
Buenos Aires - Pemerintah Argentina bakal mengenakan sanksi tegas terhadap entitas maupun individu yang terlibat dalam proyek eksplorasi minyak di Kepulauan Falkland, wilayah perairan yang memicu sengketa kedaulatan dengan Inggris.
Langkah hukum tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Argentina Javier Milei saat menyampaikan pidato kenegaraannya.
"Malam ini, saya akan menandatangani dekrit untuk mempercepat prosedur sanksi terhadap individu yang terlibat dalam proyek produksi minyak," kata Milei dalam pidato kenegaraan, Kamis.

Secara khusus, Milei menyinggung kegiatan produksi minyak Nativas Petroleum yang diperkirakan beroperasi dalam hitungan bulan ke depan. Ia menegaskan pembiaran terhadap proyek tersebut akan berdampak buruk pada kedaulatan Argentina.
"Jika kita membiarkan hal ini terjadi, kita akan menciptakan insentif bagi pemerintah Inggris untuk semakin mengeksploitasi sumber daya kita," katanya.
Selain Nativas Petroleum, Milei menguraikan adanya ancaman strategis lain dari sejumlah perusahaan serta proyek yang beroperasi di kawasan sengketa tersebut.
"Hal ini memerlukan respons yang proporsional dari kita," kata presiden.
Klaim atas Kepulauan Falkland telah lama menjadi sumber ketegangan antara Argentina dan Inggris. Konflik tersebut sempat memuncak pada pertarungan bersenjata tahun 1982 yang berlangsung selama beberapa pekan dan berakhir dengan kekalahan pihak Argentina.
Upaya penentuan status wilayah juga pernah dilakukan pada Maret 2013 melalui referendum, dengan hasil 99,8 persen pemilih memilih tetap berada di bawah naungan wilayah seberang laut Inggris. Namun, Argentina secara konsisten menolak untuk mengakui hasil pemungutan suara tersebut.







Buenos Aires - Pemerintah Argentina bakal mengenakan sanksi tegas terhadap entitas maupun individu yang terlibat dalam proyek eksplorasi minyak di Kepulauan Falkland, wilayah perairan yang memicu sengketa kedaulatan dengan Inggris.
Langkah hukum tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Argentina Javier Milei saat menyampaikan pidato kenegaraannya.
"Malam ini, saya akan menandatangani dekrit untuk mempercepat prosedur sanksi terhadap individu yang terlibat dalam proyek produksi minyak," kata Milei dalam pidato kenegaraan, Kamis.
Secara khusus, Milei menyinggung kegiatan produksi minyak Nativas Petroleum yang diperkirakan beroperasi dalam hitungan bulan ke depan. Ia menegaskan pembiaran terhadap proyek tersebut akan berdampak buruk pada kedaulatan Argentina.
"Jika kita membiarkan hal ini terjadi, kita akan menciptakan insentif bagi pemerintah Inggris untuk semakin mengeksploitasi sumber daya kita," katanya.
Selain Nativas Petroleum, Milei menguraikan adanya ancaman strategis lain dari sejumlah perusahaan serta proyek yang beroperasi di kawasan sengketa tersebut.
"Hal ini memerlukan respons yang proporsional dari kita," kata presiden.
Klaim atas Kepulauan Falkland telah lama menjadi sumber ketegangan antara Argentina dan Inggris. Konflik tersebut sempat memuncak pada pertarungan bersenjata tahun 1982 yang berlangsung selama beberapa pekan dan berakhir dengan kekalahan pihak Argentina.
Upaya penentuan status wilayah juga pernah dilakukan pada Maret 2013 melalui referendum, dengan hasil 99,8 persen pemilih memilih tetap berada di bawah naungan wilayah seberang laut Inggris. Namun, Argentina secara konsisten menolak untuk mengakui hasil pemungutan suara tersebut.