
Beijing - Usulan empat poin Presiden China Xi Jinping mengenai pembangunan arsitektur keamanan baru di Timur Tengah menawarkan solusi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Wang menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers bersama para wartawan mengenai kesimpulan dari kehadiran Xi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek serta kunjungan kenegaraannya ke Kirgizstan dan Mesir.
Xi mengemukakan usulan itu dalam pembicaraannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, seraya menyerukan upaya untuk mengoptimalkan faktor penggerak internal, mendorong pendekatan terpadu, memperkuat fondasi pembangunan, dan meningkatkan koordinasi internasional.

Para pengamat internasional meyakini bahwa usulan Xi telah menawarkan sebuah jalan realistis untuk menyelesaikan dilema keamanan di Timur Tengah, kata Wang.
Selama kunjungan tersebut, Xi melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan para pemimpin dari berbagai negara mengenai berbagai permasalahan dunia dan isu-isu yang menjadi sorotan, menyuarakan perdamaian, dan membela keadilan, ujar Wang.
Di sela-sela KTT Bishkek, Xi menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dan Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh.
Xi dan Putin sepakat untuk memperdalam koordinasi strategis komprehensif antara China dan Rusia, memajukan reformasi tata kelola global, mendorong dunia multipolar, serta bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia, kata Wang. (*)







Beijing - Usulan empat poin Presiden China Xi Jinping mengenai pembangunan arsitektur keamanan baru di Timur Tengah menawarkan solusi untuk mencapai perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Wang menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers bersama para wartawan mengenai kesimpulan dari kehadiran Xi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek serta kunjungan kenegaraannya ke Kirgizstan dan Mesir.
Xi mengemukakan usulan itu dalam pembicaraannya dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, seraya menyerukan upaya untuk mengoptimalkan faktor penggerak internal, mendorong pendekatan terpadu, memperkuat fondasi pembangunan, dan meningkatkan koordinasi internasional.
Para pengamat internasional meyakini bahwa usulan Xi telah menawarkan sebuah jalan realistis untuk menyelesaikan dilema keamanan di Timur Tengah, kata Wang.
Selama kunjungan tersebut, Xi melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan para pemimpin dari berbagai negara mengenai berbagai permasalahan dunia dan isu-isu yang menjadi sorotan, menyuarakan perdamaian, dan membela keadilan, ujar Wang.
Di sela-sela KTT Bishkek, Xi menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, dan Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh.
Xi dan Putin sepakat untuk memperdalam koordinasi strategis komprehensif antara China dan Rusia, memajukan reformasi tata kelola global, mendorong dunia multipolar, serta bersama-sama menjaga perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia, kata Wang. (*)