logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PENERBANGAN
UPDATE Erupsi Anak Krakatau: Penutupan Bandara Soeta Diperpanjang, Ribuan Penumpang Terlantar
Calon penumpang berada di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026) pagi. (Foto: Antara)
UPDATE Erupsi Anak Krakatau: Penutupan Bandara Soeta Diperpanjang, Ribuan Penumpang Terlantar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 6 September 2026 | 11:58:07

JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebaran abu vulkanik memaksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditutup sementara dan berdampak terhadap puluhan ribu penumpang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terbaru memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Keputusan tersebut tertuang dalam NOTAM Nomor A3346/26 sebagai perubahan atas NOTAM sebelumnya.

Sebelumnya, operasional Soetta ditutup mulai pukul 01.30 WIB dan beberapa kali diperpanjang setelah hasil pengujian atau paper test masih menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

iklan-view

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi memasuki kawasan Soetta setelah pihaknya menerima laporan volcanic ash dari Darwin.

Abu vulkanik tersebut kemudian terus dipantau pergerakannya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai.

Dampaknya cukup besar. Berdasarkan data awal Kemenhub, penutupan operasional Soetta menyebabkan 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak. Sebanyak 170 pesawat yang sebelumnya melakukan Remain Over Night (RON) di area apron dipastikan dalam kondisi aman.

Namun, data dampak penerbangan kemudian berkembang seiring diperpanjangnya penutupan. InJourney Airports menyebut total penerbangan yang terdampak di Soetta mencapai 301 penerbangan, mencakup pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.

Gangguan juga merembet ke penerbangan internasional. Sejumlah rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur ikut terdampak. Untuk penerbangan domestik, sejumlah rute menuju Lampung, Denpasar, Surabaya hingga Makassar mengalami gangguan.

Selain Soeta, empat bandara lainnya juga ditutup sementara, yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Halim Perdanakusumah, Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe.

Penumpang Menumpuk di Terminal

Situasi di Bandara Soetta sempat ramai dan terjadi penumpukan calon penumpang.

Pantauan di Terminal 1C menunjukkan penerbangan mulai mengalami penundaan sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Penumpang yang awalnya masih berdatangan untuk memastikan keberangkatan akhirnya mendapat pemberitahuan bahwa penerbangan mereka dibatalkan.

Sebagian penumpang kemudian bergerak menuju konter maskapai untuk meminta kepastian. Petugas memberikan pilihan berupa perubahan jadwal penerbangan (reschedule) atau pembatalan dengan pengembalian dana (refund), sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

Kondisi tersebut membuat suasana terminal dipenuhi calon penumpang yang menunggu informasi lanjutan. Sejumlah pesawat yang berada di apron juga terlihat diamankan, termasuk dengan menutup bagian mesin untuk mencegah masuknya abu vulkanik.

Pengelola bandara dan maskapai kini terus melakukan penyesuaian jadwal sambil menunggu perkembangan kondisi udara.

Abu Vulkanik Menyelimuti Jabodetabek

Dampak erupsi tak hanya dirasakan sektor penerbangan. Abu vulkanik juga dilaporkan turun di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor.

Warga melaporkan teras rumah, kendaraan, balkon, hingga area lobi bangunan tertutup debu vulkanik. Di sejumlah lokasi, lapisan abu bahkan terlihat cukup tebal.

Fenomena tersebut memperkuat indikasi luasnya sebaran material erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin hingga kawasan Jabodetabek.

Gunung Anak Krakatau sendiri mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat (4/9/2026) malam. PVMBG mencatat rangkaian erupsi tersebut antara lain ditandai pancaran lava dengan intensitas gempa letusan yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang 2026.

Erupsi juga terus dipantau karena abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan. Material tersebut dapat mengganggu mesin pesawat, sistem navigasi maupun jarak pandang.

Karena itu, keputusan membuka kembali Soetta akan sepenuhnya bergantung pada hasil pemantauan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.

Kemenhub mengimbau calon penumpang tidak terburu-buru datang ke bandara sebelum mendapat kepastian dari maskapai dan terus memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui kanal resmi.

