
Jakarta - Pengembangan inovasi digital untuk memperkuat tata kelola layanan pemerintahan daerah terbukti mampu digarap secara mandiri oleh sumber daya manusia setempat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung implementasi teknologi di daerah.
Pemanfaatan platform Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, menjadi bukti konkret atas kapasitas talenta daerah. Aplikasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik masyarakat lokal secara terpadu.
Dalam kunjungannya ke Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh pada Kamis (3/9), Nezar mengapresiasi keahlian anak muda daerah yang merancang sistem tersebut.

"SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (04/9/2026).
Nezar menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan platform tersebut membuktikan pentingnya edukasi serta pengembangan potensi digital lokal secara berkesinambungan.
"Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing," katanya.
SIPGAM berfungsi mengintegrasikan berbagai data kependudukan warga Gampong Mulia. Layanan yang disediakan mencakup administrasi kependudukan, pengurusan surat digital berfitur tanda tangan elektronik bersertifikat, hingga penanganan laporan darurat warga yang dapat diakses lewat situs web maupun aplikasi smartphone.
"Ada banyak fitur di sana, dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan, kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga, berapa jumlah kepala keluarga yang ada, jumlah bangunan, dan lain-lain. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu," Nezar menjelaskan.
Untuk terus mendorong pengembangan kapasitas SDM digital daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh meresmikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH). Pusat inovasi ini difungsikan sebagai wadah pelatihan talenta digital di Banda Aceh.
Nezar berharap hadirnya GSIH dapat memperluas wawasan para talenta muda sekaligus membukakan jalan menuju industri teknologi nasional.
"Kita tingkatkan kemampuan mereka, kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh, sehingga kita bisa membentuk suatu ekosistem digital yang ada di kota dan kita harapkan ekosistem yang terbentuk ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital juga nantinya," ia menjelaskan.







Jakarta - Pengembangan inovasi digital untuk memperkuat tata kelola layanan pemerintahan daerah terbukti mampu digarap secara mandiri oleh sumber daya manusia setempat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung implementasi teknologi di daerah.
Pemanfaatan platform Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM) di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, menjadi bukti konkret atas kapasitas talenta daerah. Aplikasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik masyarakat lokal secara terpadu.
Dalam kunjungannya ke Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh pada Kamis (3/9), Nezar mengapresiasi keahlian anak muda daerah yang merancang sistem tersebut.
"SIPGAM ini dibuat oleh talenta digital lokal Gampong Mulia sendiri," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat (04/9/2026).
Nezar menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan platform tersebut membuktikan pentingnya edukasi serta pengembangan potensi digital lokal secara berkesinambungan.
"Itu salah satu contoh bagaimana talenta digital yang ada kalau kita didik dan kita kembangkan, dia bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam memberikan solusi-solusi digital untuk daerahnya masing-masing," katanya.
SIPGAM berfungsi mengintegrasikan berbagai data kependudukan warga Gampong Mulia. Layanan yang disediakan mencakup administrasi kependudukan, pengurusan surat digital berfitur tanda tangan elektronik bersertifikat, hingga penanganan laporan darurat warga yang dapat diakses lewat situs web maupun aplikasi smartphone.
"Ada banyak fitur di sana, dan yang paling penting adalah fitur layanan pemerintahan, misalnya untuk surat-menyurat dan pendataan, kita bisa lihat kondisi kesehatan warga, penyakit apa yang paling banyak diderita oleh warga, berapa jumlah kepala keluarga yang ada, jumlah bangunan, dan lain-lain. Semua data-data itu dihimpun dalam satu sistem informasi yang terpadu," Nezar menjelaskan.
Untuk terus mendorong pengembangan kapasitas SDM digital daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh meresmikan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH). Pusat inovasi ini difungsikan sebagai wadah pelatihan talenta digital di Banda Aceh.
Nezar berharap hadirnya GSIH dapat memperluas wawasan para talenta muda sekaligus membukakan jalan menuju industri teknologi nasional.
"Kita tingkatkan kemampuan mereka, kita buka akses mereka kepada jejaring industri-industri teknologi, dan ada pembinaan untuk startup-startup yang sedang bertumbuh, sehingga kita bisa membentuk suatu ekosistem digital yang ada di kota dan kita harapkan ekosistem yang terbentuk ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital juga nantinya," ia menjelaskan.