapi persoalan baru: bagaimana menikmati manfaat AI tanpa membiarkan teknologi tersebut menjadi sumber guncangan ekonomi berikutnya.(*)