logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / STATISTIK
Inflasi Riau 0,31 Persen, Harga Pangan dan Biaya Jasa Jadi Penyumbang Terbesar
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Asep Riyadi. (Foto: Ist/Abdul Haris)
Inflasi Riau 0,31 Persen, Harga Pangan dan Biaya Jasa Jadi Penyumbang Terbesar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 12:26:02

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi sebesar 0,31 persen pada Agustus 2026. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta transportasi dan perumahan.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan indeks harga konsumen (IHK) mengalami pengingkatan. "Secara bulanan atau month-to-month, indeks harga konsumen (IHK) Riau meningkat dari 113,19 pada Juli menjadi 113,54 pada Agustus 2026," kata Asep di kantor BPS Riau pada Selasa, (1/9/2028).

Asep merinci, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan inflasi 0,44 persen dan memberikan andil 0,15 persen."Disusul kelompok transportasi yang mengalami inflasi 0,45 persen dengan andil 0,06 persen," lanjutnya.

iklan-view

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,43 persen dengan andil 0,05 persen. Sejumlah komoditas turut mendorong kenaikan harga pada Agustus. Di antaranya daging ayam ras, biaya pemeliharaan atau service, ayam hidup, telur ayam ras, cat tembok, dan cabai rawit.

Lebih lanjut, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Komoditas tersebut yakni tomat, cabai merah, angkutan udara, jengkol, bawang putih, dan bawang merah.

Secara tahunan, Asep menyebut inflasi Riau pada Agustus 2026 mencapai 3,27 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 3,34 persen dan andil 1,11 persen.

Asep membeberkan, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 10,01 persen dengan andil 0,75 persen. Sementara kelompok transportasi mengalami inflasi 4,63 persen dengan andil 0,58 persen.

Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Riau mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,53 persen, sedangkan terendah di Kota Pekanbaru sebesar 2,94 persen.

Kondisi itu menunjukkan tekanan harga masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk kebutuhan pangan dan jasa. (har)

Tags: inflasi riau
Home / Ekonomi
Inflasi Riau 0,31 Persen, Harga Pangan dan Biaya Jasa Jadi Penyumbang Terbesar
Editor: Arya Mahendra | Penulis: abdul haris
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 12:26:02
Inflasi Riau 0,31 Persen, Harga Pangan dan Biaya Jasa Jadi Penyumbang Terbesar
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Asep Riyadi. (Foto: Ist/Abdul Haris)

PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi sebesar 0,31 persen pada Agustus 2026. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta transportasi dan perumahan.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi mengatakan indeks harga konsumen (IHK) mengalami pengingkatan. "Secara bulanan atau month-to-month, indeks harga konsumen (IHK) Riau meningkat dari 113,19 pada Juli menjadi 113,54 pada Agustus 2026," kata Asep di kantor BPS Riau pada Selasa, (1/9/2028).

Asep merinci, kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan inflasi 0,44 persen dan memberikan andil 0,15 persen."Disusul kelompok transportasi yang mengalami inflasi 0,45 persen dengan andil 0,06 persen," lanjutnya.

Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,43 persen dengan andil 0,05 persen. Sejumlah komoditas turut mendorong kenaikan harga pada Agustus. Di antaranya daging ayam ras, biaya pemeliharaan atau service, ayam hidup, telur ayam ras, cat tembok, dan cabai rawit.

Lebih lanjut, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Komoditas tersebut yakni tomat, cabai merah, angkutan udara, jengkol, bawang putih, dan bawang merah.

Secara tahunan, Asep menyebut inflasi Riau pada Agustus 2026 mencapai 3,27 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 3,34 persen dan andil 1,11 persen.

Asep membeberkan, kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi 10,01 persen dengan andil 0,75 persen. Sementara kelompok transportasi mengalami inflasi 4,63 persen dengan andil 0,58 persen.

Berdasarkan wilayah, seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Riau mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Tembilahan sebesar 4,53 persen, sedangkan terendah di Kota Pekanbaru sebesar 2,94 persen.

Kondisi itu menunjukkan tekanan harga masih menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga, khususnya untuk kebutuhan pangan dan jasa. (har)

Tags: inflasi riau