
JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengapresiasi langkah diplomasi dan pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia. Kerjasama ini dipandang memberi peluang besar bagi penguatan ekonomi daerah serta posisi Indonesia di kancah global.
"Bagi Indonesia, Rusia adalah salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia," kata Sultan di Jakarta, Jumat (09/9/2026).
Sultan menilai pidato Kepala Negara memperkuat konsistensi sikap diplomatik Indonesia di tingkat internasional. Kerjasama ekonomi dan bisnis melalui skema Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) diproyeksikan mampu menarik lebih banyak investor. Selain itu, teknologi Rusia dinilai dapat menyokong program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di berbagai wilayah Indonesia.

"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Rusia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," katanya.
Menurut Sultan, kolaborasi bisnis Indonesia-Rusia bakal meningkatkan kualitas pengelolaan potensi SDA di daerah. Langkah integrasi pasar ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
"Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan membuka akses pasar luas bagi produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia. Sebaliknya, produsen dalam negeri juga mendapatkan akses langsung ke lima negara anggota EAEU, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.
Dalam siaran langsung Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Kamis, Prabowo memaparkan pentingnya kerja sama perdagangan tersebut.
"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) waktu setempat.







JAKARTA - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin mengapresiasi langkah diplomasi dan pidato Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia. Kerjasama ini dipandang memberi peluang besar bagi penguatan ekonomi daerah serta posisi Indonesia di kancah global.
"Bagi Indonesia, Rusia adalah salah satu kekuatan dunia yang sangat dihormati karena ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal bangsa Indonesia selalu menaruh kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia," kata Sultan di Jakarta, Jumat (09/9/2026).
Sultan menilai pidato Kepala Negara memperkuat konsistensi sikap diplomatik Indonesia di tingkat internasional. Kerjasama ekonomi dan bisnis melalui skema Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) diproyeksikan mampu menarik lebih banyak investor. Selain itu, teknologi Rusia dinilai dapat menyokong program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di berbagai wilayah Indonesia.
"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Rusia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, energi nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," katanya.
Menurut Sultan, kolaborasi bisnis Indonesia-Rusia bakal meningkatkan kualitas pengelolaan potensi SDA di daerah. Langkah integrasi pasar ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
"Dengan demikian dapat secara langsung memberikan dampak perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di daerah-daerah terkait," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan membuka akses pasar luas bagi produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia. Sebaliknya, produsen dalam negeri juga mendapatkan akses langsung ke lima negara anggota EAEU, yaitu Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.
Dalam siaran langsung Sekretariat Presiden yang dipantau dari Jakarta, Kamis, Prabowo memaparkan pentingnya kerja sama perdagangan tersebut.
"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Prabowo dalam pidatonya pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9) waktu setempat.