
ROKAN HILIR - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Manggala oleh ratusan ibu rumah tangga di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, masih berlanjut hingga Kamis (3/9/2026).
Warga tetap bertahan mendirikan tenda di tengah badan jalan sejak aksi dimulai Rabu kemarin. Mereka menolak membuka akses sebelum ada kepastian perbaikan dari pemerintah.
"Hari ini masih berlanjut lagi aksi damai tersebut," kata Deni Novita Sari, salah seorang peserta aksi kepada wartawan di lokasi dan juga sebagai konten kreator.

Deni menyebut jumlah massa yang terlibat dalam aksi ini diperkirakan mencapai seribu orang. Para ibu rumah tangga datang secara bergantian untuk menjaga posko dan tenda yang didirikan tepat di tengah jalur penghubung Rokan Hilir- Sumatera Utara.
Bahkan mereka melakukan blokade jalan, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah. Ratusan kendaraan roda empat dan truk logistik terpaksa berhenti sejak pagi, menyebabkan kemacetan mengular di sepanjang Jalan Manggala.
Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu. Setiap kendaraan yang melintas membuat debu pekat masuk ke rumah warga hingga menyebabkan warga mengalami batuk, demam, dan sesak napas.
Selain memblokir jalan, massa juga membentangkan spanduk berisi kekecewaan. Di antaranya bertuliskan "Menggala yang Demoin, Pujud yang Dibangun" dan "Kami Tidak Butuh Janji, Kami Perlu Bukti."
Warga menegaskan tuntutan utama mereka adalah perbaikan infrastruktur Jalan Manggala.
"Peserta menuntut jalan Dapat di perbaiki seperti jalan pujud pada saat ini yang sedang di bangun," ujar Deni Novita Sari.
Sebelumnya, Anita, perwakilan warga, juga mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil melalui Dinas PUTR untuk segera turun ke lokasi.
"Pemprov Riau dan Pemkab Rohil segera mengambil langkah konkret dan memberi solusi agar akses jalan itu dibangun atau diperbaiki infrastrukturnya sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Anita.
"Masyarakat berharap Jalan Manggala tidak dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut. Kami sudah bosan mendengar janji, kini perlu bukti tindakan nyata," tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, massa menyatakan akan terus mempertahankan blokade. Tenda di tengah jalan belum dibongkar dan warga bersikeras baru akan membuka akses jika ada tanggapan resmi serta komitmen perbaikan dari PUTR Riau dan PUTR Rohil. (rom)







ROKAN HILIR - Aksi pemblokiran Jalan Lintas Manggala oleh ratusan ibu rumah tangga di Kepenghuluan Manggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, masih berlanjut hingga Kamis (3/9/2026).
Warga tetap bertahan mendirikan tenda di tengah badan jalan sejak aksi dimulai Rabu kemarin. Mereka menolak membuka akses sebelum ada kepastian perbaikan dari pemerintah.
"Hari ini masih berlanjut lagi aksi damai tersebut," kata Deni Novita Sari, salah seorang peserta aksi kepada wartawan di lokasi dan juga sebagai konten kreator.
Deni menyebut jumlah massa yang terlibat dalam aksi ini diperkirakan mencapai seribu orang. Para ibu rumah tangga datang secara bergantian untuk menjaga posko dan tenda yang didirikan tepat di tengah jalur penghubung Rokan Hilir- Sumatera Utara.
Bahkan mereka melakukan blokade jalan, sehingga terjadi antrean panjang kendaraan dari dua arah. Ratusan kendaraan roda empat dan truk logistik terpaksa berhenti sejak pagi, menyebabkan kemacetan mengular di sepanjang Jalan Manggala.
Aksi ini dipicu oleh kondisi jalan yang rusak parah dan berdebu. Setiap kendaraan yang melintas membuat debu pekat masuk ke rumah warga hingga menyebabkan warga mengalami batuk, demam, dan sesak napas.
Selain memblokir jalan, massa juga membentangkan spanduk berisi kekecewaan. Di antaranya bertuliskan "Menggala yang Demoin, Pujud yang Dibangun" dan "Kami Tidak Butuh Janji, Kami Perlu Bukti."
Warga menegaskan tuntutan utama mereka adalah perbaikan infrastruktur Jalan Manggala.
"Peserta menuntut jalan Dapat di perbaiki seperti jalan pujud pada saat ini yang sedang di bangun," ujar Deni Novita Sari.
Sebelumnya, Anita, perwakilan warga, juga mendesak Pemprov Riau dan Pemkab Rohil melalui Dinas PUTR untuk segera turun ke lokasi.
"Pemprov Riau dan Pemkab Rohil segera mengambil langkah konkret dan memberi solusi agar akses jalan itu dibangun atau diperbaiki infrastrukturnya sesuai kebutuhan masyarakat," tegas Anita.
"Masyarakat berharap Jalan Manggala tidak dibiarkan begitu saja dan berlarut-larut. Kami sudah bosan mendengar janji, kini perlu bukti tindakan nyata," tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, massa menyatakan akan terus mempertahankan blokade. Tenda di tengah jalan belum dibongkar dan warga bersikeras baru akan membuka akses jika ada tanggapan resmi serta komitmen perbaikan dari PUTR Riau dan PUTR Rohil. (rom)