
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai lini usaha milik PT Gama Multi Usaha Mandiri atau Gama Multi Group yang berstatus sebagai badan holding serta investasi milik Universitas Gadjah Mada.
“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Saidu menguraikan, langkah penundaan tersebut terpaksa diambil sebab hingga tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum berhasil mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menggelar penawaran umum.
Dalam proses pencatatan perdana ini, perseroan diketahui memanfaatkan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya terbatas hanya sampai dengan 31 Agustus 2026.
"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu.
Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk sempat menyatakan kesiapannya masuk ke lantai bursa domestik dengan target perolehan dana segar menembus angka Rp45,22 miliar.
Rencana awal menunjukkan bahwa perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, yang merepresentasikan porsi maksimal 30,30 persen dari total modal ditempatkan serta disetor penuh pascaperhelatan IPO.
Melalui masa penawaran awal atau bookbuilding yang dilangsungkan pada rentang 24-27 Agustus 2026, harga dipatok pada kisaran Rp130-Rp140 per saham dengan target perolehan dana Rp45,22 miliar.
Berdasarkan jadwal semula, rangkaian penawaran umum perdana saham dirancang berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan pada 8 September 2026, serta distribusi saham tertanggal 9 September 2026.
Perseroan sedianya dijadwalkan melenggang resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal Indonesia pada tanggal 10 September 2026. (*)



Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai lini usaha milik PT Gama Multi Usaha Mandiri atau Gama Multi Group yang berstatus sebagai badan holding serta investasi milik Universitas Gadjah Mada.
“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Saidu menguraikan, langkah penundaan tersebut terpaksa diambil sebab hingga tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum berhasil mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menggelar penawaran umum.
Dalam proses pencatatan perdana ini, perseroan diketahui memanfaatkan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya terbatas hanya sampai dengan 31 Agustus 2026.
"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu.
Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk sempat menyatakan kesiapannya masuk ke lantai bursa domestik dengan target perolehan dana segar menembus angka Rp45,22 miliar.
Rencana awal menunjukkan bahwa perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, yang merepresentasikan porsi maksimal 30,30 persen dari total modal ditempatkan serta disetor penuh pascaperhelatan IPO.
Melalui masa penawaran awal atau bookbuilding yang dilangsungkan pada rentang 24-27 Agustus 2026, harga dipatok pada kisaran Rp130-Rp140 per saham dengan target perolehan dana Rp45,22 miliar.
Berdasarkan jadwal semula, rangkaian penawaran umum perdana saham dirancang berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan pada 8 September 2026, serta distribusi saham tertanggal 9 September 2026.
Perseroan sedianya dijadwalkan melenggang resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal Indonesia pada tanggal 10 September 2026. (*)