logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / ROHIL
Aksi Blokade Jalan Manggala Rohil Berlanjut, Ratusan Ibu Rumah Tangga Tetap Bertahan
Warga membentangkan spanduk bernada protes kepada Plt Gubernur Riau terkait kondisi jalan lintas Mamggala di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Romi/Pekanbarutv)
Aksi Blokade Jalan Manggala Rohil Berlanjut, Ratusan Ibu Rumah Tangga Tetap Bertahan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 3 September 2026 | 14:30:11

‎ROKAN HILIR - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Manggala oleh ratusan ibu rumah tangga di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, masih berlanjut hingga Kamis (3/9/2026). 

‎Warga tetap bertahan mendirikan tenda di tengah badan jalan sejak aksi dimulai Rabu kemarin. Mereka menolak membuka akses sebelum ada kepastian perbaikan dari pemerintah.

‎"Hari ini masih berlanjut lagi aksi damai tersebut," kata Deni Novita Sari, salah seorang peserta aksi kepada wartawan di lokasi dan juga sebagai konten kreator.

iklan-view

‎Deni menyebut jumlah massa yang terlibat dalam aksi ini diperkirakan mencapai seribu orang. Para ibu rumah tangga datang secara bergantian untuk menjaga posko dan tenda yang didirikan tepat di tengah jalur penghubung Rokan Hilir- Sumatera Utara.‎

‎Bahkan mereka melakukan blokade jalan, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah. Ratusan kendaraan roda empat dan truk logistik terpaksa berhenti sejak pagi, menyebabkan kemacetan mengular di sepanjang Jalan Manggala.‎

‎Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu. Setiap kendaraan yang melintas membuat debu pekat masuk ke rumah warga hingga menyebabkan warga mengalami batuk, demam, dan sesak napas.

‎Selain memblokir jalan, massa juga membentangkan spanduk berisi kekecewaan. Di antaranya bertuliskan "Menggala yang Demoin, Pujud yang Dibangun" dan "Kami Tidak Butuh Janji, Kami Perlu Bukti."

‎Warga menegaskan tuntutan utama mereka adalah perbaikan infrastruktur Jalan Manggala. 

‎"Peserta menuntut jalan Dapat di perbaiki seperti jalan pujud pada saat ini yang sedang di bangun," ujar Deni Novita Sari.

‎Sebelumnya, Anita, perwakilan warga, juga mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil melalui Dinas PUTR untuk segera turun ke lokasi. ‎

‎"Pemprov Riau dan Pemkab Rohil segera mengambil langkah konkret dan memberi solusi agar akses jalan itu dibangun atau diperbaiki infrastrukturnya sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Anita.

‎"Masyarakat berharap Jalan Manggala tidak dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut. Kami sudah bosan mendengar janji, kini perlu bukti tindakan nyata," tambahnya.

‎Hingga berita ini ditulis, massa menyatakan akan terus mempertahankan blokade. Tenda di tengah jalan belum dibongkar dan warga bersikeras baru akan membuka akses jika ada tanggapan resmi serta komitmen perbaikan dari PUTR Riau dan PUTR Rohil. (rom)

Home / News
Aksi Blokade Jalan Manggala Rohil Berlanjut, Ratusan Ibu Rumah Tangga Tetap Bertahan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: news | 3 September 2026 | 14:30:11
Aksi Blokade Jalan Manggala Rohil Berlanjut, Ratusan Ibu Rumah Tangga Tetap Bertahan
Warga membentangkan spanduk bernada protes kepada Plt Gubernur Riau terkait kondisi jalan lintas Mamggala di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. (Foto: Romi/Pekanbarutv)

‎ROKAN HILIR - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Manggala oleh ratusan ibu rumah tangga di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, masih berlanjut hingga Kamis (3/9/2026). 

‎Warga tetap bertahan mendirikan tenda di tengah badan jalan sejak aksi dimulai Rabu kemarin. Mereka menolak membuka akses sebelum ada kepastian perbaikan dari pemerintah.

‎"Hari ini masih berlanjut lagi aksi damai tersebut," kata Deni Novita Sari, salah seorang peserta aksi kepada wartawan di lokasi dan juga sebagai konten kreator.

‎Deni menyebut jumlah massa yang terlibat dalam aksi ini diperkirakan mencapai seribu orang. Para ibu rumah tangga datang secara bergantian untuk menjaga posko dan tenda yang didirikan tepat di tengah jalur penghubung Rokan Hilir- Sumatera Utara.‎

‎Bahkan mereka melakukan blokade jalan, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah. Ratusan kendaraan roda empat dan truk logistik terpaksa berhenti sejak pagi, menyebabkan kemacetan mengular di sepanjang Jalan Manggala.‎

‎Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu. Setiap kendaraan yang melintas membuat debu pekat masuk ke rumah warga hingga menyebabkan warga mengalami batuk, demam, dan sesak napas.

‎Selain memblokir jalan, massa juga membentangkan spanduk berisi kekecewaan. Di antaranya bertuliskan "Menggala yang Demoin, Pujud yang Dibangun" dan "Kami Tidak Butuh Janji, Kami Perlu Bukti."

‎Warga menegaskan tuntutan utama mereka adalah perbaikan infrastruktur Jalan Manggala. 

‎"Peserta menuntut jalan Dapat di perbaiki seperti jalan pujud pada saat ini yang sedang di bangun," ujar Deni Novita Sari.

‎Sebelumnya, Anita, perwakilan warga, juga mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil melalui Dinas PUTR untuk segera turun ke lokasi. ‎

‎"Pemprov Riau dan Pemkab Rohil segera mengambil langkah konkret dan memberi solusi agar akses jalan itu dibangun atau diperbaiki infrastrukturnya sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Anita.

‎"Masyarakat berharap Jalan Manggala tidak dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut. Kami sudah bosan mendengar janji, kini perlu bukti tindakan nyata," tambahnya.

‎Hingga berita ini ditulis, massa menyatakan akan terus mempertahankan blokade. Tenda di tengah jalan belum dibongkar dan warga bersikeras baru akan membuka akses jika ada tanggapan resmi serta komitmen perbaikan dari PUTR Riau dan PUTR Rohil. (rom)