logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Bursa Efek Indonesia Resmi Terima Surat Penundaan IPO Anak Usaha UGM
PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.
Bursa Efek Indonesia Resmi Terima Surat Penundaan IPO Anak Usaha UGM
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 16:11:12

Jakarta  - PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai lini usaha milik PT Gama Multi Usaha Mandiri atau Gama Multi Group yang berstatus sebagai badan holding serta investasi milik Universitas Gadjah Mada.

“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

iklan-view

Saidu menguraikan, langkah penundaan tersebut terpaksa diambil sebab hingga tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum berhasil mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menggelar penawaran umum.

Dalam proses pencatatan perdana ini, perseroan diketahui memanfaatkan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya terbatas hanya sampai dengan 31 Agustus 2026.

"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu.

Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk sempat menyatakan kesiapannya masuk ke lantai bursa domestik dengan target perolehan dana segar menembus angka Rp45,22 miliar.

Rencana awal menunjukkan bahwa perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, yang merepresentasikan porsi maksimal 30,30 persen dari total modal ditempatkan serta disetor penuh pascaperhelatan IPO.

Melalui masa penawaran awal atau bookbuilding yang dilangsungkan pada rentang 24-27 Agustus 2026, harga dipatok pada kisaran Rp130-Rp140 per saham dengan target perolehan dana Rp45,22 miliar.

Berdasarkan jadwal semula, rangkaian penawaran umum perdana saham dirancang berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan pada 8 September 2026, serta distribusi saham tertanggal 9 September 2026.

Perseroan sedianya dijadwalkan melenggang resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal Indonesia pada tanggal 10 September 2026. (*)

Home / Ekonomi
Bursa Efek Indonesia Resmi Terima Surat Penundaan IPO Anak Usaha UGM
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 2 September 2026 | 16:11:12
Bursa Efek Indonesia Resmi Terima Surat Penundaan IPO Anak Usaha UGM
PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.

Jakarta  - PT Bursa Efek Indonesia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi dokumen resmi perihal penundaan hajatan pasar modal dari PT Swayasa Prakarsa Tbk.

Perusahaan tersebut dikenal sebagai lini usaha milik PT Gama Multi Usaha Mandiri atau Gama Multi Group yang berstatus sebagai badan holding serta investasi milik Universitas Gadjah Mada.

“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Saidu menguraikan, langkah penundaan tersebut terpaksa diambil sebab hingga tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum berhasil mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk menggelar penawaran umum.

Dalam proses pencatatan perdana ini, perseroan diketahui memanfaatkan Laporan Keuangan per 28 Februari 2026 yang masa berlakunya terbatas hanya sampai dengan 31 Agustus 2026.

"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu.

Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk sempat menyatakan kesiapannya masuk ke lantai bursa domestik dengan target perolehan dana segar menembus angka Rp45,22 miliar.

Rencana awal menunjukkan bahwa perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru kepada publik, yang merepresentasikan porsi maksimal 30,30 persen dari total modal ditempatkan serta disetor penuh pascaperhelatan IPO.

Melalui masa penawaran awal atau bookbuilding yang dilangsungkan pada rentang 24-27 Agustus 2026, harga dipatok pada kisaran Rp130-Rp140 per saham dengan target perolehan dana Rp45,22 miliar.

Berdasarkan jadwal semula, rangkaian penawaran umum perdana saham dirancang berlangsung pada 2-8 September 2026, dilanjutkan penjatahan pada 8 September 2026, serta distribusi saham tertanggal 9 September 2026.

Perseroan sedianya dijadwalkan melenggang resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal Indonesia pada tanggal 10 September 2026. (*)