Dengan penutupan terbaru hingga pukul 13.30 WIB, aktivitas penerbangan di Soetta masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik. Jika kondisi belum dinyatakan aman, penutupan dapat kembali diperpanjang. (*)

Home / News
UPDATE Erupsi Anak Krakatau: Penutupan Bandara Soeta Diperpanjang, Ribuan Penumpang Terlantar
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 6 September 2026 | 11:58:07
UPDATE Erupsi Anak Krakatau: Penutupan Bandara Soeta Diperpanjang, Ribuan Penumpang Terlantar
Calon penumpang berada di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026) pagi. (Foto: Antara)

JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melumpuhkan aktivitas penerbangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sebaran abu vulkanik memaksa Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, ditutup sementara dan berdampak terhadap puluhan ribu penumpang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terbaru memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Keputusan tersebut tertuang dalam NOTAM Nomor A3346/26 sebagai perubahan atas NOTAM sebelumnya.

Sebelumnya, operasional Soetta ditutup mulai pukul 01.30 WIB dan beberapa kali diperpanjang setelah hasil pengujian atau paper test masih menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di kawasan bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi memasuki kawasan Soetta setelah pihaknya menerima laporan volcanic ash dari Darwin.

Abu vulkanik tersebut kemudian terus dipantau pergerakannya bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai.

Dampaknya cukup besar. Berdasarkan data awal Kemenhub, penutupan operasional Soetta menyebabkan 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak. Sebanyak 170 pesawat yang sebelumnya melakukan Remain Over Night (RON) di area apron dipastikan dalam kondisi aman.

Namun, data dampak penerbangan kemudian berkembang seiring diperpanjangnya penutupan. InJourney Airports menyebut total penerbangan yang terdampak di Soetta mencapai 301 penerbangan, mencakup pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan.

Gangguan juga merembet ke penerbangan internasional. Sejumlah rute menuju dan dari Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur ikut terdampak. Untuk penerbangan domestik, sejumlah rute menuju Lampung, Denpasar, Surabaya hingga Makassar mengalami gangguan.

Selain Soeta, empat bandara lainnya juga ditutup sementara, yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Halim Perdanakusumah, Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe.

Penumpang Menumpuk di Terminal

Situasi di Bandara Soetta sempat ramai dan terjadi penumpukan calon penumpang.

Pantauan di Terminal 1C menunjukkan penerbangan mulai mengalami penundaan sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Penumpang yang awalnya masih berdatangan untuk memastikan keberangkatan akhirnya mendapat pemberitahuan bahwa penerbangan mereka dibatalkan.

Sebagian penumpang kemudian bergerak menuju konter maskapai untuk meminta kepastian. Petugas memberikan pilihan berupa perubahan jadwal penerbangan (reschedule) atau pembatalan dengan pengembalian dana (refund), sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

Kondisi tersebut membuat suasana terminal dipenuhi calon penumpang yang menunggu informasi lanjutan. Sejumlah pesawat yang berada di apron juga terlihat diamankan, termasuk dengan menutup bagian mesin untuk mencegah masuknya abu vulkanik.

Pengelola bandara dan maskapai kini terus melakukan penyesuaian jadwal sambil menunggu perkembangan kondisi udara.

Abu Vulkanik Menyelimuti Jabodetabek

Dampak erupsi tak hanya dirasakan sektor penerbangan. Abu vulkanik juga dilaporkan turun di sejumlah wilayah Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi dan Bogor.

Warga melaporkan teras rumah, kendaraan, balkon, hingga area lobi bangunan tertutup debu vulkanik. Di sejumlah lokasi, lapisan abu bahkan terlihat cukup tebal.

Fenomena tersebut memperkuat indikasi luasnya sebaran material erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin hingga kawasan Jabodetabek.

Gunung Anak Krakatau sendiri mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat (4/9/2026) malam. PVMBG mencatat rangkaian erupsi tersebut antara lain ditandai pancaran lava dengan intensitas gempa letusan yang disebut menjadi salah satu yang tertinggi sepanjang 2026.

Erupsi juga terus dipantau karena abu vulkanik sangat berbahaya bagi penerbangan. Material tersebut dapat mengganggu mesin pesawat, sistem navigasi maupun jarak pandang.

Karena itu, keputusan membuka kembali Soetta akan sepenuhnya bergantung pada hasil pemantauan kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.

Kemenhub mengimbau calon penumpang tidak terburu-buru datang ke bandara sebelum mendapat kepastian dari maskapai dan terus memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui kanal resmi.

Dengan penutupan terbaru hingga pukul 13.30 WIB, aktivitas penerbangan di Soetta masih menunggu perkembangan kondisi abu vulkanik. Jika kondisi belum dinyatakan aman, penutupan dapat kembali diperpanjang. (*)